Laporan dari Leiden
Petani Klaten Kritik Pemerintah dari Leiden
Jumat, 26/09/2008 15:29 WIB
Leiden -
Kebijakan pemerintah di bidang pertanian telah menempatkan petani sebagai pihak yang tidak bisa menikmati hasil kerja kerasnya sendiri.
Hal itu dikemukakan Daryono, petani kecil dari Klaten, Jawa Tengah, saat melakukan pertemuan dengan mahasiswa dan tokoh masyarakat Indonesia di Leiden, Sabtu (20/9/2008) lalu. Acara itu diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) setempat.
Daryono berada di Eropa karena mendapat penghargaan dari LSM di Perancis atas jasa-jasanya terhadap pembangunan desanya, khususnya dalam hal kemandirian pertanian.
Pertemuan di rumah seorang sesepuh, Mintardjo, di Korenbloemlaan 59, itu merupakan salah satu kegiatan Daryono dalam perjalanannya ke beberapa negara Eropa, Ketua PPI Leiden Muhammad Yuanda Zara kepada detikcom menuturkan.
"Kebijakan yang diterapkan pemerintah belum memihak kepada petani. Penyeragaman benih, pemakaian pupuk kimia, serta penjualan hasil pertanian yang tidak menguntungkan telah menempatkan petani sebagai pihak yang tidak bisa menikmati hasil kerja kerasnya sendiri," papar Daryono.
Menurut Daryono, banyak akibat yang timbul karena persoalan tersebut, mulai dari kadar PH tanah yang menurun, hingga keengganan anak-anak muda di desa untuk menggarap sawah karena kehilangan motivasi.
"Demi kelangsungan desa, hal ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja," demikian Daryono. (es/es)
Hal itu dikemukakan Daryono, petani kecil dari Klaten, Jawa Tengah, saat melakukan pertemuan dengan mahasiswa dan tokoh masyarakat Indonesia di Leiden, Sabtu (20/9/2008) lalu. Acara itu diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) setempat.
Daryono berada di Eropa karena mendapat penghargaan dari LSM di Perancis atas jasa-jasanya terhadap pembangunan desanya, khususnya dalam hal kemandirian pertanian.
Pertemuan di rumah seorang sesepuh, Mintardjo, di Korenbloemlaan 59, itu merupakan salah satu kegiatan Daryono dalam perjalanannya ke beberapa negara Eropa, Ketua PPI Leiden Muhammad Yuanda Zara kepada detikcom menuturkan.
"Kebijakan yang diterapkan pemerintah belum memihak kepada petani. Penyeragaman benih, pemakaian pupuk kimia, serta penjualan hasil pertanian yang tidak menguntungkan telah menempatkan petani sebagai pihak yang tidak bisa menikmati hasil kerja kerasnya sendiri," papar Daryono.
Menurut Daryono, banyak akibat yang timbul karena persoalan tersebut, mulai dari kadar PH tanah yang menurun, hingga keengganan anak-anak muda di desa untuk menggarap sawah karena kehilangan motivasi.
"Demi kelangsungan desa, hal ini tentu tidak bisa dibiarkan begitu saja," demikian Daryono. (es/es)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

