Ba'asyir dan 17 Agustus
Senin, 18/08/2008 10:58 WIB
Jakarta -
Tidak hanya cucu Presiden SBY saja yang bertanggal lahir 17 Agustus. Tokoh Islam militan Ustad Abu Bakar Ba'asyir juga memiliki tanggal lahir 17 Agustus. Pria yang menjadi 'target' AS dan Australia itu lahir secara normal pada 17 Agustus 1938 di Jombang, Jawa Timur, 7 tahun sebelum proklamasi dibacakan Soekarno-Hatta.
Ke mana saja ustad memperingati hari lahir dirinya yang juga hari ulang tahun kemerdekaan ke-63 Republik Indonesia itu? Bagi pria sepuh yang rambut dan jenggotnya sudah memutih itu, tidak ada istilah ulang tahun bagi dia. Tidak ada tuntunan dalam Islam untuk merayakan ulang tahun.
Karena itu, kegiatan Ustad Abu Bakar Ba'asyir di hari ulang tahunnya yang ke-70, Minggu (17/8/2008) kemarin, hanya biasa saja. Tidak ada kegiatan khusus yang dilakukan pendiri Pondok Pesantrean Al Mukmin Ngruki Sukoharjo itu terkait ulang tahunnya.
"Pagi-pagi abi (bapak-Red) menikahkan keponakan di Solo, setelah itu jadi pembicara bedah buku tentang bekam di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Solo," kata putra Ba'asyir, Abdul Rahim, Minggu (17/8/2008) kemarin.
Di hari proklamasi itu, Ba'asyir pun kemudian melakukan kegiatan rutinitas lainnya seperti memberi ceramah, pengajian, dan lain-lain.
Abu Bakar Ba'asyir merupakan tokoh ulama Indonesia yang memiliki warna lain. Kekerasannya dalam mempertahankan aqidah Islam dan kebenaran yang dia yakini membuat kehidupan mantan santri Pondok Pesantren Gontor itu harus bolak-balik masuk penjara. Namun, dia tetap tegar.
Pada 10 Maret 1972, Ba'asyir bersama bersama Abdullah Sungkar, Yoyo Roswadi, Abdul Qohar H. Daeng Matase dan Abdullah Baraja mendirikan Pondok Pesantren Al Mukmin. Keberadaan pondok ini semula adalah kegiatan pengajian kuliah zuhur di Masjid Agung Surakarta. Membajirnya jumlah jamaah membuat para mubalig dan ustadz kemudian bermaksud mengembangkan pengajian itu menjadi Madrasah Diniyah.
Di rezim Soeharto, pada 1983, Ba'asyir ditangkap bersama dengan Abdullah Sungkar. Ia dituduh menghasut orang untuk menolak asas tunggal Pancasila. Ia juga dituduh bagian Hispran (Haji Ismail Pranoto) - salah satu tokoh DI/TII. Di pengadilan, keduanya divonis 9 tahun penjara.
Di tengah vonis yang dia jalani, Ba'asyir kabur kabur menuju Malaysia. Dia tidak mau terima pengadilan Indonesia, yang sangat tidak adil. Pada 1999, Ba'asyir kemudian kembali ke Indonesia dan terlibat dalam pendirian Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).
Ketika bom Bali meletus, Ba'asyir menjadi incaran. Dia dituding terlibat dalam gerakan Jamaah Islamiyah (JI) - organisasi berada di balik bom Bali. Cap teroris ditempelkan pada diri Ba'asyir, terutama oleh AS. Namun, Ba'asyir membantah keterlibatannya dalam JI dan bom Bali.
Meski tidak punya bukti kuat, polisi menangkap ustad yang sangat dikagumi di Solo itu. Atas kesaksian Omar Al Faruq, yang tidak jelas keberadaannya, Ba'asyir kemudian ditangkap dan dijadikan tersangka kasus bom Bali pada 2002.
Di persidangan, keterlibatan Ba'asyir dalam bom Bali tidak terbukti, dia hanya disebut sebagai turut serta dalam membuat konspirasi. Dia juga dipersalahkan dalam kasus melakukan pelanggaran keimigrasian, karena keluar masuk Malaysia-Indonesia secara ilegal. Dia divonis 2,5 tahun penjara pada Maret 2005.
Pada 17 Agustus 2005, tepat di HUT Kemerdekaan RI dan ulang tahunnya, dia mendapat remisi tahanan 4 bulan 15 hari. Kemudian Ba'asyir bebas pada 14 Juni 2006.
Setelah bebas dari penjara, Ba'asyir kembali kembali ke pesantren Ngruki dan memimpin MMI. Namun, pada pertengahan 2008, Ba'asyir masih menjadi bahan berita. Dia keluar dari MMI dan mendirikan organisasi baru. (asy/asy)
Ke mana saja ustad memperingati hari lahir dirinya yang juga hari ulang tahun kemerdekaan ke-63 Republik Indonesia itu? Bagi pria sepuh yang rambut dan jenggotnya sudah memutih itu, tidak ada istilah ulang tahun bagi dia. Tidak ada tuntunan dalam Islam untuk merayakan ulang tahun.
Karena itu, kegiatan Ustad Abu Bakar Ba'asyir di hari ulang tahunnya yang ke-70, Minggu (17/8/2008) kemarin, hanya biasa saja. Tidak ada kegiatan khusus yang dilakukan pendiri Pondok Pesantrean Al Mukmin Ngruki Sukoharjo itu terkait ulang tahunnya.
"Pagi-pagi abi (bapak-Red) menikahkan keponakan di Solo, setelah itu jadi pembicara bedah buku tentang bekam di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Solo," kata putra Ba'asyir, Abdul Rahim, Minggu (17/8/2008) kemarin.
Di hari proklamasi itu, Ba'asyir pun kemudian melakukan kegiatan rutinitas lainnya seperti memberi ceramah, pengajian, dan lain-lain.
Abu Bakar Ba'asyir merupakan tokoh ulama Indonesia yang memiliki warna lain. Kekerasannya dalam mempertahankan aqidah Islam dan kebenaran yang dia yakini membuat kehidupan mantan santri Pondok Pesantren Gontor itu harus bolak-balik masuk penjara. Namun, dia tetap tegar.
Pada 10 Maret 1972, Ba'asyir bersama bersama Abdullah Sungkar, Yoyo Roswadi, Abdul Qohar H. Daeng Matase dan Abdullah Baraja mendirikan Pondok Pesantren Al Mukmin. Keberadaan pondok ini semula adalah kegiatan pengajian kuliah zuhur di Masjid Agung Surakarta. Membajirnya jumlah jamaah membuat para mubalig dan ustadz kemudian bermaksud mengembangkan pengajian itu menjadi Madrasah Diniyah.
Di rezim Soeharto, pada 1983, Ba'asyir ditangkap bersama dengan Abdullah Sungkar. Ia dituduh menghasut orang untuk menolak asas tunggal Pancasila. Ia juga dituduh bagian Hispran (Haji Ismail Pranoto) - salah satu tokoh DI/TII. Di pengadilan, keduanya divonis 9 tahun penjara.
Di tengah vonis yang dia jalani, Ba'asyir kabur kabur menuju Malaysia. Dia tidak mau terima pengadilan Indonesia, yang sangat tidak adil. Pada 1999, Ba'asyir kemudian kembali ke Indonesia dan terlibat dalam pendirian Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).
Ketika bom Bali meletus, Ba'asyir menjadi incaran. Dia dituding terlibat dalam gerakan Jamaah Islamiyah (JI) - organisasi berada di balik bom Bali. Cap teroris ditempelkan pada diri Ba'asyir, terutama oleh AS. Namun, Ba'asyir membantah keterlibatannya dalam JI dan bom Bali.
Meski tidak punya bukti kuat, polisi menangkap ustad yang sangat dikagumi di Solo itu. Atas kesaksian Omar Al Faruq, yang tidak jelas keberadaannya, Ba'asyir kemudian ditangkap dan dijadikan tersangka kasus bom Bali pada 2002.
Di persidangan, keterlibatan Ba'asyir dalam bom Bali tidak terbukti, dia hanya disebut sebagai turut serta dalam membuat konspirasi. Dia juga dipersalahkan dalam kasus melakukan pelanggaran keimigrasian, karena keluar masuk Malaysia-Indonesia secara ilegal. Dia divonis 2,5 tahun penjara pada Maret 2005.
Pada 17 Agustus 2005, tepat di HUT Kemerdekaan RI dan ulang tahunnya, dia mendapat remisi tahanan 4 bulan 15 hari. Kemudian Ba'asyir bebas pada 14 Juni 2006.
Setelah bebas dari penjara, Ba'asyir kembali kembali ke pesantren Ngruki dan memimpin MMI. Namun, pada pertengahan 2008, Ba'asyir masih menjadi bahan berita. Dia keluar dari MMI dan mendirikan organisasi baru. (asy/asy)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
TokohTerbaru
Indeks Tokoh »
-
Rabu, 08/02/2012 00:33 WIB
Tifatul, Mencari Semangat Pagi Lewat 'Kicauan' Pantun & Puisi
-
Senin, 06/02/2012 16:17 WIB
Denny Indrayana dan Air Mata di Pengukuhan Guru Besarnya
-
Sabtu, 28/01/2012 06:06 WIB
Hakim Albertina Ho Merasa Nyaman Bertugas di Bangka Belitung
-
Jumat, 27/01/2012 08:48 WIB
Glenn Marsalim dan Mimpi Pejalan Kaki di Jakarta
-
Selasa, 24/01/2012 17:05 WIB
Kuntoro Mangkusubroto Keturunan Prabu Siliwangi & Putri China
-
Minggu, 12/02/2012 15:16 WIB
Kecelakaan Angkot di KM 27 Jagorawi, 12 Orang Luka-luka
-
Minggu, 12/02/2012 15:32 WIB
DPRD Bali Desak KPK Usut RS Unud karena Diduga Terkait Nazaruddin
-
Minggu, 12/02/2012 13:54 WIB
Bentrok Ormas di Bali Dipicu Miras
-
Minggu, 12/02/2012 12:49 WIB
Polisi: Bentrokan di Bali Melibatkan Dua Ormas Besar
-
578 Komentar
-
459 Komentar
-
375 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

