Sejarawan Sangsikan Keaslian Supriyadi
Selasa, 12/08/2008 06:41 WIB
Supriyadi dalam lukisan yang beredar
Jakarta -
Pejuang Pembela Tanah Air (PETA) Supriyadi kembali muncul setelah berpuluh-puluh tahun menghilang. Dia muncul saat berlangsungnya bedah buku tentang Supriyadi di Semarang 8 Agustus lalu. Benarkah pria yang sudah berganti nama Andaryoko Wisnuprabu adalah Supriyadi, pahlawan PETA?
"Ada beberapa hal yang bertentangan dengan fakta historis. Kalau satu dua, nggak apa-apa, tapi kalau banyak, saya nggak yakin. Mungkin dia seorang PETA tapi bukan Supriyadi," ujar sejarawan Asvi Warman Adam dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (12/8/2008).
Menurut Asvi, kasus orang yang mengaku sebagai Supriyadi bukan hal baru. Menurutnya, pada saat pemerintah Indonesia dipimpin oleh Soeharto dan Try Soetrisno, ada juga orang yang mengaku sebagai Supriyadi.
"Pada waktu Try Soetrisno jadi wapres juga ada yang ngaku sebagai Supriyadi di Jogja. Pada saat itu, saudara tiri Supriyadi, Ki Hutomo Darmadi, diminta Try Soetrisno untuk menjajaki benar apa tidak. Dia datang ke Jogja dan memwawancarai orang itu dengan Bahasa Belanda. Tapi yang bersangkutan tidak bisa menjawab," cetus pria yang juga menyumbang tulisan dalam buku yang dikarang oleh sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Baskara T Wardaya ini.
Padahal, menurut Asvi, Supriyadi sangat mahir Bahasa Belanda dan Jepang. Supriyadi tercatat pernah belajar Bahasa Belanda di Mosvia, lembaga studi Bahasa Belanda pada saat itu.
"Dalam wawancaranya di Semarang, ada ungkapan-ungkapan Jawa yang dia lontarkan. Tapi dia tidak pernah menyebut Bahasa Belanda atau Jepang. Fakta-fakta sejarah yang disampaikan beliau bagi saya juga sesuatu yang serba kebetulan," papar peneliti LIPI ini.
Asvi menambahkan, ada dua alasan kenapa banyak sekali orang yang mengaku sebagai Supriyadi.Yakni persoalan mencari ketenaran dan akibat krisis nasional yang terus menerus terjadi.
"Pertama, ini berkaitan dengan ketenaran orang. Orang bisa hilang dan datang kembali biasanya jadi ratu adil yang bisa menjadi penyelamat. Kedua, bangsa kita saat ini masih krisis. Kalau bangsa kita dalam keadaan normal, nggak ada ratu-ratu adil seperti yang dipercayai orang," pungkasnya. (anw/Ari)
"Ada beberapa hal yang bertentangan dengan fakta historis. Kalau satu dua, nggak apa-apa, tapi kalau banyak, saya nggak yakin. Mungkin dia seorang PETA tapi bukan Supriyadi," ujar sejarawan Asvi Warman Adam dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (12/8/2008).
Menurut Asvi, kasus orang yang mengaku sebagai Supriyadi bukan hal baru. Menurutnya, pada saat pemerintah Indonesia dipimpin oleh Soeharto dan Try Soetrisno, ada juga orang yang mengaku sebagai Supriyadi.
"Pada waktu Try Soetrisno jadi wapres juga ada yang ngaku sebagai Supriyadi di Jogja. Pada saat itu, saudara tiri Supriyadi, Ki Hutomo Darmadi, diminta Try Soetrisno untuk menjajaki benar apa tidak. Dia datang ke Jogja dan memwawancarai orang itu dengan Bahasa Belanda. Tapi yang bersangkutan tidak bisa menjawab," cetus pria yang juga menyumbang tulisan dalam buku yang dikarang oleh sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Baskara T Wardaya ini.
Padahal, menurut Asvi, Supriyadi sangat mahir Bahasa Belanda dan Jepang. Supriyadi tercatat pernah belajar Bahasa Belanda di Mosvia, lembaga studi Bahasa Belanda pada saat itu.
"Dalam wawancaranya di Semarang, ada ungkapan-ungkapan Jawa yang dia lontarkan. Tapi dia tidak pernah menyebut Bahasa Belanda atau Jepang. Fakta-fakta sejarah yang disampaikan beliau bagi saya juga sesuatu yang serba kebetulan," papar peneliti LIPI ini.
Asvi menambahkan, ada dua alasan kenapa banyak sekali orang yang mengaku sebagai Supriyadi.Yakni persoalan mencari ketenaran dan akibat krisis nasional yang terus menerus terjadi.
"Pertama, ini berkaitan dengan ketenaran orang. Orang bisa hilang dan datang kembali biasanya jadi ratu adil yang bisa menjadi penyelamat. Kedua, bangsa kita saat ini masih krisis. Kalau bangsa kita dalam keadaan normal, nggak ada ratu-ratu adil seperti yang dipercayai orang," pungkasnya. (anw/Ari)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 10:54 WIB
PO Karunia Bakti Selalu Cek Kendaraan Sebelum Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 10:52 WIB
Daftar DKI-1, Faisal-Biem ke KPU
-
Sabtu, 11/02/2012 10:04 WIB
Kemenkum HAM Jakarta Dalami Dugaan Suap M Nasir ke Sipir Rutan Cipinang
-
Sabtu, 11/02/2012 09:55 WIB
Hakim Agung: Pura-pura Sakit Trik Menghindari Jeratan Pasal Korupsi
-
Sabtu, 11/02/2012 09:39 WIB
Sopir Sudah Tertangkap, Kernet Bus Maut Masih Buron
-
Sabtu, 11/02/2012 05:44 WIB
Foto-foto Kecelakaan Maut di Cisarua
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 10:54 WIB
PO Karunia Bakti Selalu Cek Kendaraan Sebelum Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 08:43 WIB
Sopir Bus Maut Selamat, Loncat Sebelum Kecelakaan Terjadi
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
-
160 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

