Studi: Dyscalculia Lebih Sering Terjadi daripada Dyslexia

Ken Yunita - detikNews
Sabtu, 14/06/2008 06:48 WIB
Jakarta - Dyscalculia atau kondisi kesulitan mengenal angka lebih sering terjadi daripada dyslexia atau kesulitan membaca. Sebuah penelitian baru di Kuba menemukan, sekitar 6 persen anak-anak menunjukkan gejala dyscalculia.

Sementara itu gejala dyslexia terjadi pada sekitar 4 persen anak. Demikian penelitian yang dipimpin oleh seorang profesor asal London, Brian Butterworth seperti dilansir ABCnews, Sabtu (14/6/2008).

Menurut Butterworth, anak-anak yang mengalami gejala dyscalculia akan sangat lemah mengenal angka. Parahnya, kondisi ini luput dari perhatian para guru di sekolah.

Penderita dyscalculia, lanjutnya, cenderung memiliki emosi yang buruk. Mereka juga kesulitan menggambarkan rangkaian angka dan berlalunya waktu.

"Mereka bermasalah dengan waktu, uang dan bahkan kalkulasi yang sederhana," kata Butterworth.

Namun penelitian oleh ilmuwan Inggris dan Amerika Serikat menyebut, penderita dyscalculia memiliki kemampuan berbahasa lebih baik. Selain itu, mereka juga akan menonjol dalam seni dan bahkan beberapa aspek matematika. (ken/ken)

Share:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel