Skandal Susu Bayi Melamine di China Kian Menggemparkan
Rabu, 17/09/2008 12:20 WIB
AFP
Beijing -
Korban jiwa akibat skandal susu bayi terkontaminasi melamine di China terus bertambah. Sebanyak 6.244 bayi di negeri itu jatuh sakit akibat meminum susu formula berbahaya itu. Korban jiwa kini sebanyak 3 orang.
Sejauh ini jumlah bayi yang didiagnosa menderita "gagal ginjal akut" telah melonjak menjadi 158 bayi. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan China Chen Zhu pada konferensi pers yang disiarkan langsung oleh televisi pemerintah China, seperti dilansir Reuters, Rabu (17/9/2008).
Bahkan hasil penyelidikan otoritas China menunjukkan fakta mencengangkan. Sekitar 20 persen produsen susu yang diperiksa ternyata telah menjual produk susu formula yang mengandung melamine, zat kimia yang digunakan dalam produk plastik, pupuk dan pembersih.
Perusahaan tersebut termasuk Mengniu Dairy, produsen susu terbesar di China. Perusahaan tersebut juga telah melakukan penarikan produknya dari pasaran.
Badan Umum Pengawasan Kualitas, Inspeksi dan Karantina menyatakan, timnya telah menemukan kandungan melamine pada 69 merek susu bayi yang diproduksi oleh 22 perusahaan.
Pemerintah China telah memerintahkan penghentian penjualan ke-69 merek susu tersebut. Ini termasuk perusahaan joint venture China-Australia, Torador Dairy Industry.
Menurut pemerintah China, melamine sengaja ditambahkan ke susu supaya kandungan protein dalam susu tampak lebih tinggi. Skandal menggemparkan ini awalnya melibatkan susu formula bermerek Sanlu yang menyebabkan ratusan bayi menderita batu ginjal. (ita/iy)
Sejauh ini jumlah bayi yang didiagnosa menderita "gagal ginjal akut" telah melonjak menjadi 158 bayi. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan China Chen Zhu pada konferensi pers yang disiarkan langsung oleh televisi pemerintah China, seperti dilansir Reuters, Rabu (17/9/2008).
Bahkan hasil penyelidikan otoritas China menunjukkan fakta mencengangkan. Sekitar 20 persen produsen susu yang diperiksa ternyata telah menjual produk susu formula yang mengandung melamine, zat kimia yang digunakan dalam produk plastik, pupuk dan pembersih.
Perusahaan tersebut termasuk Mengniu Dairy, produsen susu terbesar di China. Perusahaan tersebut juga telah melakukan penarikan produknya dari pasaran.
Badan Umum Pengawasan Kualitas, Inspeksi dan Karantina menyatakan, timnya telah menemukan kandungan melamine pada 69 merek susu bayi yang diproduksi oleh 22 perusahaan.
Pemerintah China telah memerintahkan penghentian penjualan ke-69 merek susu tersebut. Ini termasuk perusahaan joint venture China-Australia, Torador Dairy Industry.
Menurut pemerintah China, melamine sengaja ditambahkan ke susu supaya kandungan protein dalam susu tampak lebih tinggi. Skandal menggemparkan ini awalnya melibatkan susu formula bermerek Sanlu yang menyebabkan ratusan bayi menderita batu ginjal. (ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 08:37 WIB
Gunung Lokon Kembali Meletus!
-
Jumat, 10/02/2012 08:31 WIB
Mahfud: KPK Masih Bisa Cekal Seseorang di Penyelidikan
-
Jumat, 10/02/2012 08:20 WIB
Polisi Masih Teliti Temuan Senjata di Hutan UI
-
Jumat, 10/02/2012 07:44 WIB
BK DPR Tunggu Aduan Sebelum Periksa Nasir
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 06:31 WIB
3 Aksi Nasir yang Mengundang Kecurigaan Publik
-
Jumat, 10/02/2012 05:31 WIB
DK PD: Pengurus yang Disawer Anas Jangan Hanya Bicara
-
Jumat, 10/02/2012 01:25 WIB
Ketika Hitler Berlatih Pidato dan Bercelana Pendek
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,408.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

