Berita Lain

Indeks Berita


Sabtu, 21/11/2009 00:40 WIB
Polri Panggil Media
3 Organisasi Pers: Pemanggilan Tak Ada Dasar Hukum Kuat

Nograhany Widhi K - detikNews

Jakarta - 3 Organisasi media menilai tak ada dasar hukum kuat tentang pemanggilan dua suratkabar harian Seputar Indonesia (Sindo) dan Kompas oleh Mabes Polri. Pemanggilan tersebut juga dinilai bertendensi melanggar UU Pers. ( nwk / nwk )

Komentar terkini (13 Komentar)
Kade, Kenapa pers kebakaran jenggot? Datang aja n jawab pertanyaan, beres kan ?! Gitu aja koq repot.
Kade Pers ngobok2 kehidupan pribadi artis2 n artis2 yg keberatan tdk bisa berbuat apa apa karena pers berlindung dibalik uu pers. Skrg pers baru dipanggil aja udah ribut. Kompas n sindo jg ga keberatan, tp media lain n publiknya yg ribut.
Nyoman yang bego dilarang berkomentar di sini, atau sebelum komentar baca undang-undang pers terlebih dahulu biar rada ngeh gituloh
Pecinta Polisi, PolisiQ syng,mengapa engkau terlihat sangat BODOH.Bu Minah engkau bw ke pengadilan.Anggodo?Luar biasa skali BODOHnya engkau wahai polisiQ syng.
Hendri, Dasar Hukumnya KUAT, yaitu DUKUNGAN PENUH OLEH KEKUASAAN... Jadi dasar hukumnya bisa dicari nanti, kalau tdk kuat dibuat yg baru, kan bisa pake Peraturan Pengganti apalah...
Muhamad Zar\an, Anggodo itu kepala kepalanya KAPOLRI, makanya hai para wartawan berhati-hatilah kalo bikin berita, bisa-2 sampeyan di pateni, gak ketahuan dimana jasadnya, hi serem........
Kuli tinta, Betul Jendral media perlu dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang sudah ditulis, setelah reformasi maka media kayak balas dendam terhadap berita yang mereka tampilkan. Dengan alasan UU Pers mereka sepertinya bebas mengemukakan pendapat yang cenderung keblabasan. Trus nanti kalau dipanggil mereka memberi stigma gaya ORBA, Kalau anda nulis ya harus tanggungjawab.
PENYANYI dwasarr buaya luhhh...:)
WALUYO, PERS MEMANG SUDAH TERLALU BEBAS DAN KEBABLASAN. Demi komersialisasi, mereka mengatasnamakan kebebasan pers. Setiap ada issu menjadi heboh dan membuat opini masyarakat yang membingungkan dan bahkan sering menyesatkan karena sering tidak seimbang. Kalau media dipanggil polisi untuk kebaikan proses hukum, kenapa tidak mau? Kan bukan dipanggil untuk ditangkap? Bodoh sekali cara berfikirnya.
Bagong pak waluyo mungkin yang bodoh nggak pernah sekolah ya pak kaciaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan deh loe, apa bapak ini mata-mata buaya
mastbagonk pak waluyo ini pasti gak pernah ngaji, sekolahnya jg bodoh, dan kebanyakan minum obat. dia pasti sukanya juga nongkrong di pinggir jalan sehingga kebanyakan nyedot asep metromini dan bau sampah. otaknya jd gak jalan. inilah yg bikin waluyo bs bersimpati sama polisi.
PENYANYI dwasarrr buaya luu...:)
cucak mangkanya temen-temen korps pak waluyo jangan nangkepin orang dengan alasan yang gak begitu jelas itu yang bikin bingung. waktu nangkepin teroris dgn alasan yang sangat jelas dan mulia gak ada yang bingung. media juga semua mendukung. jangan sampai duit dan pengaruh anggodo merusak citra polisi yang sudah terbentuk lewat (salah satunya) kerja keras densus 88 dan anggota yang lain.
hanung Beda,kalau orang2 pers itu tidak pakai baju dinas dan punya mobil patroli di jalan raya, tidak ada juru periksanya yang ada juru wartanya.
bego betul pak, memang bodoh...bahkan anggodo yg jelas2 mengakui pergi bersama pejabat polri ke spore untuk ketemu engkoh nya yg sdh berstatus buronan aja didiamkan sm polisi, malah bingung, bgm cara menangkap si engkoh anggodo... bener2 bodoh....kelewatan bodoh...apalagi jg sdh mengaku memberikan uang untuk untuk diberikan kpd pimpinan kpk...
doel, kayaknya pemanggilan ini untuk mengalihkan isu saja thdp rekomendasi f8..sekaligus di balik itu polisi menyusun sejumlah intimidasi kepada pers..
PANIX, Panik krn ulah sendiri, akhirnya nabrak kanan kiri.... blm selesai urusan dengan cicak eh skrg mau cari masalah dgn nyamuk pers...
@PANIXDAN@TABRAKMATAMU PSIKOPATNANGGEPIN DIRI SENDIRI PAKE GAYA ORANG LAIN.CRA LAMA..SETYAKI SETYAKI!
Tabrak mata mu SENTAR LAGI KAMU YANG DI TABRAK BIAR MAAAAAAMMMMMMMPPPPPPPUUUUUUUSS SSSSSSSSSSSSSSS LOOOOEEEEE
Tabrak mata mu SENTAR LAGI KAMU YANG DI TABRAK BIAR MAAAAAAMMMMMMMPPPPPPPUUUUUUUSS SSSSSSSSSSSSSSS LOOOOEEEEE
REVOLUSIPOLITIKINDONESIAADALAHPERCEPATANEVOLUSIDARWINDARICICAK.TOKEK.KOMODO BUAYAKE GODZILA BLIK LGI K CICAK DST DST!JGN HARAP REVOLUSIPOLITIKPENGGULINGAN!!ADA JUGA GULINGKAMBINGHITAM!, Tolong dilanjutkanTERUS apel pagi sore dan petang utk POLISIINTELDANDENSUSMUDA!AJARI CERAMAHI CARA PEDEKATE SAMA CEWEK YG BENAR!GAK USAH PAKE ACARA BUSER2 SEGALA!!MALU SAMA SEMUT WARNAWARNI!!
amrrosy Koment tergila yg prnh ada di detik. Pasti dari orang gila yg kena lepra di RSJ yg nguntil hp perawat trs internetan. Dasar makhluk setan isi neraka lu...!
Kontol mu Cangkem mu kalo ngomong jangan asal aja kayak kamu udah jadi orang bener aja ngaca dulu sebusuk mana diri kamu itu
SATULAGI! APALAGI PEMUDA PANCASILA!!!PIKIR SENDIRI KENAPA?
jenggot, huehuehueee.. tindakan kalo org lagi kebakaran jenggot ya begini ini, dah gak pake otak.. hantam kromo..
Bagong huahahahahaha ada yang ke tendang nih, hati-hati nanti dicari pasal sama polisi untuk memeriksa pemberi komentar di detik, soalnya buaya sudah menyusup ke detik.com
1


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).