Berita Lain

Indeks Berita


Rabu, 25/11/2009 11:05 WIB
MA Larang Ujian Nasional
Irwan Nugroho - detikNews

Jakarta - MA melarang ujian nasional yang digelar Depdiknas. Kasasi gugatan UN yang diajukan pemerintah ditolak MA. ( ndr / iy )

Komentar terkini (25 Komentar)
guruidaman, sebenarnya klo kita mau menggunakan hati nurani memang pelaks.UN banyak menimbulkan masalah, siswa dinilai melalui 3 aspek kognitif,afektif dan psikomotor. Tapi pelaks.UN hanya fokus pd kognitif dan parahnya lagi tidak melihat proses yang dilalui siswa selama 3 tahun. Guru adl pihak pertama yg tahu kemampuan muridnya, rasanya sakit melihat siswa yang berprestasi selama tiga tahun, tp hasil UNnya kalah dibandingkan dengan siswa lainnya yang sangaaaattt kreatif untuk mancari kunci jawaban UN. Semoga para pengambil keputusan dibukakan mata hatinya. Amien.
Guru prihatin, Setuju dengan keputusan MA, karena, selama 3 tahun terakhir ini sikap dan perhatian murid kepada pelajaran dan guru sangan menurun karena, mereka beranggapan, toh guru tidak berperan dalam kelulusan mereka, karena mereka mendapat informasi dari kakak kelas yang telah lulus kalau kunci jawaban bisa di dapat, kadang kadang malam sebelum ujian terlaksana kunci jawaban sudah beredar, membuktikannya susah, tapi saya mendapat informasi dari murid-murid yang telah kuliah, artinya, mereka mau bercerita ke guru mereka setelah setahun berlalu. saya berfikir, ini adalah pengkebirian terhadap guru, kita yang mendidik anak, kok ya mesin yang menentukan kelulusannya? Saya heran, ketika murid-muird yang nilai hariannya maupun nilai TO UN tahun yang sudah lewat sangat rendah, eh, tiba-tiba nilai UN nya tinggi, gmn ya? cara mrk belajar, kalau bukan ............., waduh! andai UN sampai dijadikan tiket ke perguruan tinggi? Astagafirullah, ndak tau apa yang akan terjadi. Salah satu solusinya, gmn kalau model EBTANAS dulu dilaksanakan ketika nilai semester 5 ikut menentukan kelulusan mrk, dalam arti kata guru masih berperan dan ikut mempertimbangkan kelulusan murid, jadi proses tetap berperan, tidak hanya yang bbrp hari itu saja. Saya sangat berharap kita semua mendengarkan hati nurani kita.
mr.coy, MA memang punya kewenangan memutuskan perkara ini , ada baiknya MA juga perlu memberikan solusi yang tepat, mereka juga dulu orang-orang yang pernah mengenyam ujjian. Kalo UN dilarang, trus solusinyanya gimana....!!!
muridkelas12, setuju banget ! kalo ngadain UN, pemerintah berarti mentingin HASIL dan bukan PROSES. padahal yg namanya hasil kan bisa dimanipulasi yang bikin murid terpaksa lulus dengan jalan kotor. lulus secara kotor berarti nyiptain lulusan yang kotor. ngga heran kalo banyak orang orang inggi yg gak bermoral. meniadakan standar UN bukan berarti meniadakan standar belajar kita di mata dunia. yang dunia liat bukan berapa nilai UN kita, tapi skill apa yang kita punya dari PROSES. sekarang mau lulus aja dipersulit, apa gunanya sih? ngejar prestise tinggi-tinggian nilai standar sama negara lain? non-sense amat. lagian nggak banget ya, dinilai lulus apa ngga nya sama orang yang bahkan sama sekali ngga kenal kita
asal, padahal mendiknas sedang berusaha menyatukan UN dengan SNMPT, kalo UN ditiadakan apa yg disatukan? aku pikir pemerintah cari cara gampang menaikkan standar pendidikan dengan menaikkan standar kelulusan, padahal itu kan cuma filter akhir, yg lebih penting itu prosesnya, walaupun filter akhir itu juga penting. kalo ga ada ujian, dan semua orang pasti lulus, berapa orang sih yang mau belajar? paling prg2 yg memang doyan belajar aja.
tamu, tuh kan ada peserta olimpiade fisika ga lulus UN thn 2004(masih 3 mata pel diuji) padahal dia mampu fisika tapi sering dipinggirkan seperti veteran+org yang punya jasa.
Pendidik, tolong dong saya dikasih link keputusannya.. sebab saya cari berulang kali kok ga dapet2 dat ttg keputusan itu... saya perlu utk soasialisai ke sekolah say.. terimakasih...
Alexander, Setuju uan ditiadakan bukan berarti para guru mau seenaknya mengajar carilah metode lain untuk peningkatan mutu siswa
arita, Terus kalau tidak UN, standart kita pakai apa ya? Tahukah anda sekolah SMA kita mulai diserbu oleh sekolah kolaborasi luar negeri, yang mengerek standart mereka sendiri. SPP-nya 5x negeri terbaik. SMA negeri mulai tersisih. Ujungnya rakyat jelata juga yang kena. Pusing....
Guru Binal, Asyik..gw bisa ngajar semau gw....sebodo amat nasib murid gw mo pinter kek mo bodo kek yg penting gw digaji... ha..ha..ha... HIDUP MA !!!
1 2 3


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).