
LIPI: Unsur Hidrogen Jadi Kunci Energi Bahan Bakar Air
Jumat, 23/05/2008 09:35 WIB
SBY memamerkan temuan Joko Suprapto pada para pembantunya 25 November 2007 (presidensby.info)
Jakarta -
Blue energy atau bahan bakar dari air yang dipopulerkan Joko Suprapto yang kini raib, bukanlah hal yang mustahil. Kunci bahan bakar itu ada pada unsur hidrogen yang berpotensi menghasilkan energi.
Penjelasan bahan bakar air yang bisa menjadi energi tersebut dijelaskan Deputi Jasa Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Jan Sopaheluwakan ketika dihubungi detikcom, Jumat (23/5/2008).
"Bisa saja dari air. Saya yakin diurai dulu menjadi hidrogen," ujar Jan.
Jan menambahkan, proses air yang diubah menjadi energi ini sudah dilihatnya dikembangkan beberapa pakar di Jepang dan India. Prosesnya, air ditambahkan ke suatu proses pembakaran. Air dimasukkan ke dalam tangki, melalui proses tekanan dipisahkan menjadi oksigen dan hidrogen. Hidrogen akan menghasilkan pembakaran internal yang bisa menggerakkan piston.
"Pembakaran internal dalam mesin yang tadinya menggunakan BBM dan kemudian BBM memicu busi membakar dan membuat piston bergerak. Proses (BBM) itu diganti dengan hidrogen," kata dia.
Tak hanya air tawar, Jan pun menjelaskan air laut bisa dijadikan bahan bakar melalui proses desalinasi (menghilangkan unsur garam). "Air laut bertahap. Desalinasi reverse osmosis menjadi air tawar. Air tawar kita uraikan menjadi hidrogen dan oksigen," kata Jan.
Jan pun mencontohkan bagaimana hebatnya tenaga hidrogen, bila bertemu dengan oksigen, bisa menghasilkan energi seperti bom atom. "Terjadi pertemuan H2 dan 02. Kenapa bom hidrogen terjadi, karena hidrogen bertemu oksigen dari udara," kata dia.
BBM yang selama ini digunakan, imbuhnya, mempunyai unsur hidrokarbon (CH). Jadi kalau hidrogen yang dipisahkan itu diberi unsur karbon, bukan mustahil bisa menjadi seperti bensin yang punya oktan tinggi.
"Karbon bisa dari CO2 yang dikeluarkan dari gas knalpot atau pabrik. Nanti bereaksi dengan hidrogen menjadi rantai hidrokarbon. Sesuai hukum kekekalan energi, energi itu bisa diubah bukan diciptakan," ujar dia.
Yang menjadi masalah, lanjut dia, adalah memisahkan unsur hidrogen itu dari unsur lain untuk diubah menjadi energi. Kendati, hidrogen merupakan unsur yang paling banyak terdapat
di atmosfer.
"Tapi nggak bisa didapatkan dalam unsur bebas di udara. Memisahkan hidrogen itu butuh tenaga besar," imbuh Jan.
Memisahkan hidrogen itu, bisa menggunakan tenaga Matahari atau dengan memanfaatkan perbedaan temperatur air laut yang menghasilkan perbedaan panas yang bisa diubah menjadi energi listrik.
"Tapi memang kita perlu mendorong secara besar-besaran hidrogen sebagai bahan bakar untuk menghasilkan listrik maupun untuk internal combustion," kata dia. (nwk/nrl)
Penjelasan bahan bakar air yang bisa menjadi energi tersebut dijelaskan Deputi Jasa Ilmiah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Dr Jan Sopaheluwakan ketika dihubungi detikcom, Jumat (23/5/2008).
"Bisa saja dari air. Saya yakin diurai dulu menjadi hidrogen," ujar Jan.
Jan menambahkan, proses air yang diubah menjadi energi ini sudah dilihatnya dikembangkan beberapa pakar di Jepang dan India. Prosesnya, air ditambahkan ke suatu proses pembakaran. Air dimasukkan ke dalam tangki, melalui proses tekanan dipisahkan menjadi oksigen dan hidrogen. Hidrogen akan menghasilkan pembakaran internal yang bisa menggerakkan piston.
"Pembakaran internal dalam mesin yang tadinya menggunakan BBM dan kemudian BBM memicu busi membakar dan membuat piston bergerak. Proses (BBM) itu diganti dengan hidrogen," kata dia.
Tak hanya air tawar, Jan pun menjelaskan air laut bisa dijadikan bahan bakar melalui proses desalinasi (menghilangkan unsur garam). "Air laut bertahap. Desalinasi reverse osmosis menjadi air tawar. Air tawar kita uraikan menjadi hidrogen dan oksigen," kata Jan.
Jan pun mencontohkan bagaimana hebatnya tenaga hidrogen, bila bertemu dengan oksigen, bisa menghasilkan energi seperti bom atom. "Terjadi pertemuan H2 dan 02. Kenapa bom hidrogen terjadi, karena hidrogen bertemu oksigen dari udara," kata dia.
BBM yang selama ini digunakan, imbuhnya, mempunyai unsur hidrokarbon (CH). Jadi kalau hidrogen yang dipisahkan itu diberi unsur karbon, bukan mustahil bisa menjadi seperti bensin yang punya oktan tinggi.
"Karbon bisa dari CO2 yang dikeluarkan dari gas knalpot atau pabrik. Nanti bereaksi dengan hidrogen menjadi rantai hidrokarbon. Sesuai hukum kekekalan energi, energi itu bisa diubah bukan diciptakan," ujar dia.
Yang menjadi masalah, lanjut dia, adalah memisahkan unsur hidrogen itu dari unsur lain untuk diubah menjadi energi. Kendati, hidrogen merupakan unsur yang paling banyak terdapat
di atmosfer.
"Tapi nggak bisa didapatkan dalam unsur bebas di udara. Memisahkan hidrogen itu butuh tenaga besar," imbuh Jan.
Memisahkan hidrogen itu, bisa menggunakan tenaga Matahari atau dengan memanfaatkan perbedaan temperatur air laut yang menghasilkan perbedaan panas yang bisa diubah menjadi energi listrik.
"Tapi memang kita perlu mendorong secara besar-besaran hidrogen sebagai bahan bakar untuk menghasilkan listrik maupun untuk internal combustion," kata dia. (nwk/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 17:25 WIB
Terlibat Bentrokan di Tanah Kusir, 8 Orang Diamankan Polisi
-
Senin, 13/02/2012 17:22 WIB
Kemenhub Audit Armada Bus yang Kerap Alami Kecelakaan
-
Senin, 13/02/2012 17:18 WIB
Besok, DPP PD Gelar Pleno Soal Pemecatan Kader Bermasalah
-
Senin, 13/02/2012 17:15 WIB
PNS Wajib Lapor Kekayaan, MenPAN: Harta Saya Rp 20 Miliar
-
Senin, 13/02/2012 17:12 WIB
Penumpang Meninggal di Angkot Ciputat
-
Senin, 13/02/2012 15:51 WIB
Menko Polhukam: Ditolak di Palangkaraya, FPI Harus Introspeksi
-
Senin, 13/02/2012 15:45 WIB
Demi Gadis, Pria Tua Tinggalkan Istri yang Sakit Kanker
-
Senin, 13/02/2012 15:03 WIB
Indomaret: Kami Tidak Jual Paket Coklat Bonus Kondom
-
Senin, 13/02/2012 16:54 WIB
Dikecam Soal Deportasi Penghina Nabi Muhammad, Malaysia Membela Diri
-
656 Komentar
-
538 Komentar
-
435 Komentar
-
385 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,404.000
- Rp 598.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

