Berita Lain

Indeks Berita


Minggu, 22/11/2009 20:18 WIB
Kasus Bibit-Chandra
SBY Bertemu Pemred Media Massa

Anwar Khumaini - detikNews

Jakarta - Selain mengundang para pimpinan lembaga negara, Presiden SBY juga mengundang para pemimpin redaksi (Pemred) media massa. Hal itu dilakukan SBY untuk meminta masukan terkait sikap yang akan diumumkannya besok menyangkut rekomendasi Tim 8. ( sho / did )

Komentar terkini (22 Komentar)
Budiarto, Kok semuanya kritik kasar yach ..... emang nda bisa kritik keras tapi nda kasar ........... gue yakin dech kalo eloe jadi presiden belum tentu anda juga tegas seperti kalian omongkan .... uda sabar tunggu keputusan sesuai yang dijanjikan ........... emang kalau mau mutusi sesuatu nda bole diskusi dulu dengan para pembantunya ..... itu sah sah aja bos .... gue curiga yang comment ini orang yang nda tau ada pura pura tau kondisi ........ jangan jangan ini aji mumpung buat pihak pihak yang pingin indonesia hancur ................
Lambat Macam Siput Presiden anda itu memang lambat macam siput kata kami orang Malaysia... Kata anak sekarang, lemot...
dasedd, hehehe lucu dah mau main teknik tingkat tinggi ya ? ngapain jg malam sebelum hari H manggil2 media, sekalian aja ntar besok abis keputusan, hebat penasihat humasnya, ahli NLP yah ? mo mengkondisikan media dulu yah biar ga kaget2 amat dan tidak bombastis kan... bah keliatannya besok bakalan kita dikecewain lagi.. mainnya kurang halus ....
Komentator yth, Kalau Soeharto, hanya gara gara mahasiswa yang memojokkan dia berani mundur, gusdur juga mundur gara gara mpr, maka kami mohon kepada komentator semua untuk tidak memojokkan presiden SBY, nanti kalau dia ada keberanian untuk mengundurkan diri bagaimana????, kan repot mesti pemilu lagi, Jadi jangan desak desak atau paksa paksa dia untuk mengambil keputusan ya. Jangan sampai nanti si Fox dapat order lagi bikin presiden indomie
Kang Maman, Indonesia ini negeri Amburadul, jadi cocoknya dipimpin oleh orang yang krusak-krusuk seperti JK atau orang yang anggun dan gak becus seprti Mega gembrot, atau sama Ustad seperti Gus Dur. Agar negera tambah amburadul dan ancur, kok pusing-pusing jangan dipimpin oleh presiden yang berhati-hati..., karena rakyatnya kebanyakan tak sabaran
Presiden Peragu kalau indonesia perang udah diserang negara lain dulu sebelum berani menyatakan perang hancur duluan. GOBLOK LUH
Jawaad Alkaff, ilaa hadhroti habib saleh tanggul, waila hadhroti muhammad saww... alfaatihah.... semoga diperlihatkan dengan sepantasnya segala kesalahan2 yg ada di pemerintahan negara ini dan diruntuhkan sampai ke akar2nya... amiiin.
misno, Mau di indoktrinasi dulu. Supaya besok suaranya semua sama : " YES "
Kroco, Pak pemred! Tetaplah independen dan kritis! Jangan gara2 jamuan anda berubah!
poltak(anak buah Sby_Budiman), besok kelompok siapa lagi yang mau diundang, koq kayanya mau mutusin sesuatu ga PD banget, sekalian aja adakan poling seperti poling2 waktu mau pilres kemarin, berdasarkan suara terbanyak baru diputusin, begitulah seterusnya setiap ada permasalahan jadi biar ga ada beban,... LANJUTJAN...!!!!!
BYS, Tolong ya para PEMRED, apapun hasilnya jangan disiarkan ataupun ditulis, kalau perlu kata katanya dipoles dan didukung sepenuhnya, biar rakyat tdk mengerti supaya tdk menghujat tahu sendiri kan rakyat kita gampang marah, seperti jaman mbah Harto dulu, hanya bedanya tdk ada bredel membredel
President Nixon, Kalo anda presiden negara kami, Amerika Serikat 1970 sudah hancur lebur dibom nuklir Uni Sovyet duluannnnn dan presiden masih sibuk pikir-pikir, pikir-pikir dan pikir-pikir....... Tombol senjata nuklir ada di genggaman anda, cepat tekan sebelum negara ini hancur!!!
1 2


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).