Pengelola Gedung Pertamina Bakal Diberi Teguran Kedua

Arfi Bambani Amri - detikNews
Senin, 16/10/2006 10:36 WIB
Jakarta - Pengelola Gedung Pertamina harus bersiap-siap diberi teguran kedua. Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta sudah memberi teguran pertama pada tahun 2004, namun diabaikan. "Ada prosesnya, tahun 2004 baru teguran pertama. Mungkin ada kedua dan ketiga. Kalau mereka tidak mau memperbaiki, baru kita membawa ke pengadilan," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, Martono. Dia ditemui detikcom di sela-sela usaha pemadaman si jago merah yang mengamuk di Gedung Pertamina Pusat, Jl Perwira, Jakarta, Senin (16/10/2006). Martono tidak mau berspekulasi apakah ada sabotase dalam kebakaran ini. "Saya kira saya tidak bisa nyatakan ini sabotase, itu tugas kepaolisian," kilahnya. Berdasarkan catatan pihak Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, pada tahun 2004 lalu, pengelola Gedung Pertamina sudah diberikan surat teguran terkait fasilitas pemadam di dalam gedung. Salah satunya adalah fasilitas pemercik air di setiap lantai yang tidak berfungsi. "Pemercik air di setiap lantai tidak berfungsi. Seharusnya jika berfungsi tidak terjadi peristiwa ini," ujar Martono. Selain pemercik air, alat lain yang juga tidak berfungsi adalah hidran, yang dapat dijadikan sebagai sumber air. "Sayangnya mereka tidak ada usaha perbaikan," sesal Martono. Api yang merajalela sejak pukul 05.29 WIB masih berkobar hebat. Hingga pukul 10.30 WIB, api sudah mulai menjalar ke arah barat dan terlihat semakin membesar. Akibat kebakaran di lantai yang cukup tinggi, yakni 19 dan 20 yang merupakan lantai direktur Pertamina, banyak kaca-kaca dan kayu yang berjatuhan dari atas gedung. (ahm/sss)

Share:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel