Kamis, 18/05/2006 11:29 WIB
Luncuran Awan Panas dan Lava Merapi Berkurang
Anwar Khumaini - detikNews
Sleman -
Memasuki hari ke-9 setelah status Gunung Merapi ditetapkan menjadi Awas, aktivitasnya mulai menurun. Baik secara kuantitas maupun kualitas, jarak luncuran awan panas dan lava sudah berkurang.
Bila sebelumnya luncuran awan panas mencapai 4 km dari puncak Gunung Merapi, dua hari terakhir jarak luncuran maksimal 2 km. Bahkan pantauan pos pengamatan Merapi pagi ini, luncuran awan panas terjauh 1,6 km.
Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Kamis (18/5/2006) pukul 10.00 WIB, terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB gempa fase tercatat 11 kali, gempa guguran 44 kali, luncuran awan panas 7 kali dengan jarak luncur maksimum 1,6 km.
Luncuran awan panas ini mengarah ke hulu Sungai Krasak dan Kali Boyong. Sementara untuk luncuran awan panas ke hulu Sungai Gendol sejauh 1 km dari puncak Merapi.
Kepala BPPTK Ratdomo Purbo menjelaskan, meski aktivitas Merapi berkurang, tidak menutup kemungkinan terjadi luncuran awan panas atau lava yang lebih besar dibanding yang selama ini terjadi.
"Secara kualitas ada penurunan. Tetapi ini masih bersifat sementara. Kemungkinan terjadi luncuran awan panas yang lebih besar masih mungkin terjadi," ujarnya.
(jon/)
GRATIS kaos cantik dan voucher pulsa! ikuti sms berlangganannya, ktk REG DETIK kirim ke 3845 (Telkomsel, Indosat, Three) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).