Laporan dari ISSM XI, Delft
Pembangunan Berkelanjutan, Belajar dari Krisis 1997
Jumat, 16/05/2008 19:30 WIB
J.E Habibie pada ISSM Edisi XI (Foto: E. Santosa/detikcom)
Delft -
Krisis multidimensi yang menerpa Indonesia sejak 1997 itu akibat pembangunan terfokus pada pertumbuhan ekonomi, tak mengindahkan pembangunan berkelanjutan. Sebuah pelajaran berharga.
Hal itu disampaikan Dubes RI Luarbiasa Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda J.E Habibie dalam sambutan pembukaan perhelatan ilmiah pelajar dan profesional Indonesian Students' Scientific Meeting 2008 (ISSM 2008) di Delft University of Technology (TU Delft), 13-15 Mei 2008.
ISSM 2008 ini sekaligus memperingati 100th Kebangkitan Nasional, diselenggarakan oleh Institute for Science and Technology Studies (Istecs) Chapter Netherlands dan EU, PPI Delft serta PPI Wageningen, bekerjasama dengan TU Delft, CICAT, SNC dan KBRI Den Haag.
Habibie memaparkan kembali betapa krisis ekologi yang dihadapi Indonesia saat itu, antara lain kebakaran hutan yang menimbulkan gangguan asap lintas batas di kawasan, krisis ekonomi dan keuangan, disusul krisis sosial politik.
"Dampak dari krisis tersebut masih terlihat sampai sekarang dan menghambat pembangunan," ujar Habibie.
Dikatakan, bahwa pelajaran dari masa lalu karena pembangunan tidak mengindahkan prinsip berkelanjutan itu antara lain kemiskinan yang justru meningkat. Selain itu juga kerusakan lingkungan. "Hanya pada tahun 2000 saja Indonesia mengalami kerugian setara 10% GDP akibat bencana alam," tandas Habibie.
Selanjutnya, ketiadaan good governance telah membangkitkan sentimen regional yang kadang-kadang menyebabkan keresahan sosial. Ini berkontribusi negatif bagi proses pembangunan nasional yang damai. Kemudian, globalisasi. Krisis Indonesia merupakan contoh bagaimana ekonomi negara sangat dipengaruhi oleh globalisasi ekonomi, termasuk liberalisasi sektor keuangan.
Namun demikian, menurut Habibie, di sisi lain terjadi perkembangan positif sebagai hasil dari krisis tersebut. Reformasi menjanjikan semangat masyarakat madani dan kesadaran akan pemerintahan yang bersih dan baik. "Demokrasi berkembang meskipun masih banyak hambatan, dan aspirasi publik didengar," demikian Habibie.
(es/es)
Hal itu disampaikan Dubes RI Luarbiasa Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda J.E Habibie dalam sambutan pembukaan perhelatan ilmiah pelajar dan profesional Indonesian Students' Scientific Meeting 2008 (ISSM 2008) di Delft University of Technology (TU Delft), 13-15 Mei 2008.
ISSM 2008 ini sekaligus memperingati 100th Kebangkitan Nasional, diselenggarakan oleh Institute for Science and Technology Studies (Istecs) Chapter Netherlands dan EU, PPI Delft serta PPI Wageningen, bekerjasama dengan TU Delft, CICAT, SNC dan KBRI Den Haag.
Habibie memaparkan kembali betapa krisis ekologi yang dihadapi Indonesia saat itu, antara lain kebakaran hutan yang menimbulkan gangguan asap lintas batas di kawasan, krisis ekonomi dan keuangan, disusul krisis sosial politik.
"Dampak dari krisis tersebut masih terlihat sampai sekarang dan menghambat pembangunan," ujar Habibie.
Dikatakan, bahwa pelajaran dari masa lalu karena pembangunan tidak mengindahkan prinsip berkelanjutan itu antara lain kemiskinan yang justru meningkat. Selain itu juga kerusakan lingkungan. "Hanya pada tahun 2000 saja Indonesia mengalami kerugian setara 10% GDP akibat bencana alam," tandas Habibie.
Selanjutnya, ketiadaan good governance telah membangkitkan sentimen regional yang kadang-kadang menyebabkan keresahan sosial. Ini berkontribusi negatif bagi proses pembangunan nasional yang damai. Kemudian, globalisasi. Krisis Indonesia merupakan contoh bagaimana ekonomi negara sangat dipengaruhi oleh globalisasi ekonomi, termasuk liberalisasi sektor keuangan.
Namun demikian, menurut Habibie, di sisi lain terjadi perkembangan positif sebagai hasil dari krisis tersebut. Reformasi menjanjikan semangat masyarakat madani dan kesadaran akan pemerintahan yang bersih dan baik. "Demokrasi berkembang meskipun masih banyak hambatan, dan aspirasi publik didengar," demikian Habibie.
(es/es)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
Senin, 13/02/2012 00:25 WIB
Kemenkum HAM Siap Bantu Masa Pasca Rehabilitasi Pecandu Narkoba
-
Minggu, 12/02/2012 23:39 WIB
DPP Siap Laksanakan Rekomendasi DK Soal Kader PD yang Layak Dipecat
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
594 Komentar
-
501 Komentar
-
384 Komentar
-
208 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

