Berita Lain

Indeks Berita


Kamis, 18/09/2008 23:03 WIB
Iklan PAN dan PD di TV Langgar UU
Shohib Masykur - detikNews

Jakarta - Iklan PAN dan PD di SCTV dan RCTI melanggar UU. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pun melakukan teguran
terhadap dua stasiun televisi tersebut.
( sho / ndr )

Komentar terkini (17 Komentar)
Kantil, Kalau PAN menyatakan partai nasionalis harus membuktikan bahwa anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai harus mencantumkan prinsip dasar nasionalis. Kalau tidak sama saja pembohongan dan hanya menarik simpati saja.
MANG BERANI, APA mereka berani manggil SBY.yg jelas2 ada diiklan itu,,,
petruk, Kalau PAN jangan dipilih untuk tahun 2009, karena nanti gedung DPR jadi rumah produksi untuk membuat SINETRON terus-terusan dan pasti tidak akan pernah serius mau berpikir Rakyat / Masyarakat / Bangsa dan Negara ini, ya seperti kerjaan mereka selama ini sebagai artis yang berperan di sinetron. PAN minim kader dan memang tidak pernah mengadakan training-training untuk meningkatkan kualitas kadernya, jadi akhir bingung dalam HIDUP ADALAH PERBU...., mau mendaftarkan calon anggota DPR tidak ada kader yang baik. jadi mari kita BERBUAT yang pinter dan cerdas, untuk pemilu tahun 2009 untuk tidak memilih partai yang tidak Pro RAKYAT ( PDIP dan PAN ).
gareng, Partai-partai dan orang-orang yang tidak percaya diri ya jelas akan curi start, mereka sudah ketakutan karena pasti akan kalah, terutama yang HIDUP ADALAH PER........, dari pada uang dibuang-buang untuk iklan, ya jauh lebih baik dan lebih bermanfaat untuk bantu para fakir miskin, anak yatim dan orang-orang jompolah serta bea siswa bagi anak-anak orang yang tidak mampu / para siswa putus sekolah biar generasi mendatang pinter-pinter. Kalau kita lihat hasil survey yang ada, kita sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa Orang yang pernah jadi Pemimpin hasil polingnya paling tinggi, padahal saat dia diberi kesempatan memimpin tidak ada perubahan pada Bangsa dan Negeri ini, para Koruptor Meraja lela tidak ada yang ditangkap dan tidak ada yang dihukum, bahkan ada anggota Partainya yang tobat mau Jujur malah dipecat dari anggota / di recall dari DPR, lha karena memang orangnya tidak pinter tapi berambisi untuk menaclonkan lagi. Ya dia banyak yang pilih ( menurut hasil survey ) karena bangsa / masyarakat kita masih banyak orang yang BODOH, jadi masih banyak yang pilih orang yang BODOH JUGA. Gitu aja kok repot.
d.c, priiiiiittttt..!!!!! tilang di tilang aja iklannya..!!!
amr, namanya juga KPU yg anggotanya orang pemerintah n dosen Univ. Muhammadiyah.. Jadi masalah gubernur Malut ngotot menangin Abdul Gafur n skarang iklan2 itu engk di tegur...
Wing Kanan, KPI kok sewot sih. Mangnya dah masa kampanye ? baca dulu klausal UU nya. Kalo belum masa kampanye sah2 aja orang mau beriklan. UU mana yang dah dilanggar ??? KPI pening.........
Orang Cerdas, Jangan Pada aneh dgn hal yg seperti itu,orang namany PENGUASA (punya kekuatan)kan bs nglakuin apa saja,kalaupun diproses hukum itu cuma bohong2xan........ Dinegara ini memang susah mencari orank2 yg jujur
kopid, lha punyaknya pak prabowo skalian aja....itu tampang pak sby jugak gak tau malu....masih bawa - bawa rakyat sgala....mbok ya sudah kalo gagal tu bikin klip video musik aja...kan kapan lagi punya presiden ganteng...he..he..he
PAN & PD, EGP.. lagi banyak duit hasil koruptor tauuuuuuuuuuuu
1 2


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).