Laporan dari AS
Freedom House dan Peta Kebebasan
Minggu, 20/07/2008 08:23 WIB
Washington -
Ada banyak lembaga di Amerika yang mensosialisasikan hak warga sipil akan kebebasan. Seperti Freedom House yang bukan hanya mensosialisasikan kebebasan untuk warga AS, tapi juga di berbagai negara di seluruh dunia. Freedom House adalah sebuah lembaga nirlaba berusia 60 tahun yang didirikan oleh Eleanor Roosevelt dan Wendell Willkie.
Dijelaskan oleh Daniel Calingaert, Deputi Program Freedom House, kepada detikcom yang diundang Deplu AS mengikuti International Visitor Leardership Program (IVLP) selama 3 minggu, bahwa sejak tahun 1973 Freedom House menerbitkan secara berkala setiap tahun Map of Freedom atau peta kebebasan, yang berisikan penilaian mengenai tingkat kebebasan di setiap negara di dunia.
Penilaian ditunjukkan dengan tiga warna,yaitu hijau, kuning, dan ungu. Warna hijau diberikan kepada negara yang dinilai sudah bebas (free), kuning untuk yang dianggap setengah bebas (partly free), sedangkan ungu untuk negara yang dipandang tidak bebas (not free).
"Penilaian ini dilakukan berdasarkan survei selama satu tahun pada periode tahun sebelumnya. Pada peta kebebasan tahun 2008 misalnya, peta yang menunjukkan wilayah negara Indonesia diwarnai hijau, yang berarti Indonesia dinilai merupakan negara yang bebas pada tahun 2008. Penilaian itu didapat dari hasil survei yang dilakukan selama tahun 2007, untuk memberi peringkat pada hak politik dan kebebasan sipil di 193 negara dan 15 wilayah terkait,' kata Daniel di kantornya di Conecticut Avenue Washington DC, Senin 14 Juli waktu setempat.
"Peringkat warna itu tidak selalu tetap, bisa naik atau pun turun, berdasarkan hasil penelitian selama tahun yang sedang berjalan atas apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sipil di negara yang bersangkutan," lanjutnya.
Negara yang ditandai warna kuning dinilai telah cukup bebas dalam persaingan politik, dengan iklim saling menghargai antara masyarakat sipil dan kebebasan kehidupan sipil yang sigifikan serta media yang independen.
Ada peta lain yang diterbitkan secara rutin oleh Freedom House sejak tahun 1980, yaitu Map of Press Freedom atau peta kebebasan pers. Bila peta kebebasan terbit di awal tahun, peta kebebasan pers diterbitkan pada bulan April setiap tahunnya. Bentuknya persis sama, dengan kategorisasi warna yang juga sama.
Dalam peta kebebasan pers tahun 2008 ini warna Indonesia adalah kuning, yang berarti setengah bebas. Dijelaskan di keterangan peta ini bahwa kriteria penilaian berdasarkan pada iklim hukum di mana media beroperasi, derajat kontrol politik terhadap pemberitaan media dan tekanan ekonomi pada urusan konten serta kekerasan pada kebebasan pers dari mulai pembunuhan wartawan sampai pada kekerasan dan pelecehan oleh negara ataupun non negara.
Dalam keterangan dalam websitenya, penelitian Freedom House tahun 2007 menyatakan bahwa kebebasan pers di Indonesia masih campuran antara bebas dan tidak, meskipun terlihat peningkatan yang berarti. Data dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang dikutip Freedom House mengatakan bahwa dari periode Agustus 2006 hingga Agustus 2007 telah terjadi 58 kasus kekerasan pada wartawan di Indonesia.
Angka itu memang menurun dibanding pada tahun sebelumnya sebanyak 61 kasus. Juga pasal tentang pencemaran nama baik dan fitnah juga menjadi batasan bagi para wartawan di Indonesia untuk menulis berita, karena ancaman tuntutan hukum bila hal itu dilanggar, menjadi penilaian Freedom House untuk menempatkan Indonesia pada tahun 2008 sebagai negara yang kebebasan persnya setengah bebas.
Seperti penilaian pada peta kebebasan, nilai pada peta kebebasan pers pun bisa naik atau pun turun setiap tahunnya, tergantung perbaikan atau penurunan kualitas kebebasan pers yang terjadi di setiap negara dalam tahun berjalan. (nrl/nrl)
Dijelaskan oleh Daniel Calingaert, Deputi Program Freedom House, kepada detikcom yang diundang Deplu AS mengikuti International Visitor Leardership Program (IVLP) selama 3 minggu, bahwa sejak tahun 1973 Freedom House menerbitkan secara berkala setiap tahun Map of Freedom atau peta kebebasan, yang berisikan penilaian mengenai tingkat kebebasan di setiap negara di dunia.
Penilaian ditunjukkan dengan tiga warna,yaitu hijau, kuning, dan ungu. Warna hijau diberikan kepada negara yang dinilai sudah bebas (free), kuning untuk yang dianggap setengah bebas (partly free), sedangkan ungu untuk negara yang dipandang tidak bebas (not free).
"Penilaian ini dilakukan berdasarkan survei selama satu tahun pada periode tahun sebelumnya. Pada peta kebebasan tahun 2008 misalnya, peta yang menunjukkan wilayah negara Indonesia diwarnai hijau, yang berarti Indonesia dinilai merupakan negara yang bebas pada tahun 2008. Penilaian itu didapat dari hasil survei yang dilakukan selama tahun 2007, untuk memberi peringkat pada hak politik dan kebebasan sipil di 193 negara dan 15 wilayah terkait,' kata Daniel di kantornya di Conecticut Avenue Washington DC, Senin 14 Juli waktu setempat.
"Peringkat warna itu tidak selalu tetap, bisa naik atau pun turun, berdasarkan hasil penelitian selama tahun yang sedang berjalan atas apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sipil di negara yang bersangkutan," lanjutnya.
Negara yang ditandai warna kuning dinilai telah cukup bebas dalam persaingan politik, dengan iklim saling menghargai antara masyarakat sipil dan kebebasan kehidupan sipil yang sigifikan serta media yang independen.
Ada peta lain yang diterbitkan secara rutin oleh Freedom House sejak tahun 1980, yaitu Map of Press Freedom atau peta kebebasan pers. Bila peta kebebasan terbit di awal tahun, peta kebebasan pers diterbitkan pada bulan April setiap tahunnya. Bentuknya persis sama, dengan kategorisasi warna yang juga sama.
Dalam peta kebebasan pers tahun 2008 ini warna Indonesia adalah kuning, yang berarti setengah bebas. Dijelaskan di keterangan peta ini bahwa kriteria penilaian berdasarkan pada iklim hukum di mana media beroperasi, derajat kontrol politik terhadap pemberitaan media dan tekanan ekonomi pada urusan konten serta kekerasan pada kebebasan pers dari mulai pembunuhan wartawan sampai pada kekerasan dan pelecehan oleh negara ataupun non negara.
Dalam keterangan dalam websitenya, penelitian Freedom House tahun 2007 menyatakan bahwa kebebasan pers di Indonesia masih campuran antara bebas dan tidak, meskipun terlihat peningkatan yang berarti. Data dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang dikutip Freedom House mengatakan bahwa dari periode Agustus 2006 hingga Agustus 2007 telah terjadi 58 kasus kekerasan pada wartawan di Indonesia.
Angka itu memang menurun dibanding pada tahun sebelumnya sebanyak 61 kasus. Juga pasal tentang pencemaran nama baik dan fitnah juga menjadi batasan bagi para wartawan di Indonesia untuk menulis berita, karena ancaman tuntutan hukum bila hal itu dilanggar, menjadi penilaian Freedom House untuk menempatkan Indonesia pada tahun 2008 sebagai negara yang kebebasan persnya setengah bebas.
Seperti penilaian pada peta kebebasan, nilai pada peta kebebasan pers pun bisa naik atau pun turun setiap tahunnya, tergantung perbaikan atau penurunan kualitas kebebasan pers yang terjadi di setiap negara dalam tahun berjalan. (nrl/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 05:40 WIB
Truk Tronton Terperosok Gorong-gorong di Jl Raya Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
443 Komentar
-
389 Komentar
-
355 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

