Perdagangan Satwa Liar di Sumut Makin Marak
Kamis, 19/06/2008 00:21 WIB
Jakarta -
Perdagangan satwa liar yang dilindungi tampaknya tidak bisa distop. Di Sumatera Utara fenomena itu bahkan makin marak. Tahun 2007 lalu saja, sedikitnya 10 ribu ekor satwa liar diperdagangkan secara bebas di daerah itu.
Investigasi yang dilakukan Pro Fauna Indonesia (PFI) bersama International Fund For Animal Welfare (IFAW) mencatat, satwa liar itu dijual di pasar lokal hingga ke luar negeri.
Campaign Officer PFI Asep R. Purnama mengatakan, maraknya perdagangan satwa liar tidak terlepas dari keterlibatan oknum BKSDA Departemen Kehutanan Provinsi Sumut. Mereka sering memalsukan surat ijin angkut satwa.
"Oknum BKSDA biasanya mengeluarkan surat pengantar yang menyebutkan satwa yang akan diangkut bukan satwa liar di dalam surat izin angkut tumbuhan dan satwa liar," kata Asep di Hotel Garuda Plaza, Medan, Kamis (18/6/2008).
Menurut Asep, hasil investigasi juga menyebutkan pusat perdagangan satwa liar di Medan berada di kawasan Jl Bintang. Pasar ini menjual berbagai jenis satwa antara lain elang, kakaktua, kukang, owa, dan beruang madu. Harganya pun bervariasi, mulai Rp 100 ribu hingga Rp 1,5 juta per ekor.
Asep mengatakan, pasar Bintang juga berperan sebagai penyuplai untuk Pasar Burung Pramuka di Jakarta. Setiap 2 minggu sekali, pedagang bisa mengirim sedikitnya 300 ekor satwa ke Jakarta via bandara Polonia Medan.
Sedangkan untuk luar negeri, perdagangan satwa liar merambah ke Singapura dan Malaysia. Pengiriman dilakukan dengan cara diselundupkan melalui bandara Polonia, Pelabuhan Belawan, Tanjung Balai Asahan, Batam dan Kuala Tungkal, dan Jambi.
Khusus di bandara Polonia, pelaku menempatkan barang dagangannya di bercampur dengan satwa lain yang tidak dilindungi. Agar tidak mencurigakan, operasi pengiriman biasanya dilakukan pada malam hari.
Staf khusus Menhut Irwansyah mengatakan, pihaknya akan menindak tegas oknum yang terlibat dalam penyeludupan satwa liar. Selain itu dia juga akan memeriksa Pasar Burung di kawasan Jl Bintang Medan. (rul/irw)
Investigasi yang dilakukan Pro Fauna Indonesia (PFI) bersama International Fund For Animal Welfare (IFAW) mencatat, satwa liar itu dijual di pasar lokal hingga ke luar negeri.
Campaign Officer PFI Asep R. Purnama mengatakan, maraknya perdagangan satwa liar tidak terlepas dari keterlibatan oknum BKSDA Departemen Kehutanan Provinsi Sumut. Mereka sering memalsukan surat ijin angkut satwa.
"Oknum BKSDA biasanya mengeluarkan surat pengantar yang menyebutkan satwa yang akan diangkut bukan satwa liar di dalam surat izin angkut tumbuhan dan satwa liar," kata Asep di Hotel Garuda Plaza, Medan, Kamis (18/6/2008).
Menurut Asep, hasil investigasi juga menyebutkan pusat perdagangan satwa liar di Medan berada di kawasan Jl Bintang. Pasar ini menjual berbagai jenis satwa antara lain elang, kakaktua, kukang, owa, dan beruang madu. Harganya pun bervariasi, mulai Rp 100 ribu hingga Rp 1,5 juta per ekor.
Asep mengatakan, pasar Bintang juga berperan sebagai penyuplai untuk Pasar Burung Pramuka di Jakarta. Setiap 2 minggu sekali, pedagang bisa mengirim sedikitnya 300 ekor satwa ke Jakarta via bandara Polonia Medan.
Sedangkan untuk luar negeri, perdagangan satwa liar merambah ke Singapura dan Malaysia. Pengiriman dilakukan dengan cara diselundupkan melalui bandara Polonia, Pelabuhan Belawan, Tanjung Balai Asahan, Batam dan Kuala Tungkal, dan Jambi.
Khusus di bandara Polonia, pelaku menempatkan barang dagangannya di bercampur dengan satwa lain yang tidak dilindungi. Agar tidak mencurigakan, operasi pengiriman biasanya dilakukan pada malam hari.
Staf khusus Menhut Irwansyah mengatakan, pihaknya akan menindak tegas oknum yang terlibat dalam penyeludupan satwa liar. Selain itu dia juga akan memeriksa Pasar Burung di kawasan Jl Bintang Medan. (rul/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
Senin, 13/02/2012 00:25 WIB
Kemenkum HAM Siap Bantu Masa Pasca Rehabilitasi Pecandu Narkoba
-
Minggu, 12/02/2012 23:39 WIB
DPP Siap Laksanakan Rekomendasi DK Soal Kader PD yang Layak Dipecat
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 00:44 WIB
Hujan Deras Selama 3 Jam, Sebagian Wilayah Jakarta Tergenang
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
594 Komentar
-
501 Komentar
-
384 Komentar
-
208 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

