Masjid JIC, Keagungan di Eks Lokalisasi Prostitusi

Mohammad Ihsan Abdullah - detikNews
Rabu, 24/09/2008 11:03 WIB
(foto: islamic-center.or.id)
Jakarta - 10 Hari terakhir Ramadan, selalu digunakan umat muslim untuk meningkatkan amalan soleh. Berbagai ibadah ditingkatkan, mulai membaca Al Quran hingga melaksanakan itikaf (bermalam) di masjid.

Hampir semua masjid dipenuhi jamaah. Tak terkecuali Masjid Jakarta Islamic Center (JIC) yang terletak di bilangan Jakarta Utara. Di bulan Ramadan, ratusan umat muslim datang silih berganti ke masjid ini.

Banyaknya jamaah bisa terlihat dari jumlah shaf (barisan dalam salat) saat menunaikan salat fardu berjamaah. Di bulan Ramadan ini, setiap salat fardu tidak kurang dari 4 shaf. Setiap shaf paling sedikit terdiri dari 200 orang.

Para jamaah tidak hanya datang dari Jakarta, tapi juga dari berbagai daerah seperti Bandung, Sumatera, hingga Kalimantan. Bahkan tak sedikit pula yang datang dari manca negara, seperti Filipina, Singapura hingga Malaysia. Karena itu pula masjid JIC ini mendapat julukan Masjid Serantau se-Asia.

"Banyak para jama'ah yang datang ke masjid ini pada bulan Ramadan, namun ada juga yang sengaja itikaf ke masjid ini.” tutur Abdul Malik (35), penjaga loker Masjid JIC yang ditemui detikcom, Senin (22/9/2008)

Lokalisasi Kramat Tunggak


Jika menilik sejenak ke masa silam, tentu orang tidak akan menyangka masjid JIC akan berdiri di tempat tersebut. Maklum, lokasi masjid itu dulunya adalah Lokasi Resosialisasi (Lokres) Kramat Tunggak, Tanjung Priok, В Jakarta Utara.

Lokres Kramat Tunggak (Kramtung) adalah nama sebuah Panti Sosial Karya Wanita (PKSW) Teratai Harapan Kramat Tunggak, di Jl Kramat Jaya RW 019, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Kotamadya Jakarta Utara. Lokres Kramat Tunggak menempati lahan seluas 109.435 m2 yang terdiri dari sembilan Rukun Tetangga (RT).

Namanya memang PKSW, namun pada praktiknya tempat itu tak lebih dari penampungan para Pekerja Seks Komersial (PSK). Bahkan saking luas dan banyaknya PKS yang menghuni, praktik prostitusi di Lokres Kramtung terkenal hingga ke kawasan Asia Tenggara. Bahkan di kalangan hidung belang berlaku pameo tak lengkap rasanya bila ke Jakarta tidak mampir ke Kramtung.

Saat pertama dibuka pada tahun 1970-an, terdapat sekitar 300 orang PSK dengan 76 orang germo. Jumlah ini terus bertambah dari tahun ke tahun. Hingga menjelang ditutupnya pada 1999, jumlah PSK di tempat tersebut mencapai 1.615 orang WTS di bawah asuhan 258 orang germo. Mereka tinggal di 277 unit bangunan yang memiliki 3.546 kamar.

Bisa dibayangkan betapa tumbuh suburnya kemaksiatan di tempat tersebut. Kondisi ini bisa dimaklumi karena banyak pihak mendapat 'keuntungan' dari kehadiran Lokres Kramtung. Jadi tak heran, jika sempat terjadi tarik ulur saat lokalisasi ini akan ditutup pada 1999.

Dan saat ini, di tempat itu tak ada lagi sisa-sisa kemaksiatan. Di situ kini telah berdiri megah Masjid JIC. Kubahnya berwarna abu-abu tua agar tidak cepat terlihat kotor mengingat kawasan sekitarnya panas dan gersang serta polusi berat.

Masjid JIC terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama digunakan sebagai hall, lantai kedua dan ketiga digunakan sebagai tempat salat. Untuk lantai 3, dikhususkan bagi jamaah wanita.

Pada bagian luar dibangun taman yang cukup indah dengan jejeran pohon kurma dan garis-garis yang bisa digunakan sebagai pedoman shaf. Masjid JIC juga dilengkapi elevator dan akses tangga untuk kaum cacat. Keindahan masjid ini bertambah dengan adanya hiasan berupa kaca patri yang menghiasi setiap dindingnya. Di bagian depan masjid terdapat 3 buah Alquran ukuran raksasa yang ditutup dengan plastik dan kaca.

Puluhan lampu hias di atap kubah masjid menjadi hiasan tersendiri. Era tehknologi juga memenuhi isi masjid ini. Misalnya ada dua buah layar berukuran 3 x 4 meter yang disorot oleh LCD proyektor sehingga dapat digunakan untuk acara keagamaan. Atap masjid yang tinggi membuat sirkulasi udara cukup baik. Semua ini membuat para jamaah semakin betah berlama-lama di masjid itu. (djo/djo)

Share:

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Lapsus Index »
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel