Pengobatan Mak Erot yang Melegenda
Kamis, 10/07/2008 14:29 WIB
(sumber: indospiritual.com)
Sukabumi -
Soal 'menyulap' ukuran penis, nama Mak Erot sudah menjadi jaminan mutu. Di tangannya, konon, alat vital pria bisa diubah menjadi lebih besar dari sebelumnya.
Hebatnya lagi, sang pasien bisa menentukan ukuran yang mereka mau, baik diameter maupun panjangnya. Inilah yang membuat banyak pria yang kurang puas dengan 'miliknya' menjadi pasien Mak Erot.
Soal ukuran ini, Mak Erot menggunakan leumeung (sejenis ketan berbentuk bulat panjang) sebagai katalog. Ukuran leumeung itu bervariasi, mulai diameter 5 cm dengan panjang 20 cm. Ukuran paling besar adalah diameter 8 cm dan panjang 21 cm. Para pasien dipersilakan untuk memilih mana ukuran yang mereka inginkan dengan menunjuk leumeung-leumeung tersebut.
Setelah pasien menentukan pilihannya, maka proses 'pengobatan' pun dilakukan. Tidak ada alat bantu yang digunakan. Pasien hanya diminta berbaring untuk dipijat.
Proses pemijatan tidak berlangsung lama, hanya sekitar 15 menit. Setelah itu, Mak Erot akan memberikan air putih yang telah diberikan mantera dan kemudian memakan leumeung tersebut. Leumeung itu harus dimakan langsung sampai habis.
Pasien selanjutnya diberikan minyak untuk dioleskan di alat kelaminnya. Untuk hasil yang maksimal, pasien biasanya dilarang melakukan hubungan seks sekitar 1 minggu.
Namun, kini Mak Erot telah meninggal sekitar seminggu yang lalu. Kematian Mak Erot membuat banyak orang kaget. Mereka berdatangan untuk melayat ke kediaman Mak Erot di Desa Caringin, Cisolok, Sukabumi.
Meski Mak Erot meninggal, namun kisah pengobatan Mak Erot bisa jadi akan terus berlanjut. Sebab, saat ini sudah banyak pihak yang melakukan pengobatan sejenis dengan mengklaim sebagai anak dan cucu Mak Erot. Karya Mak Erot sepertinya tetap akan melegenda.
(djo/asy)
Hebatnya lagi, sang pasien bisa menentukan ukuran yang mereka mau, baik diameter maupun panjangnya. Inilah yang membuat banyak pria yang kurang puas dengan 'miliknya' menjadi pasien Mak Erot.
Soal ukuran ini, Mak Erot menggunakan leumeung (sejenis ketan berbentuk bulat panjang) sebagai katalog. Ukuran leumeung itu bervariasi, mulai diameter 5 cm dengan panjang 20 cm. Ukuran paling besar adalah diameter 8 cm dan panjang 21 cm. Para pasien dipersilakan untuk memilih mana ukuran yang mereka inginkan dengan menunjuk leumeung-leumeung tersebut.
Setelah pasien menentukan pilihannya, maka proses 'pengobatan' pun dilakukan. Tidak ada alat bantu yang digunakan. Pasien hanya diminta berbaring untuk dipijat.
Proses pemijatan tidak berlangsung lama, hanya sekitar 15 menit. Setelah itu, Mak Erot akan memberikan air putih yang telah diberikan mantera dan kemudian memakan leumeung tersebut. Leumeung itu harus dimakan langsung sampai habis.
Pasien selanjutnya diberikan minyak untuk dioleskan di alat kelaminnya. Untuk hasil yang maksimal, pasien biasanya dilarang melakukan hubungan seks sekitar 1 minggu.
Namun, kini Mak Erot telah meninggal sekitar seminggu yang lalu. Kematian Mak Erot membuat banyak orang kaget. Mereka berdatangan untuk melayat ke kediaman Mak Erot di Desa Caringin, Cisolok, Sukabumi.
Meski Mak Erot meninggal, namun kisah pengobatan Mak Erot bisa jadi akan terus berlanjut. Sebab, saat ini sudah banyak pihak yang melakukan pengobatan sejenis dengan mengklaim sebagai anak dan cucu Mak Erot. Karya Mak Erot sepertinya tetap akan melegenda.
(djo/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 05:40 WIB
Truk Tronton Terperosok Gorong-gorong di Jl Raya Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
444 Komentar
-
389 Komentar
-
357 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

