2 Juta WNI di Luar Negeri Terancam Tak Bisa Ikut Pemilu
Jumat, 05/09/2008 22:08 WIB
Jakarta -
Jumlah pemilih potensial Pemilu 2009 di luar negeri yang tidak terdaftar diperkirakan mencapai 1 hingga 2 juta orang. Mereka dikhawatirkan tidak bisa mengikuti pemilu karena bekerja secara ilegal dan tidak memiliki izin tinggal.
"Mereka tidak punya izin tinggal, tapi mereka memegang kartu tanda penduduk (KTP) yang menyebabkan mereka punya hak pilih. Kebanyakan hal seperti ini terjadi di Malaysia," kata Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah dalam acara Media Briefing di kantor Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (5/9/2008).
Teuku menjelaskan dalam agenda kunjungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke luar negeri, pihak Deplu lebih berperan sebagai fasilitator. Teuku juga menegaskan kalau dalam perjalanan ini KPU menggunakan dana sendiri.
Menurut Teuku, untuk sosialisasi Pemilu, pihak Panitia Pemilih Luar Negeri (PPLN) harus kreatif, karena tidak di semua negara PPLN bisa mengumpulkan WNI. KPU pun tidak perlu datang ke setiap negara karena justru PPLNlah yang harus lebih aktif.
"Kalau di perwakilan kita yang jumlahnya sedikit mungkin bisa dikumpulkan pada satu waktu, tapi kalau di Timur Tengah dan Malaysia itu harus kreatif karena kemungkinan majikan TNI tak mengizinkan TKI ikut sosialisasi," ungkapnya.
Deplu mendata total jumlah warga negara Indonesia yang berada di luar negeri sebanyak 3.121.594 jiwa. Namun tidak semuanya mempunyai hak pilih, karena sebagian ada juga anak di bawah umur.
"Kita akan menyusun daftar pemilih sementara. Ini akan kita lakukan terus," pungkasnya. (rdf/mok)
"Mereka tidak punya izin tinggal, tapi mereka memegang kartu tanda penduduk (KTP) yang menyebabkan mereka punya hak pilih. Kebanyakan hal seperti ini terjadi di Malaysia," kata Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah dalam acara Media Briefing di kantor Deplu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (5/9/2008).
Teuku menjelaskan dalam agenda kunjungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke luar negeri, pihak Deplu lebih berperan sebagai fasilitator. Teuku juga menegaskan kalau dalam perjalanan ini KPU menggunakan dana sendiri.
Menurut Teuku, untuk sosialisasi Pemilu, pihak Panitia Pemilih Luar Negeri (PPLN) harus kreatif, karena tidak di semua negara PPLN bisa mengumpulkan WNI. KPU pun tidak perlu datang ke setiap negara karena justru PPLNlah yang harus lebih aktif.
"Kalau di perwakilan kita yang jumlahnya sedikit mungkin bisa dikumpulkan pada satu waktu, tapi kalau di Timur Tengah dan Malaysia itu harus kreatif karena kemungkinan majikan TNI tak mengizinkan TKI ikut sosialisasi," ungkapnya.
Deplu mendata total jumlah warga negara Indonesia yang berada di luar negeri sebanyak 3.121.594 jiwa. Namun tidak semuanya mempunyai hak pilih, karena sebagian ada juga anak di bawah umur.
"Kita akan menyusun daftar pemilih sementara. Ini akan kita lakukan terus," pungkasnya. (rdf/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 08:05 WIB
YLKI: Santunan Rp 25 Juta Bagi Korban Bus Karunia Bakti Tak Cukup
-
Minggu, 12/02/2012 07:33 WIB
PO Karunia Bakti akan Dimintai Keterangan Terkait Kecelakaan di Cisarua
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 06:13 WIB
Kenali Kondisi Bus, Pengemudi Harus Kuasai Kemampuan Montir
-
Minggu, 12/02/2012 05:40 WIB
Truk Tronton Terperosok Gorong-gorong di Jl Raya Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 08:05 WIB
YLKI: Santunan Rp 25 Juta Bagi Korban Bus Karunia Bakti Tak Cukup
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
448 Komentar
-
403 Komentar
-
360 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

