Laporan dari Wassenaar
Sejak Pengakuan 2005, RI-Belanda Semakin Dewasa
Sabtu, 06/09/2008 17:33 WIB
Balkenende-JE Habibie (E.Santosa/detikcom)
Wassenaar -
Hubungan bilateral Indonesia-Belanda selalu naik turun. Namun sejak Belanda mengakui proklamasi Kemerdekaan RI 17/8/1945 hubungan kedua pihak telah mencapai tingkat dewasa.
Hal itu disampaikan Dubes RI Den Haag JE Habibie pada resepsi diplomatik HUT Kemerdekaan RI ke-63 yang digelar di Wisma Duta, Kamis malam (4/9/2008) atau Jumat pagi WIB.
Pertama kali dalam sejarah kesempatan khusus itu dihadiri Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende dan menteri utama kabinet, antara lain Menlu Maxime Jacques Marcel Verhagen, Menteri Yustisi Ernst Maurits Henricus Hirsch Ballin, Menteri Pertahanan Eimert van Middelkoop, dan para pejabat tinggi Kemlu.
Selain itu juga terlihat Ketua Komisi I Parlemen Hans van Balen, Ketua Komisi Hubungan Luarnegeri Henk Jan Ormel dan para mantan Dubes Belanda yang pernah bertugas di Jakarta, yakni J.H.R.D. van Roijen, Schelto Baron van Heemstra, R.J. Trffers dan Nikolaos van Dam.
"Hubungan Indonesia-Belanda telah berlangsung sejak lama, naik dan turun. Namun sejak pemerintah Belanda menerima secara politik dan moral proklamasi kemerdekaan Indonesia 17/8/1945, hubungan itu telah mencapai tingkat dewasa," ujar Habibie, akrab disapa Fanny.
Menurut Fanny, Indonesia-Belanda telah mencapai kemitraan murni sejak kedua pihak menyelesaikan Comprehensive Partnership Agreement (Persetujuan Kemitraan Menyeluruh). Persetujuan tersebut telah diimplementasikan dan teresonasi dalam bidang politik, ekonomi, perdagangan, pendidikan, imigrasi, transportasi dan pertahanan, yang keseluruhannya telah berkembang baik.
"Resepsi diplomatik ini tidak hanya sebuah saksi dari hubungan produktif yang menguntungkan kedua negara, tetapi juga melahirkan karakter unik dibandingkan dengan sebelumnya," demikian Fanny, merujuk pada kehadiran Perdana Menteri, para menteri utama kabinet, petinggi parlemen Belanda dan delegasi promosi dari Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.
Peran Internasional
Secara khusus Fanny juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan dari organisasi internasional seperti Mahkamah Internasional (ICJ), Mahkamah Kriminal Internasional (ICC), Konferensi Hukum Perdata Internasional (HCCH), dan Organisasi Perlucutan Senjata Kimia (OPCW).
Dia menegaskan bahwa Indonesia sebagai warga masyarakat dunia akan memberi kontribusi positif dalam perannya di PBB dan organisasi internasional lainnya, untuk mewujudkan perdamaian, keamanan, kesejahteraan dan keadilan global. (es/es)
Hal itu disampaikan Dubes RI Den Haag JE Habibie pada resepsi diplomatik HUT Kemerdekaan RI ke-63 yang digelar di Wisma Duta, Kamis malam (4/9/2008) atau Jumat pagi WIB.
Pertama kali dalam sejarah kesempatan khusus itu dihadiri Perdana Menteri Belanda Jan Peter Balkenende dan menteri utama kabinet, antara lain Menlu Maxime Jacques Marcel Verhagen, Menteri Yustisi Ernst Maurits Henricus Hirsch Ballin, Menteri Pertahanan Eimert van Middelkoop, dan para pejabat tinggi Kemlu.
