Polri Bongkar Pengolahan Trenggiling Terbesar di Asia
Kamis, 31/07/2008 05:09 WIB
Palembang -
Sebuah tempat pengolahan hewan trenggiling terbesar di Asia, yang terletak di Jalan Karya Baru RT 09/03, Kelurahan Alang- Alang Lebar, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, Rabu (30/07/2008) digerebek anggota Bareskrim Mabes Polri.
Dari lokasi, polisi menangkap 11 tersangka, 200 ton kulit, dan sisik trenggiling, serta sebuah mobil Kijang boks silver BG 9786 LN. Ke-11 tersangka berikut barang bukti hingga tadi malam diperiksa di Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Palembang.
Mereka yang tertangkap itu, termasuk bosnya atau cukong bernama E Kon Ceng alias Aseng, (29), warga Sepang, Malaysia. Selain itu, pemilik tempat pengolahan trenggiling Moris (54),warga Jalan Sukamaju; dan sejumlah pekerja gudang, yakni Edi Thamrin (40),warga Kilometer 14, Banyuasin; Firdaus Arifin (29),warga Kolonel Haji Burlian; Nurhudin (32); Syaifuddin (28),warga Jalan Kimarogan; Husin (45), warga Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan 5 Ulu; Supriyadi, (29), warga Pakjo Ujung; Ahmad Suud (32); Ermeliwati (20); Sukamto (22); dan Syukur (29).
Hingga semalam, ke-11 orang itu diperiksa di Poltabes Palembang, Jakabaring, Palembang. Yakni di ruangan Unit Pidana Ekonomi (Pidek),Unit Kendaraan Bermotor (Ranmor),dan Unit Pidana Umum (Pidum).
Penggerebekan dilakukan enam anggota Polri Rabu (30/07/2008) sekitar pukul 09.00 WIB. Di antaranya AKBP Arif Darmawan.
Meskipun tidak ada penjelasan dari penyidik Polri maupun Poltabes Palembang, kegiatan pengolahan trenggiling ilegal di Palembang ini terungkap setelah polisi dari Singapura berhasil menangkap trenggiling ilegal yang masuk ke negara itu belum lama ini. Selanjutnya, Kepolisian Negara Singapura melakukan koordinasi dengan Polri. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata trenggiling itu berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.
Didapatkan informasi, omzet yang bisa diraih pemilik pengolahan trenggiling itu dalam satu tahun bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Kulit trenggiling tersebut dipasarkan di kawasan Asia, di antaranya ke Singapura. Guna mengirim kulit satwa yang dilindungi tersebut, pemilik usaha ini menggunakan jalur Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, dan Pelabuhan Boom Baru.
Dalam sekali pengiriman, pemilik barang harus mengeluarkan biaya transportasi sebesar Rp100 juta.
Sementara Kapolda Sumsel Irjen Po lIto Sumardi ketika ditanya pers hanya berkomentar. "Jangan tanya saya, langsung tanya Kapoltabes," katanya. (tw/gah)
Dari lokasi, polisi menangkap 11 tersangka, 200 ton kulit, dan sisik trenggiling, serta sebuah mobil Kijang boks silver BG 9786 LN. Ke-11 tersangka berikut barang bukti hingga tadi malam diperiksa di Kepolisian Kota Besar (Poltabes) Palembang.
Mereka yang tertangkap itu, termasuk bosnya atau cukong bernama E Kon Ceng alias Aseng, (29), warga Sepang, Malaysia. Selain itu, pemilik tempat pengolahan trenggiling Moris (54),warga Jalan Sukamaju; dan sejumlah pekerja gudang, yakni Edi Thamrin (40),warga Kilometer 14, Banyuasin; Firdaus Arifin (29),warga Kolonel Haji Burlian; Nurhudin (32); Syaifuddin (28),warga Jalan Kimarogan; Husin (45), warga Jalan KH Wahid Hasyim, Kelurahan 5 Ulu; Supriyadi, (29), warga Pakjo Ujung; Ahmad Suud (32); Ermeliwati (20); Sukamto (22); dan Syukur (29).
Hingga semalam, ke-11 orang itu diperiksa di Poltabes Palembang, Jakabaring, Palembang. Yakni di ruangan Unit Pidana Ekonomi (Pidek),Unit Kendaraan Bermotor (Ranmor),dan Unit Pidana Umum (Pidum).
Penggerebekan dilakukan enam anggota Polri Rabu (30/07/2008) sekitar pukul 09.00 WIB. Di antaranya AKBP Arif Darmawan.
Meskipun tidak ada penjelasan dari penyidik Polri maupun Poltabes Palembang, kegiatan pengolahan trenggiling ilegal di Palembang ini terungkap setelah polisi dari Singapura berhasil menangkap trenggiling ilegal yang masuk ke negara itu belum lama ini. Selanjutnya, Kepolisian Negara Singapura melakukan koordinasi dengan Polri. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata trenggiling itu berasal dari Palembang, Sumatera Selatan.
Didapatkan informasi, omzet yang bisa diraih pemilik pengolahan trenggiling itu dalam satu tahun bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Kulit trenggiling tersebut dipasarkan di kawasan Asia, di antaranya ke Singapura. Guna mengirim kulit satwa yang dilindungi tersebut, pemilik usaha ini menggunakan jalur Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, dan Pelabuhan Boom Baru.
Dalam sekali pengiriman, pemilik barang harus mengeluarkan biaya transportasi sebesar Rp100 juta.
Sementara Kapolda Sumsel Irjen Po lIto Sumardi ketika ditanya pers hanya berkomentar. "Jangan tanya saya, langsung tanya Kapoltabes," katanya. (tw/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 11:02 WIB
Dua Ormas di Bali Bentrok, Mobil dan Rumah Dirusak
-
Minggu, 12/02/2012 10:52 WIB
Korban Kecelakaan Bus Karunia Bakti Sempat Minta Minuman ke Indomaret
-
Minggu, 12/02/2012 10:44 WIB
Penjambret BB Diringkus Warga di Stasiun Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 10:35 WIB
Anggota DPR: Harus Ada Audit Kelayakan Angkutan Umum
-
Minggu, 12/02/2012 10:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Sempat Kabur, Polisi Belum Temukan Unsur Kesengajaan
-
Minggu, 12/02/2012 09:20 WIB
CCTV Indomaret Merekam Detik-detik Bus Karunia Bakti Nyungsep
-
Minggu, 12/02/2012 10:30 WIB
Harakiri Ala Demokrat
-
Minggu, 12/02/2012 10:52 WIB
Korban Kecelakaan Bus Karunia Bakti Sempat Minta Minuman ke Indomaret
-
Minggu, 12/02/2012 10:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Sempat Kabur, Polisi Belum Temukan Unsur Kesengajaan
-
479 Komentar
-
434 Komentar
-
372 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

