Berita Lain

Indeks Berita


Kamis, 21/08/2008 18:03 WIB
Terlantar, Juara Dunia Catur Dijemput Depdiknas di Posko PDIP
Ari Saputra - detikNews

Jakarta - Yuni Veronika, juara dunia catur usia 11 tahun asal Riau, terlunta-lunta di Jakarta setelah bertemu Presiden SBY di Istana. Tak punya ongkos,dia ditampung di posko PDIP. Kini, Depdiknas menjemputnya. ( Ari / asy )

Komentar terkini (338 Komentar)
shandy, GUOBLOG SEMUA....Ngurus 1 anak aja gak becus...nggak heranlah prestasi olah raga kita nggak akan maju2 toh talenta muda aja bukannya di intimewain eh malah di terlantarin...
Adi, Gimana sih tamu diundang ko malah ditelantarin. yang ngurusin juga coba dipikir lah masa anak 11 tahun disuruh jalan sendiri ke Jakarta, mang yang ngurusin ga punya pendidikan apa, baru urusan kecil gmna klo yang yang diundang orang luar negeri kan malu !!
Iqbal, Ini sebetulnya tanggung jawab siapa sih ??. Masak PERCASI nggak ikut bertanggung jawab ??. Setidaknya KONI ataupun Menpora hrs dimintai pertanggung jawabannya. MEMALUKAN !!!.
Wong Semarang, PRIHATIN. Itu cermin diri. Mari kita sama-2 memperbaikinya
agustaf, dasar pejabat Depdiknas bejat smua, giliran juara baru diagung-agungin , sepertinye itu berkat jasa dia, padahal kg ada jasanya sama sekali , dasar pejabat geblek
Mohammad Sholeh, Mulai sekarang ga usah bayar pajak lagi, krn percuma daripada dikorupt mendingan disumbangin aja ke BAZ
Kutu kupret, Pegawai Negeri (Kalau disebut Pejabat ...Kebagusan) yang mengurus Transportasi dan akomodasi anak ini, sebaiknya di suruh hormat bendera tiap pagi menghadap ke timur (jam 8 - 12)..
putra, Kasihan Yuni, pejabat yang mengurus yuni kerjanya tdk becus taunya uang... uang...dan uang pantas perut kalian gendut-gendut semua akibat selalu korupsi. coba pikir jika itu terjadi pada Anak Kalian...........! Dasar Gak Punya Otak.
LANIN Hebat banget Yachh..., Gue CINTA Indonesia, tapi Gue ngga BANGGA jadi bangsa Indonesia. Karena... memang ngga ada yg bisa bikin BANGGA .....!!!
Pecatur Tangguh, Wahai PDIP, jangan ditampung saja sekaligus mbok ya dikasih ongkos pulang. Depdiknas memang tidak punya otak, masa anak umur segitu disuruh jalan sendiri? wajar dong ikut ortunya alias ongkosnya juga ditangung. Toh hanya ongkos tidak minta nginap di hotel bintang lima. Gimana mau mendidik bangsa ini, wong Depdiknas sendiri tidak punya otak kok.


Baca juga:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).