Setor Rp 2 M Demi Nomor Jadi
Digeser Okky Asokawati, Nurhayati Pikir-pikir Keluar PPP
Senin, 08/09/2008 17:26 WIB
Jakarta -
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bak api dalam sekam. Sejumlah kadernya kecewa dan merencanakan keluar. Selain Bahrudin Dahlan, ada Nurhayati Payapo yang juga kesal dengan sistem nomor urut calon legislatif PPP. Nurhayati jengkel posisinya tiba-tiba digeser Okky Asokawati.
Nurhayati yang menjabat sebagai Ketua DPP PPP Bidang Pemberdayaan Perempuan PPP telah mengabdi di partai ini sejak 1995. Awalnya ia telah mendapatkan nomor urut 1 untuk caleg PPP Dapil 1 DKI Jakarta. Namun setelah Okky masuk, ia tiba-tiba dilempar ke luar daerah.
"Tiba-tiba diganti setelah masuknya Okky Asokawati yang juga ditempatkan di Dapil 2 DKI Jakarta yang meliputi area Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Kini saya ditempatkan di Dapil 1 Sulewesi Selatan," kata Nurhayati Payapo kepada detikcom melalui telepon, Senin (8/9/2008).
Padahal wanita ini merasa tidak mempunyai suara bila berada di Sulewesi Selatan. Nurhayati merasa kecewa dengan perubahan kebijakan dari Lembaga Penetapan Caleg ( LPC ) tersebut. Awalnya Nurhayati mengira perubahan ini mungkin saja disebabkan karena dirinya merupakan koordinator wilayah (Korwil) dari Sulawesi. Namun alasan dari PPP sangat mengherankan Nurhayati, yaitu perlu adanya dukungan dari para profesionalisme seperti Okky.
Ia mengaku tidak tahu persis apakah pergeseran dirinya dari nomor urut caleg akibat adanya setoran yang nilainya miliaran. Ia berharap kabar yang dilempar koleganya, anggota Hukum dan HAM DPP PPP Bahrudin Dahlan tersebut tidak benar.
"Kalau praktik penjualan nomor urut itu benar maka PPP tidak cocok menjadi partai islam " tegas Nurhayati. Kini ia masih mempertimbangkan untuk keluar dari PPP.
Kabar setoran Rp 2 miliar untuk mendapatkan nomor urut jadi caleg PPP diungkap Bahrudin. Pria ini memutuskan untuk mundur dari pencalegan dan keluar dari PPP. Ia memilih beralih ke pelukan PAN. (/iy)
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bak api dalam sekam. Sejumlah kadernya kecewa dan merencanakan keluar. Selain Bahrudin Dahlan, ada Nurhayati Payapo yang juga kesal dengan sistem nomor urut calon legislatif PPP. Nurhayati jengkel posisinya tiba-tiba digeser Okky Asokawati.
Nurhayati yang menjabat sebagai Ketua DPP PPP Bidang Pemberdayaan Perempuan PPP telah mengabdi di partai ini sejak 1995. Awalnya ia telah mendapatkan nomor urut 1 untuk caleg PPP Dapil 1 DKI Jakarta. Namun setelah Okky masuk, ia tiba-tiba dilempar ke luar daerah.
"Tiba-tiba diganti setelah masuknya Okky Asokawati yang juga ditempatkan di Dapil 2 DKI Jakarta yang meliputi area Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat. Kini saya ditempatkan di Dapil 1 Sulewesi Selatan," kata Nurhayati Payapo kepada detikcom melalui telepon, Senin (8/9/2008).
Padahal wanita ini merasa tidak mempunyai suara bila berada di Sulewesi Selatan. Nurhayati merasa kecewa dengan perubahan kebijakan dari Lembaga Penetapan Caleg ( LPC ) tersebut. Awalnya Nurhayati mengira perubahan ini mungkin saja disebabkan karena dirinya merupakan koordinator wilayah (Korwil) dari Sulawesi. Namun alasan dari PPP sangat mengherankan Nurhayati, yaitu perlu adanya dukungan dari para profesionalisme seperti Okky.
Ia mengaku tidak tahu persis apakah pergeseran dirinya dari nomor urut caleg akibat adanya setoran yang nilainya miliaran. Ia berharap kabar yang dilempar koleganya, anggota Hukum dan HAM DPP PPP Bahrudin Dahlan tersebut tidak benar.
"Kalau praktik penjualan nomor urut itu benar maka PPP tidak cocok menjadi partai islam " tegas Nurhayati. Kini ia masih mempertimbangkan untuk keluar dari PPP.
Kabar setoran Rp 2 miliar untuk mendapatkan nomor urut jadi caleg PPP diungkap Bahrudin. Pria ini memutuskan untuk mundur dari pencalegan dan keluar dari PPP. Ia memilih beralih ke pelukan PAN. (/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 08:35 WIB
Menteri Pertanian Suswono Sentil PPL PNS yang Pemalas
-
Minggu, 12/02/2012 08:05 WIB
YLKI: Santunan Rp 25 Juta Bagi Korban Bus Karunia Bakti Tak Cukup
-
Minggu, 12/02/2012 07:33 WIB
PO Karunia Bakti akan Dimintai Keterangan Terkait Kecelakaan di Cisarua
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 06:13 WIB
Kenali Kondisi Bus, Pengemudi Harus Kuasai Kemampuan Montir
-
Minggu, 12/02/2012 08:05 WIB
YLKI: Santunan Rp 25 Juta Bagi Korban Bus Karunia Bakti Tak Cukup
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
448 Komentar
-
406 Komentar
-
361 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

