Dephan Berharap DPR Hapus 'Tanda Bintang' Pembelian 6 Sukhoi
Jumat, 05/09/2008 22:45 WIB
Jakarta -
Departemen Pertahanan berharap DPR segera menghapus 'tanda bintang' pada rencana pembelian 6 pesawat tempur Sukhoi. 'Tanda bintang' ini merupakan kode di DPR, bahwa masih ada permasalahan atau ketidakcocokan harga maupun spesifikasi.
Setelah loan of agrement pembelian 6 Sukhoi ditandatangani hari ini, maka semua masalah di DPR harus beres sehingga proses selanjutnya bisa dilakukan.
"Setelah itu meminta pencabutan tanda bintang kepada DPR agar proses berjalan. Jadilah, outputnya Letter of Credit (LC). Nah, kalau LC ada terbuka jalan untuk mendatangkan material itu (Sukhoi)," Jelas Sekjen Dephan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin di kantor Dephan, JL Medan Merdeka Selatan, Jumat (5/9/2008).
Sjafrie menjelaskan ada kesepakatan antara pihak Indonesia dan Rusia tentang masalah dana. Jika LC selesai sebelum 10 September 2008, pihak Rusia akan berusaha mengirim minimal tiga Sukhoi dari enam Sukhoi pesanan Indonesia pada tanggal 20 September 2008.
"Dari enam sukhoi minimal 3 bisa datang. Tapi, letter of credit harus keluar," jelasnya.
Ia menjelaskan dalam sisa waktu lima hari ke depan, LC ini sebenarnya sudah bisa dikeluarkan.
"Ini tergantung kecepatan kita bekerja. Dibutuhkan kecepatan dari simpul-simpul yang kompetensinya ada," ungkapnya.
Sjafrie juga menjelaskan pembelian 6 Sukhoi ini masih dibiayai oleh kredit dari sebuah bank di Singapura. Ia menjelaskan pada saat pembelian ini ditandatangani belum melibatkan pinjaman dalam negeri.
(rdf/mok)
Setelah loan of agrement pembelian 6 Sukhoi ditandatangani hari ini, maka semua masalah di DPR harus beres sehingga proses selanjutnya bisa dilakukan.
"Setelah itu meminta pencabutan tanda bintang kepada DPR agar proses berjalan. Jadilah, outputnya Letter of Credit (LC). Nah, kalau LC ada terbuka jalan untuk mendatangkan material itu (Sukhoi)," Jelas Sekjen Dephan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin di kantor Dephan, JL Medan Merdeka Selatan, Jumat (5/9/2008).
Sjafrie menjelaskan ada kesepakatan antara pihak Indonesia dan Rusia tentang masalah dana. Jika LC selesai sebelum 10 September 2008, pihak Rusia akan berusaha mengirim minimal tiga Sukhoi dari enam Sukhoi pesanan Indonesia pada tanggal 20 September 2008.
"Dari enam sukhoi minimal 3 bisa datang. Tapi, letter of credit harus keluar," jelasnya.
Ia menjelaskan dalam sisa waktu lima hari ke depan, LC ini sebenarnya sudah bisa dikeluarkan.
"Ini tergantung kecepatan kita bekerja. Dibutuhkan kecepatan dari simpul-simpul yang kompetensinya ada," ungkapnya.
Sjafrie juga menjelaskan pembelian 6 Sukhoi ini masih dibiayai oleh kredit dari sebuah bank di Singapura. Ia menjelaskan pada saat pembelian ini ditandatangani belum melibatkan pinjaman dalam negeri.
(rdf/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 09:02 WIB
Mutu Transportasi Umum Buruk, Masyarakat Terjebak Dalam Posisi Sulit
-
Minggu, 12/02/2012 08:50 WIB
Lokasi Kecelakaan Bus Maut Dipadati Warga, Lalin ke Puncak Tersendat
-
Minggu, 12/02/2012 08:35 WIB
Menteri Pertanian Suswono Sentil PPL PNS yang Pemalas
-
Minggu, 12/02/2012 08:05 WIB
YLKI: Santunan Rp 25 Juta Bagi Korban Bus Karunia Bakti Tak Cukup
-
Minggu, 12/02/2012 07:33 WIB
PO Karunia Bakti akan Dimintai Keterangan Terkait Kecelakaan di Cisarua
-
Minggu, 12/02/2012 08:05 WIB
YLKI: Santunan Rp 25 Juta Bagi Korban Bus Karunia Bakti Tak Cukup
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 17:35 WIB
Korban: Sebelum Jatuh, Sopir Teriak Rem Blong
-
454 Komentar
-
408 Komentar
-
364 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

