Lobang Jepang Bukittinggi 2
21 Lorong Penuh Misteri
Sabtu, 29/03/2008 12:36 WIB
Foto: Budi Hartadi/detikcom
Bukittinggi -
Panas terik dan semilir angin cukup terasa di badan ketika berdiri di depan Lobang Jepang, Bukittinggi, Sumatera Barat. Di hadapan, terpampang 132 anak tangga menuju ke bawah. Terkesan pengap dan gelap jika tidak ada lampu di kanan kirinya.
Sebelum masuk, Andi pemandu setia kami, memberikan pengarahan. Katanya, di dalam sana terdapat 21 lorong yang terhubung satu dan lainnya. Rasa penasaran saya dan rombongan dari Semen Gresik semakin besar.
Kami akhirnya dipersilakan memasuki lobang. Tangga yang agak curam membuat kami harus berpegangan pada besi panjang yang terpancang sepanjang terowongan. Sebelum tiba di lorong pertama, kami harus menuruni anak tangga sepanjang kurang lebih 250 meter.
Setelah anak tangga terkahir kami lalui, kami langsung disambut lorong pertama. Lorong pertama ini merupakan tempat tentara Jepang menyimpan amunisi.
"Lorong tempat penyimpanan amunisi berjumlah 6 buah. Sedangkan sisanya yang 15 masih berada di dalam," ujar Andi penuh semangat saat memberikan panduan pada kami.
Setelah puas melihat 6 lorong penyimpanan amunisi, kami kembali melanjutkan perjalanan ke dalam lorong yang memiliki lebar 2 meter dengan tinggi lorong jugasekitar 2 meter. Meski lorong ini dalam dan panjang, namun sirkulasi udara yang ada di dalam lubang sangat baik.
Tidak berapa lama melangkah, kami pun tiba di lorong-lorong selanjutnya yang berjumlah 15 buah. Lorong ini fungsi berbeda-beda pula.
Ada lorong yang difungsikan sebagai tempat makan, lorong tempat duduk, lorong tempat tidur tentara Jepang, ruang sidang, ruang interogasi bagi penduduk Indonesia yang diculik, lorong pelarian, serta ruang dapur yang fungsi sebenarnya digunakan tempat pembantaian para romusa yang membangkang bekerja.
Menurut penurutan Andi, lubang pembantaian ini menjadi misteri tersendiri karena berapa banyak romusa yang telah dibantai tentara Jepang hingga kini masih belum diketahui.
Dari pengamatan detikcom, di dalam lorong pembantaian ini terdapat dua lubang dengan diameter kurang dari 1 meter. Lubang pertama yang berada di atas, dikhususkan untuk mengintai penduduk Indonesia yang akan mereka culik dan dirampas hasil pertaniannya.
Sedangkan lubang berukuran sama yang berada di pojok bawah lorong difungsikan sebagai tempat pembuangan mayat para romusa. Mayat-mayat para romusa yang menolak bekerja, dibantai oleh tentara Jepang di tempat ini dan mayatnya kemudian dibuang lewat lubang ini. Lubang pembuangan mayat ini tepat berada di penggir jurang dan mayat langsung jatuh ke aliran Sungai Ngarai Shianok. Sehingga mayat-mayat para romusa tidak pernah ditemukan karena hanyut terbawa aliran sungai.
(bdh/ana)
Sebelum masuk, Andi pemandu setia kami, memberikan pengarahan. Katanya, di dalam sana terdapat 21 lorong yang terhubung satu dan lainnya. Rasa penasaran saya dan rombongan dari Semen Gresik semakin besar.
Kami akhirnya dipersilakan memasuki lobang. Tangga yang agak curam membuat kami harus berpegangan pada besi panjang yang terpancang sepanjang terowongan. Sebelum tiba di lorong pertama, kami harus menuruni anak tangga sepanjang kurang lebih 250 meter.
Setelah anak tangga terkahir kami lalui, kami langsung disambut lorong pertama. Lorong pertama ini merupakan tempat tentara Jepang menyimpan amunisi.
"Lorong tempat penyimpanan amunisi berjumlah 6 buah. Sedangkan sisanya yang 15 masih berada di dalam," ujar Andi penuh semangat saat memberikan panduan pada kami.
Setelah puas melihat 6 lorong penyimpanan amunisi, kami kembali melanjutkan perjalanan ke dalam lorong yang memiliki lebar 2 meter dengan tinggi lorong jugasekitar 2 meter. Meski lorong ini dalam dan panjang, namun sirkulasi udara yang ada di dalam lubang sangat baik.
Tidak berapa lama melangkah, kami pun tiba di lorong-lorong selanjutnya yang berjumlah 15 buah. Lorong ini fungsi berbeda-beda pula.
Ada lorong yang difungsikan sebagai tempat makan, lorong tempat duduk, lorong tempat tidur tentara Jepang, ruang sidang, ruang interogasi bagi penduduk Indonesia yang diculik, lorong pelarian, serta ruang dapur yang fungsi sebenarnya digunakan tempat pembantaian para romusa yang membangkang bekerja.
Menurut penurutan Andi, lubang pembantaian ini menjadi misteri tersendiri karena berapa banyak romusa yang telah dibantai tentara Jepang hingga kini masih belum diketahui.
Dari pengamatan detikcom, di dalam lorong pembantaian ini terdapat dua lubang dengan diameter kurang dari 1 meter. Lubang pertama yang berada di atas, dikhususkan untuk mengintai penduduk Indonesia yang akan mereka culik dan dirampas hasil pertaniannya.
Sedangkan lubang berukuran sama yang berada di pojok bawah lorong difungsikan sebagai tempat pembuangan mayat para romusa. Mayat-mayat para romusa yang menolak bekerja, dibantai oleh tentara Jepang di tempat ini dan mayatnya kemudian dibuang lewat lubang ini. Lubang pembuangan mayat ini tepat berada di penggir jurang dan mayat langsung jatuh ke aliran Sungai Ngarai Shianok. Sehingga mayat-mayat para romusa tidak pernah ditemukan karena hanyut terbawa aliran sungai.
(bdh/ana)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
438 Komentar
-
377 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

