Berita Lain

Indeks Berita


Minggu, 15/11/2009 07:14 WIB
Pembela Cak Nur akan Somasi Kapolri
Shohib Masykur - detikNews

Jakarta - Penyebutan inisial N alias Nurcholis Madjid (Cak Nur) oleh Kapolri dalam rapat dengan Komisi III DPR ternyata berbuntut panjang. Para pembela keluarga Cak Nur akan menyampaikan somasi kepada Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD). ( sho / sho )

Komentar terkini (31 Komentar)
Lombok Travelnet, Daripada stress mikirin orang korupsi mendingan tutup akhir tahunnya dengan berlibur ke Gili Trawangan aja. Liburan yuk ke Pulau Lombok dan Gili Trawangan.
analis, banyak komentar miring ke polri, jangan jangan mereka ini anak buah nordin m top seperti yang di bilang teman kita tadi, sebaiknya ngaku ajalah
asep ridwan, BHD jadi seperti pembawa acara intertainment gosip yang suka membuka gosip satu keluarga ke publik
momel, banyak mau jadi orang terkenal karna kisruh chandra dan bibit yang jelas maling, janda chandra apa udah kawin atau belum, kalian ngak sadar betapa bejatnya chandra buat istri terlantar, ingat janda chanra ini adalah anaknya nurkolis, kalian sok pahlawan
orgil momel ini lulusan dari bintara polri yg lagi ditugasin buat mengadu domba, diadu domba jendral aja kita ga gampang ketipu.. apalgi sekelas bintara kayak momel yang paling2 tukang malak pengendara jalan ama sopir2 truk dimalam hari
Jho Ah..ini tukang fitnah baru..kayak babu aja
Amang PROTAP, Polri hrs lebih krja keras,MALU MALU DONG...kamu ketahuan bohong(kayak lagu T2)Pemerintah RI Bentuk KPK,akibat tdk konsisten dn pengabdian hukum tdk dtegakan oleh polri...
bruun, nggak usah somasi kelamaan nanti berbelit2 langsung dituntut aja..jadi biar kejaksaan yang manggil..nanti musuh polisi bukan KPK aja tapi juga dengan kejaksaan..hehehehe..
Wakrad, SATU KATA.., GANTI KAPOLRI..!! Gw negh ngliat muka nya
Trunoloyo, sebaiknya kepala polisi itu kita maafkan saja, kita doakan agar mau bertobat disisa umurnya yg masih diberikan Yang Maha Berkuasa atas segalanya. Semoga kepala polisi ini diterima tobatnya, diampuni segala kebohongannya, ketidak jujurannya, kedzoliman yg pernah dilakukan baik sengaja maupun tidak, semoga kelak kalau sudah diberhentikan dari jabatannya sekarang masih diterima oleh masyarakat sebagai mantan kepala polisi yg pernah berhadapan dengan perasaan keadilan masyarakat. Amin
Eyang Centil, Ini yg namanya mengarang bebas. Sapa sih yg bikin teks laporannya ? Gw salut bgt sm dia, IMAJINASI-nya tinggi bgt......!!! Gk cocok jd polisi, bgsnya jd p ulis cerita fiksi.....
bruun, menjawab secara bijak?..wong nyebutnya sdh nggak bijak...gimana sih ngmgnya kok mencla mencle pak Kadiv
1 2 3


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).