Dilibas Pasar Modern, 8 Pasar Tradisional di Jakarta Sekarat
Rabu, 20/02/2008 17:12 WIB
Jakarta -
8 Pasar tradisional di Jakarta tidak berfungsi karena kalah bersaing dengan pasar modern. Kebanyakan para pedagang gulung tikar akibat sepi pembeli.
"Umumnya pedagang itu dagangannya tidak laris, jadi pada ninggalin dagangan mereka," kata Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Hasan Basri di Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan,
Rabu (20/2/2008).
Dia menjelaskan, dari 151 pasar yang terdata pada 2005, terdapat 8 pasar tradisional di Jakarta yang tidak berfungsi lagi. Pasar tersebut antara lain Pasar Blora, Pasar Cipinang Baru, Pasar Kramat Jaya, Pasar Cilincing, Pasar Muncang, Pasar Prumpung Tengah, Pasar Sinar Utara, dan Pasar Karet Padurenan.
"Sekarang tingkat hunian pasar turun 40-60 persen. Misalnya, kalau 3 lantai, yang terisi hanya 2 lantai," tambahnya.
Pasar-pasar yang tingkat huniannya makin melorot adalah Pasar Kebon Jati, Pasar Mampang, Pasar Serdang, dan Pasar Grogol. Anjloknya tingkat hunian itu akibat adanya persaingan barang impor yang banyak dijual di pasar modern.
Selain itu di Pasar Tanah Abang, Cipulir, dan Jatinegara, sebanyak 60 persen produk yang dijual dikuasai barang impor.
"Ini kebijakan yang tidak pas dalam Perpres No 1112/2007 tentang Pembinaan Pasar Tradisional, Pasar Modern, dan Toko Modern. Perpres itu bagi kita justru melegitimasi keberadaan pasar modern, kita cuma mengacu berdasar peraturan yang ada," urainya.
Sementara Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat ditanya mengenai lebih banyaknya pasar modern yang mendominasi pasar-pasar di Jakarta mengelak akibat kebijakan yang dibuatnya. (ndr/umi)
"Umumnya pedagang itu dagangannya tidak laris, jadi pada ninggalin dagangan mereka," kata Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Hasan Basri di Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan,
Rabu (20/2/2008).
Dia menjelaskan, dari 151 pasar yang terdata pada 2005, terdapat 8 pasar tradisional di Jakarta yang tidak berfungsi lagi. Pasar tersebut antara lain Pasar Blora, Pasar Cipinang Baru, Pasar Kramat Jaya, Pasar Cilincing, Pasar Muncang, Pasar Prumpung Tengah, Pasar Sinar Utara, dan Pasar Karet Padurenan.
"Sekarang tingkat hunian pasar turun 40-60 persen. Misalnya, kalau 3 lantai, yang terisi hanya 2 lantai," tambahnya.
Pasar-pasar yang tingkat huniannya makin melorot adalah Pasar Kebon Jati, Pasar Mampang, Pasar Serdang, dan Pasar Grogol. Anjloknya tingkat hunian itu akibat adanya persaingan barang impor yang banyak dijual di pasar modern.
Selain itu di Pasar Tanah Abang, Cipulir, dan Jatinegara, sebanyak 60 persen produk yang dijual dikuasai barang impor.
"Ini kebijakan yang tidak pas dalam Perpres No 1112/2007 tentang Pembinaan Pasar Tradisional, Pasar Modern, dan Toko Modern. Perpres itu bagi kita justru melegitimasi keberadaan pasar modern, kita cuma mengacu berdasar peraturan yang ada," urainya.
Sementara Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo saat ditanya mengenai lebih banyaknya pasar modern yang mendominasi pasar-pasar di Jakarta mengelak akibat kebijakan yang dibuatnya. (ndr/umi)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 09:20 WIB
CCTV Indomaret Merekam Detik-detik Bus Karunia Bakti Nyungsep
-
Minggu, 12/02/2012 09:02 WIB
Mutu Transportasi Umum Buruk, Masyarakat Terjebak Dalam Posisi Sulit
-
Minggu, 12/02/2012 08:50 WIB
Lokasi Kecelakaan Bus Maut Dipadati Warga, Lalin ke Puncak Tersendat
-
Minggu, 12/02/2012 08:35 WIB
Menteri Pertanian Suswono Sentil PPL PNS yang Pemalas
-
Minggu, 12/02/2012 08:05 WIB
YLKI: Santunan Rp 25 Juta Bagi Korban Bus Karunia Bakti Tak Cukup
-
Minggu, 12/02/2012 08:50 WIB
Lokasi Kecelakaan Bus Maut Dipadati Warga, Lalin ke Puncak Tersendat
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 09:02 WIB
Mutu Transportasi Umum Buruk, Masyarakat Terjebak Dalam Posisi Sulit
-
457 Komentar
-
413 Komentar
-
367 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

