Berita Lain

Indeks Berita


Senin, 23/11/2009 21:10 WIB
SBY: Kalau Tak Cukup Bukti Hentikan, Kalau Cukup Bukti Lanjutkan
Anwar Khumaini - detikNews

Jakarta - Presiden SBY tidak bersikap tegas atas kasus 2 pimpinan KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. SBY tidak memberi keputusan apakah kasus yang banyak mendapat perhatian masyarakat luas itu dihentikan seperti rekomendasi tim bentukannya, Tim 8. ( iy / nrl )

Komentar terkini (48 Komentar)
borokokok, Disini jagung disana jagung ulat merayap diatas peti; disini bingung disana bingung kata bersayap beribu arti.
JKAE, Pnyesalan mmg blakangan,., knp kmrin plh org ini jd Presiden.. Nyesel Nyesel
Jendral SBY, Terima kasih rakyat Indonesia! Anda telah berhasil saya kelabuhi. Paling tidak sampai 5 tahun kedepan.
Dosen Penguji, Saya kembalikan tesis Bp. Bambang. Karena dasar teori, perumusan masalah, metode sangat bagus, hasil dan kesimpulan AMBURADUL. HARUS DIPERBAIKI ! Satu lagi, apakah anda layakjadi jendral ?
Duku_garing, Aku berharap keputusan SBY adalah........atas nasehat orang2 partai yang tidak profesional.disekitarnya.....( karena hanya jatah bagi2 korsi koalisi.)..............Jika tidak,.......maka aku merasa berdosa pada anak cucuku .....telah meimilih seorang pemimpin yang tidak tepat.......
Darmawan Jaya, Kelihatan sekali kalau Mr. President sdh merasa bersalah tapi terus berkilah. Mau tegas tapi tak berani. Mau menghindar tapi tak punya argumentasi. Kalau sudah begini, mending lempar handuk putih Pak. Sekian juta pemilih sudah menyesali pilihannya atas SBY. Kalau sudah begini cuma dua pilihannya, mengundurkan diri atau sidang istimewa MPR.
ProKPK, Hmmm...kenapa NKRI punya presiden kaya gini ya? untung dulu gw ga nyontreng SBY
Confious2012, Pidato presiden.Kualitas negarawan kita memang masih kalah jauh dengan negara maju. Mari sedikit kita berimajinasi. Katakanlah situasi yang kita alami (atau persoalan hukum yang pelik demikian) terjadi di Amerika sana.Setelah melalui berbagai penyelidikan atau "mekanisme nasional" negara sono, presiden negara adikuasa itu kalau harus berpidato tentang langkah-langkah yang diambil. Setelah pidatonya usai, segera saja dapat diterjemahkan secara operasional oleh pelaksana; arah, sasaran dan lingkup tindakan segera terpetakan; bahkan oleh rakyat biasa sekalipun. Kesan sebaliknya kita jumpai di sini. Presiden SBY hanya memamerkan kemampuan kognitif alias menghafal, seperti biasanya. Namun kemampuan yang lebih jauh seperti pada tataran psikomotorik dan afektif tidak terlihat. Masyarakat kita sedang bingung menunggu titah yang tegas dari istana, tapi yang didapat presiden yang sama bingungya dengan mereka. Seakan ada kegamangan, antara keinginan memenuhi tuntutan keadilan publik, namun di sisi lain banyak orang di pemerintahannya atau mereka yang berjasa yang akan jadi korban? Pada akhirnya, lebih cepat memang lebih baik.
latif, KOK..NGAK TEGAS??? APA BUKTI REKAMAN PENYADAPAN BELUM CUKUP???
latif, kenapa presidenku bersikap seperti ini???
1 2 3 4 5


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).