Dana Rehab DIY-Jateng Rp 5 T Belum Final

Niken Widya Yunita - detikNews
Jumat, 09/06/2006 15:20 WIB
Jakarta - Dana rehabilitasi dan rekonstruksi DIY-Jateng akibat gempa belum dipastikan membengkak hingga Rp 5 triliun. Angka itu masih bisa berubah. Namun apakah naik atau turun, belum jelas. "Belum bisa dipastikan (jumlahnya)," kata Wapres Jusuf Kalla di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2006). Pada 7 Mei lalu, Menko Kesra Aburizal Bakrie menyatakan, biaya rehabilitasi dan rekontruksi jauh melonjak di atas perkiraan awal pemerintah. Bila sebelumnya senilai Rp 1,7 triliun, kini menjadi Rp 5 triliun. Pembengkakan itu akibat banyaknya jumlah rumah penduduk yang harus dibangun diperkirakan mencapai 150 ribu unit rumah. Lebih lanjut Kalla menyatakan, besaran ongkos pembangunan kembali daerah bencana itu menunggu data dari tim gabungan yang terdiri dari Pemda DIY dan Jateng, Polri, TNI, mahasiswa dan PPKP. Tim ini akan melaporkan data akhir pada Wapres sebagai ketua Bakornas. Selain membangun rumah, pemerintah juga akan membangun fasilitas seperti sekolah, jalan, jembatan, puskesmas dan kantor-kantor pemerintahan. Dalam kesempatan itu, Kalla juga mengeluhkan penggelembungan data pengungsi korban gempa. "Contohnya di Bantul. Penduduknya 800 ribu orang. Tapi yang masuk pengungsi 780 ribu. Dalam skala gema, tidak seperti itu, kita akan cek lagi," ujar pria berkumis tipis ini. (nrl/)

Share:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini