Berita Lain

Indeks Berita


Sabtu, 28/11/2009 00:25 WIB
Niat Kurban Kambing, Malah Korban Nyawa
E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Siang itu, duka menggelayuti keluarga Umar Ali (27) di Jl Bintara XII, Bekasi Barat. Ayah Umar, H Arnadi (61) hanya bisa meratapi kepergian anak kelimanya yang tenggelam akibat terpeleset di proyek Banjir Kanal Timur (BKT), Bekasi, tepat di hari Idul Adha. ( mei / lrn )

Komentar terkini (13 Komentar)
kampret, ironis memang di indonesia hanya untuk daging 0,5 kg danging bisa meninggal. sudah begitu parahnya kemiskinan di indonesia, dan yang lebih mencengangkan saya pada hari ini sabtu salah satu mobil operasional kelurahan di jakarta selatan mengangkut sekarung daging yang mana peruntukannya saya tidak tahu. yang jelas mereka mengangkut daging dengan mobil plat merah , mobil operasional salah ssatu kelurahan di jakarta selatan. saya tidak mengerti lagi mana yang pantas menerima daging qurban dan mana yang tidak pantas, padahal disekeliling kita banyak orang miskin yang lebih pantas menerima nya.
Kampret Kupret Pret, lo ngerti gak beritanya? Dibaca dulu, bodoh! Dia meninggal bukan rebutan daging kurban, tapi kecebur di BKT karena ngambil pakan ikan! Bodoh, bodoh, baca dong kampret!!!
Hendry Muhammad, turut berduka gan
BANGBROSS SETAN, setan lu bross. tulis identitas lu. br guwe laporin fpi terdekat ma lu. koment dangkal. brengsek.
BANGBROSS SETAN, setan lu bross. tulis identitas lu. br guwe laporin fpi terdekat ma lu. koment dangkal. brengsek.
Yho, Bro BANGBROSS, tolong lebih cerdas sedikit dalam membaca berita dan berkomentar, saya hanya khawatir dengan keselamatan anda apabila anda dalam kehidupan nyata juga memiliki sifat yang sama seperti komentar anda. Jika tidak ingin bersimpati ya ngga usah ikut komentar....
Yho, Bro BANGBROSS, tolong lebih cerdas sedikit dalam membaca berita dan berkomentar, saya hanya khawatir dengan keselamatan anda apabila anda dalam kehidupan nyata juga memiliki sifat yang sama seperti komentar anda. Jika tidak ingin bersimpati ya ngga usah ikut komentar....
Yho, Bro, tolong lebih cerdas sedikit dalam membaca berita dan berkomentar, saya hanya khawatir dengan keselamatan anda apabila anda dalam kehidupan nyata juga memiliki sifat yang sama seperti komentar anda. Jika tidak ingin bersimpati ya ngga usah ikut komentar....
InsyaAlloh, mati syahid...
sinchan, insyaalloh khusnul khotimah ^__^
Bangbross, Mampus luh cong! Situ bukan org melarat ngapain ikut antri jatah daging kurban? Emang org indonesia banyak yg mental ngemis gratisan!
setan ross setan ross, tulis identitas lu. ato kalo takut fb lu. biar gue galang temen2 gue bt nge-add lu. gue bantai lu via fb. setan lu ross.
Anti Bangbross Lu tuh kalo blum baca jgn komen dulu,dasar otak lu bokep aja jd ga nyambung asal komen
banci bross hei bross. taruhan kalo komentar di detik pake identitas asli lu g akan komentar ky gini. bencong.
banci bross hei bross. taruhan kalo komentar di detik pake identitas asli lu g akan komentar ky gini. bencong.
TARI Demi Allah..meskipun bercanda atau bermusuhan tidak seharusnya bicara begitu..apalagi ndak tahu kebenarannya..
TARI Demi Allah..meskipun bercanda atau bermusuhan tidak seharusnya bicara begitu..apalagi ndak tahu kebenarannya..
ferari calon penghuni neraka ini orang...jangan diikuti atau dipeduliin, entar dia bakal ikut nyeret kita-kita yang wasih waras ke tempatnya dia di neraka.
ndhoet ini orang tidak punya etika..!!!!
Guna Orang idiot
Guna Orang idiot
BAJINGAN R0SS Orang gak sekolah comment , dasar bodoh..baca baik2 beritanya baru komentar, makanya jangan terlalu menyinggung SARA biar g tambah goblok
Mang Usil Ada lagi setan bego belum baca udh komentar, jenis setan ini nih yang bikin pembaca detik banyak berantem, kalo masalah SARA dia paling demen, kayaknya nih setan lagi stres, jadi para pembaca harap maklum
suudzon Kok masih ada ya.. orang tak berakhlak, syirik, suudzon dan goblog seperti BANGBROSS ini. ?
hulk baca dulu bung, baru comment, kalo anda orang beragama ga begitu comment nya..
1


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).