
Penasaran Soal Ahmadiyah, Dubes UNI Eropa Datangi Menag
Kamis, 10/07/2008 16:34 WIB
Jakarta -
Maraknya pemberitaan soal Ahdmadiyah di Indonesia beberapa waktu lalu membuat para dubes Uni Eropa terpanggil untuk mengetahui akar permasalahannya. 15 Dubes Uni Eropa itu pun menemui Menag Maftuh Basyuni.
"Kami datang ke sini untuk mendapatkan informasi yang jelas serta latar belakang konflik Ahmadiyah juga langkah-langkah yang sudah diambil oleh pemerintah Indonesia terkait dengan pengamanan Ahmadiyah," kata Dubes Perancis untuk Indonesia Catherine Boivineau usai bertemu dengan Menag di Kantor Depag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (10/7/2008).
Catherine mengatakan, saat ini Indonesia oleh negara-negara Uni Eropa dianggap sebagai negara muslim terbesar di dunia yang sangat moderat dan sangat mengedepankan toleransi. "Oleh karena itu kita kaget melihat kasus Ahmadiyah. Ini kok bisa terjadi di Indonesia," kata Catherine.
Catherine dan para dubes lainnya pun senang setelah mendapatkan penjelasan gamblang dari Menag.
Sementara itu Menag Maftuh Basyuni menjelaskan langkah-langkah yang telah pemerintah lakukan untuk mengantisipasi kasus Ahmadiyah.
"Dalam menyikapi kasus Ahmadiyah ini pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang peringatan dan perintah kepada jemaat Ahmadiyah," ujar Menag.
Menag juga menegaskan, SKB tersebut bukan bentuk intervensi dari pemerintah terhadap keyakinan warga masyarakat. Melainkan upaya untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat yang terganggu karena adanya pertentangan dalam masyarakat akibat paham keagamaan yang menyimpang.
"Dalam mengatasi Ahmadiyah ini, kita juga mendasarkan pada kebebasan beragama sesuai dengan UU No 39/1999 tentang Hak Azazi Manusia," demikian Menag.
(nik/ana)
"Kami datang ke sini untuk mendapatkan informasi yang jelas serta latar belakang konflik Ahmadiyah juga langkah-langkah yang sudah diambil oleh pemerintah Indonesia terkait dengan pengamanan Ahmadiyah," kata Dubes Perancis untuk Indonesia Catherine Boivineau usai bertemu dengan Menag di Kantor Depag, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (10/7/2008).
Catherine mengatakan, saat ini Indonesia oleh negara-negara Uni Eropa dianggap sebagai negara muslim terbesar di dunia yang sangat moderat dan sangat mengedepankan toleransi. "Oleh karena itu kita kaget melihat kasus Ahmadiyah. Ini kok bisa terjadi di Indonesia," kata Catherine.
Catherine dan para dubes lainnya pun senang setelah mendapatkan penjelasan gamblang dari Menag.
Sementara itu Menag Maftuh Basyuni menjelaskan langkah-langkah yang telah pemerintah lakukan untuk mengantisipasi kasus Ahmadiyah.
"Dalam menyikapi kasus Ahmadiyah ini pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang peringatan dan perintah kepada jemaat Ahmadiyah," ujar Menag.
Menag juga menegaskan, SKB tersebut bukan bentuk intervensi dari pemerintah terhadap keyakinan warga masyarakat. Melainkan upaya untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat yang terganggu karena adanya pertentangan dalam masyarakat akibat paham keagamaan yang menyimpang.
"Dalam mengatasi Ahmadiyah ini, kita juga mendasarkan pada kebebasan beragama sesuai dengan UU No 39/1999 tentang Hak Azazi Manusia," demikian Menag.
(nik/ana)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 22:09 WIB
Direktur Keuangan Elnusa Divonis 8 Tahun Penjara
-
Senin, 13/02/2012 22:00 WIB
SBY: Keluarga Ibu Ani Hanya Nasabah, Tak Terkait Kasus Century
-
Senin, 13/02/2012 21:59 WIB
Soal Penuntasan Kasus Munir, SBY Serahkan ke MA
-
Senin, 13/02/2012 21:45 WIB
SBY: Pemerintah Dukung Proses Hukum Century, Tak Bawa ke Politik
-
Senin, 13/02/2012 21:43 WIB
SBY: FPI Harus Bertanya Kenapa Bisa Ditolak di Kalteng?
-
Senin, 13/02/2012 20:26 WIB
Nazaruddin Dipecat Setelah SBY Marah
-
Senin, 13/02/2012 17:42 WIB
Ditolak di Palangkaraya, FPI Polisikan Gubernur & Kapolda
-
Senin, 13/02/2012 20:47 WIB
Keluarga Nasrudin: Hanya Mukjizat yang Bisa Bebaskan Antasari
-
Senin, 13/02/2012 16:54 WIB
Dikecam Soal Deportasi Penghina Nabi Muhammad, Malaysia Membela Diri
-
620 Komentar
-
519 Komentar
-
439 Komentar
-
388 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,404.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