Selain itu juga terlihat Ketua Komisi I Parlemen Hans van Balen, Ketua Komisi Hubungan Luarnegeri Henk Jan Ormel dan para mantan Dubes Belanda yang pernah bertugas di Jakarta, yakni J.H.R.D. van Roijen, Schelto Baron van Heemstra, R.J. Trffers dan Nikolaos van Dam.
"Hubungan Indonesia-Belanda telah berlangsung sejak lama, naik dan turun. Namun sejak pemerintah Belanda menerima secara politik dan moral proklamasi kemerdekaan Indonesia 17/8/1945, hubungan itu telah mencapai tingkat dewasa," ujar Habibie, akrab disapa Fanny.
Menurut Fanny, Indonesia-Belanda telah mencapai kemitraan murni sejak kedua pihak menyelesaikan Comprehensive Partnership Agreement (Persetujuan Kemitraan Menyeluruh). Persetujuan tersebut telah diimplementasikan dan teresonasi dalam bidang politik, ekonomi, perdagangan, pendidikan, imigrasi, transportasi dan pertahanan, yang keseluruhannya telah berkembang baik.
"Resepsi diplomatik ini tidak hanya sebuah saksi dari hubungan produktif yang menguntungkan kedua negara, tetapi juga melahirkan karakter unik dibandingkan dengan sebelumnya," demikian Fanny, merujuk pada kehadiran Perdana Menteri, para menteri utama kabinet, petinggi parlemen Belanda dan delegasi promosi dari Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.
Peran Internasional
Secara khusus Fanny juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan dari organisasi internasional seperti Mahkamah Internasional (ICJ), Mahkamah Kriminal Internasional (ICC), Konferensi Hukum Perdata Internasional (HCCH), dan Organisasi Perlucutan Senjata Kimia (OPCW).
Dia menegaskan bahwa Indonesia sebagai warga masyarakat dunia akan memberi kontribusi positif dalam perannya di PBB dan organisasi internasional lainnya, untuk mewujudkan perdamaian, keamanan, kesejahteraan dan keadilan global. (es/es)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 04/02/2012 11:45 WIB
Ini Daftar Pungutan yang Dianggap Membebani Pengusaha
-
Sabtu, 04/02/2012 11:11 WIB
Kemenakertrans: Jangan Naikkan Upah Buruh Untuk Kepentingan Politis
-
Sabtu, 04/02/2012 11:03 WIB
Rumah Angie Sunyi Senyap, Mobil Dicuci
-
Sabtu, 04/02/2012 10:55 WIB
Razia Tempat Hiburan di Jakarta Timur, Polisi Sita 3.036 Botol Miras
-
Sabtu, 04/02/2012 10:41 WIB
Pungli Masih Marak, Pengusaha dan Buruh Jadi Korban
-
Sabtu, 04/02/2012 08:06 WIB
Angie dan Hartanya yang Naik 10 Kali Lipat Sejak Jadi Anggota DPR
-
Sabtu, 04/02/2012 11:03 WIB
Rumah Angie Sunyi Senyap, Mobil Dicuci
-
Sabtu, 04/02/2012 10:02 WIB
Penasehat KPK Sarankan Abraham Umumkan Tersangka Bersama Pimpinan lain
-
Sabtu, 04/02/2012 10:50 WIB
Cincin Kawin & Kaos Berdarah Milik Mendiang Khadafi Dijual Rp 17,9 M
-
397 Komentar
-
159 Komentar
-
154 Komentar
-
134 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 30/01/2012 08:30 WIB
Hantu Rp 500 M Proyek DPR (3)
Heboh Proyek Ratusan Miliar Rupiah di Senayan
-
Senin, 30/01/2012 08:15 WIB
Hantu Rp 500 M Proyek DPR (2)
Satir Kursi Rasa Ferrari
-
Kamis, 02/02/2012 09:28 WIB
Asrorun Niam: Berkaca Kasus Vita, Waspada Jaringan Eksploitasi Anak
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 862.000
- Rp 603.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

