Berita Lain

Indeks Berita


Senin, 09/11/2009 21:20 WIB
Laporkan Rekomendasi Tim 8
Tiba di Istana, Menko Polhukam Bergegas Temui SBY

Anwar Khumaini - detikNews

Jakarta - Menko Polhukam Djoko Suyanto menghadap Presiden SBY untuk melaporkan hasil rekomendasi Tim 8. Djoko sebelumnya terlebih dahulu melakukan rapat dengan Kejagung dan Kapolri. ( ape / ndr )

Komentar terkini (7 Komentar)
joko triyono, Semoga Bapak Presiden keluar sifat dan sikap Jendral TNI nya. Segera Putuskan. apapun itu akan lebih baik daripada berlarut larut.
TAN MARULAH, Kalau dicermati betul2x, reformasi jilid 2 sdg berjalan dgn smooth, elegan dan damai. Semua pihak hrs mendukung agar reformasi di bidang hukum yg masih mandeg dpt dilanjutkan. Timing dan keadaan seperti sekarang ini sdh diatur oleh Nya. Bagaimana pak presiden? Konsekwensinya nasib rakyat dan bangsa kita dipertaruhkan. Janjimu utk "lanjutkan" saatnya dibuktikan.
Ehhmm, Sebenernya itu pade2 nyang di Plisi dan Jagung sudah sadar dari semula, bahwasannya ketika papresiden bentuk tim8, itu adalah tamparan yang kueeras skali utk kowe2 orang ya! Arti ne, presiden ora percoyo bek kowe2 lho! Sekarang opo2 strategi yang kowe2 boeat... cuma utk pecah belah ... skalian jatuhin presiden laah.... pasti kowe2 lagi deketin parpol utk jurus terakhir.... dibrentiken... dengan ninggalin bom waktu .... iya kan???? Pulang, berdoa, minta ampun... Jangan pikir bahwa setiap lebaran... dose2 pade di ampuni... nggak mas!
takdir, Mata sudah dibutakan.... Telinga sudah ditulikan Hati sudah dibekukan Rasa sudah dimatikan Azab pun segera tiba.................
Priyanto, Bapak Presiden yang terhormat. Mohon perhatian Bapak sejenak. Kami sangat prihatin dengan kondisi Bapak yang selalu terhambat dalam melaksanakan tugas-tugas untuk menwujudkan program pembangunan yang telah direncanakan dalam beberapa waktu setelah Bapak dilantik. Semua ini adalah ulah dari pembantu-pembantu Bapak yang kurang kapabel melaksanakan tugas. Kapolri, Kejagung, adalah pembantu Bapak Presiden dalam mewujudkan penegakan Hukum di negeri ini. Tetapi karena ulah dan kecorobohan para oknum di dalam tubuh kedua Institusi itu dan juga karena lemahnya management kelembagaan para Pimpinanya, menyebabkan kedua institusi yang semestinya meringankan tugas-tugas Bapak Presiden dibidang penegakan hukum, justeru malah membebani Bapak. Semestinya rakyat mulai melihat kerja-kerja konkrit tim Bapak dalam mewujudkan janji semasa kampanye dulu. Tetapi kayaknya kondisi menghendaki lain. Kami sangat prihatin dengan kondisi Bapak. Kami juga ingin agar Bapak tidak terlalu menanggung beban berat atas masalah penegakan hukum di negeri ini. Oleh sebab itu, kami sarankan agar Bapak Presiden mencopot kedua pejabat masing-masing Kapolri dan Kejagung dan mencarikan pengganti yang lebih baik dan terbaik untuk tugas-tugas kelembagaan. Masih banyak putera-puteri negeri ini yang terbaik di dua lembaga ini. Oleh sebab itu, demi rakyat, Bapak jangan takut dan kwatir mencopot mereka dari jabatanya yang ada sekarang. Semua ini demi Bapak yang memiliki tujuan mulia, mensejahterakan rakyat, mendamaikan negeri, mengamankan bangsa. Wassalam.
Rakyat Biasa Haah, panjang amat komentarnya, apa didengerin !!!???
wong sabar Kandidat Jakasa Agung kayaknya
Cinta Fitri, Rating sinetron paling tinggi di Indonesia Cinta Fitri kejahatan, kelicikan, kebengisan, kekejaman dan tak bermoral selalu beruntung dan didilindungi sang sutradara untuk mengisi koceknya tanpa memperhatikan pengaruh negatif bagi penontonnya..
Andi Kemal, Mr. President, tunjukan ke kami kalau Anda adalah seorang pemimpin yang memiliki hati nurani, ketegasan, keberanian, amanah dan yang terpenting rela berkorban. It is the time.
1


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).