Berita Lain

Indeks Berita


Senin, 13/10/2008 21:45 WIB
Rokhmin Open House, Dihadiri Menteri dan Para Simpatisan
Ari Saputra - detikNews

Jakarta - Rokhmin Dahuri, narapidana korupsi dana nonbujeter DKP halal bihalal di LP Cipinang. Ratusan simpatisan hingga para pejabat tinggi pun melepas kangen dengan mantan Menteri DKP ini. ( Ari / nwk )

Komentar terkini (14 Komentar)
peeska binti pornoasyik, mohon dgn hormat kpd pak SBY segera menegor seorang mahfud md yang berkomentar seperti bukan KETUA MK. mahfud md adalah seorang profesor ahli hukum yang goblok......tolol..,bodoh.. sontoloyo ....and stupid..!!! pantas aja pak Jimly Ashidik mundur dari anggota MK, krn nggak mau ketularan goblok...,tolol,...bodoh.., sontoloyo and stupid...!!
ihh cewek, naahh gimana nanti kalau tahanan koruptor harus berseragam loreng baris, apa juga ada ijin khusus bila mengadakan open haus seperti ini untuk tak berseragam???? Itu para pejabat dan mantan pejabat penting di negeri ini, cuma mau menunjukkankan bahwa diri mereka tetap sahabat sejati dalam suka dan duka. Tapi pertanyaannya, haruskah diselenggarakan openhouse di tahanan? kalau tidak ada maksud publikasi dan popularitas, dan politis kok nganeh-anehi?? jadi jangan salahkan kalau orang melihat tuan-tuan lagi berunjuk kemunafikan. Maaf, kemarin dulu kita baru bertemu silaturahmi dan halal bihalal, tapi ya .. itulah komentar ku.
Azhasari Antar, Memang sedikit sih perbedaan antara pejaBat dengan penjaHat. Kalau koruptor: pejaBat yang penjaHat, walau gelarnya propesor + s3 sekali penjaHat tetap penjaHat. Silaturahmi ini bentuk solidaritas sesama koruptor, propesor Rokhmin Dahuri (yang udah terbukti/ketahuan korupsi) dan penjenguknya (yang belum ketahuan). Pak SBY usul nih, semua koruptor simpan saja di Nusakambangan biar penyakitnya tidak menular he he he
Trimurjo, aaahhhukkkkkk ekekkkk... yang juelas adalah jauh lebih baik dibanding tetanggaku yang judek mau lebaran kagak punya duit, lalu maling jemuran milik tetangga kampung sebelah dan ketangkep masyarakat dipukuli sampai bonyok, dia masih beruntung ada aparat datang, jadi kagak lebih dari cuma bonyok muka saja. Kawan atau sahabat sejati adalah tetap kawan disaat kawannya sedang bernasib apes, tapi tetanggaku itu sudah apes tak seorangpun kawan datang menengok selain isterinya yang datang mohon lakinya boleh dilepas dan menafkahi keluarga lagi.
ancur, ancur.. ancurr...
siUnyil, kodok dlm tempurung nyeletuk membandingkan kuruptor indo dg nelson mandela,yg ngga2 aja . . .yang salah sih rakyat sendiri . . .kenapa mereka atau sebayanya terpilih kembali sebagai wakil rakyat ,ngga telat merenung kok . . . .rakyat yg bodoh atau mereka yg pinter . . . .?!
Cecep, Tai pus nan busuk ini si mafud MD ketua MK dkk ini. Korupsi ya korupsi, mau tulis apa kagak. Malah bandingkan lagi koruptor ini sama Nelson Mandela yang ngga pernah korupsi tapi dipenjara karena melawan apartheid. Pantas negeri ini rusak, orang macam Mafud dan Adi sasono aja mental dan pola pikirnya hanya segitu. Teman ya teman tetapi membenarkan teman yang korupsi dan menyalahkan hukum yang dan para penangkap koruptor, jelas kata-kata yang tak layak keluar dari mulut seorang ketua MK.
noname, kumpulan koruptor pada saling atur strategi agar tdk terjerat, para sipir kemana? Memang kalau koruptor bisa seenaknya, coba kalau narapidana yg lain, mana dapat fasilitas seperti ini
a.tenrie, Betapa hancurnya moral pejabat dinegeri ini, koq kriminal dipuji-puji, dinegara lain yan menyalah gunakan jabata dan korup sekecil apapun tetaplah kriminal dan tak perlu dipuja dan dipuji. Terutama Ketua Mahkama Konsitusi , pak Mahfud MD, komentarnya sangat melecehkan hukum negaranya sendiri. Kalau begitu, lebih baik mencuri hingga miliaran hingga trilyunan, soalnya toch akan medapat perhatian semua pejabat dan hidupnya tetap nyaman walau dibui, hukumannya pasti hukuman sandiwara, apakah maling ayam dan maling HP "OPEN HOUSE" juga dipenjara??? gemes ane membacanya serta menitikkan air mata untuk keadilan di negara INDONESIA tercinta!
Joseph, Aneh juga ya, di penjara bisa bikin acara, didatengin pejabat2 lagi. Ini penjara apa rumah pribadi? Pantesan pejabat yang pada dipenjara tenang2 aja. Masih bisa bisnis, masih bisa buat acara apa aja yang disenengin. DUh Indonesia!
1


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).