3.500 Karyawan Telkom Demo, Tolak Kode Akses SLJJ Dibuka
Jumat, 07/12/2007 09:26 WIB
Jakarta -
Kebijakan pemerintah yang mengharuskan PT Telkom membuka kode akses Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ) dinilai merugikan masyarakat.
Sekitar 3.500 karyawan PT Telkom seluruh Indonesia yang tergabung dalam Serikat Karyawan (Sekar) PT Telkom turun ke jalan menolak kebijakan tersebut.
Aksi ini dilakukan di gerbang Indosat, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2007).
"Kami menolak pembukaan kode akses SLJJ. Pemerintah harus menciptakan kompetisi yang sehat," ujar Ketua Umum DPP Sekar Telkom Warsono Purwanto.
Warsono mengatakan, kebijakan kompetisi SLJJ sangat dipaksakan pemerintah dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Pemerintah dinilai tidak berpihak kepada kepentingan nasional.
"Yang rugi nggak cuma PT Telkom, tapi bangsa dan masyarakat yang lebih luas," imbuh Warsono.
Para peserta aksi tersebut mengenakan kaos dan ikat kepala putih serta bendera Merah Putih. Mereka membentangkan spanduk berbentuk telapak tangan bertuliskan kode akses SLJJ yang dicoret. Poster bertuliskan "Aku emoh buka kode akses", dan "Selamatkan akses negara" juga diperlihatkan.
Aksi hingga pukul 09.15 WIB masih berlangsung namun tidak memacetkan jalan.
Kode akses merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan oleh operator jaringan tetap kabel untuk melakukan panggilan telepon dalam jaringan (on net) tanpa biaya interkoneksi. Pemerintah dan BRTI memberikan waktu kepada Telkom untuk membuka kode akses SLJJ Indosat di lima kota hingga 30 Oktober 2007 ini.
(nik/nrl)
Sekitar 3.500 karyawan PT Telkom seluruh Indonesia yang tergabung dalam Serikat Karyawan (Sekar) PT Telkom turun ke jalan menolak kebijakan tersebut.
Aksi ini dilakukan di gerbang Indosat, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2007).
"Kami menolak pembukaan kode akses SLJJ. Pemerintah harus menciptakan kompetisi yang sehat," ujar Ketua Umum DPP Sekar Telkom Warsono Purwanto.
Warsono mengatakan, kebijakan kompetisi SLJJ sangat dipaksakan pemerintah dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI). Pemerintah dinilai tidak berpihak kepada kepentingan nasional.
"Yang rugi nggak cuma PT Telkom, tapi bangsa dan masyarakat yang lebih luas," imbuh Warsono.
Para peserta aksi tersebut mengenakan kaos dan ikat kepala putih serta bendera Merah Putih. Mereka membentangkan spanduk berbentuk telapak tangan bertuliskan kode akses SLJJ yang dicoret. Poster bertuliskan "Aku emoh buka kode akses", dan "Selamatkan akses negara" juga diperlihatkan.
Aksi hingga pukul 09.15 WIB masih berlangsung namun tidak memacetkan jalan.
Kode akses merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan oleh operator jaringan tetap kabel untuk melakukan panggilan telepon dalam jaringan (on net) tanpa biaya interkoneksi. Pemerintah dan BRTI memberikan waktu kepada Telkom untuk membuka kode akses SLJJ Indosat di lima kota hingga 30 Oktober 2007 ini.
(nik/nrl)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 08:16 WIB
DPP PD Tindaklanjuti Rekomendasi DK Soal Pemecatan Kader Bermasalah
-
Senin, 13/02/2012 08:14 WIB
Kecelakaan Beruntun 4 Mobil di Tol Jagorawi
-
Senin, 13/02/2012 08:10 WIB
Marak Kecelakaan, Kemenhub Kumpulkan Semua Perusahaan Bus Hari Ini
-
Senin, 13/02/2012 08:00 WIB
Kecepatan Bus Mira Saat Tabrakan di Jalur Ngawi-Madiun 100 Km/jam
-
Senin, 13/02/2012 07:51 WIB
Anggota Komisi III DPR: Kembalikan Sampah Beracun ke Negara Pengirim
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 07:44 WIB
Ruang Banggar Digeledah KPK, Sutan: Ngeri-ngeri Sedap Barang Tuh!
-
Senin, 13/02/2012 07:34 WIB
Danau 'Ajaib' Jebol, Dusun Mamua Maluku Tengah Tersapu Air Bah
-
Senin, 13/02/2012 07:30 WIB
Bus Mira Banting Stir Hindari Truk Trailer di Jalur Ngawi-Madiun
-
599 Komentar
-
509 Komentar
-
384 Komentar
-
251 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

