Laporan dari Leiden
Tak Memihak, Pemerintah Tak Usah Ditunggu
Jumat, 26/09/2008 16:08 WIB
Leiden -
Kebijakan pemerintah tak memihak petani, akibatnya anak-anak muda desa kehilangan motivasi, lalu berbondong-bondong urbanisasi. Dari Leiden Daryono berbagi kiat.
"Anak-anak muda di desa tidak perlu ikut-ikutan untuk hijrah ke kota. Penghidupan yang baik sebenarnya juga tersedia di desa," ujar dalam pertemuan dengan mahasiswa Leiden di rumah seorang sesepuh, Mintardjo, di Korenbloemlaan 59, Sabtu (20/9/2008) lalu.
Syaratnya, kata Daryono, sebenarnya mudah saja, yakni bagaimana membuat desa menjadi tempat yang menarik bagi mereka yang menjelang dewasa tersebut. "Desa harus menyediakan lapangan pekerjaan serta menjanjikan masa depan yang cerah," tandasnya dalam pertemuan yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leiden.
Daryono lalu mengambil inisiatif untuk mengubah keadaan. Dia mengajak anak-anak muda di desanya untuk aktif bertani. Selain sebagai antisipasi terhadap urbanisasi, upaya ini juga merupakan respon terhadap banyaknya anak-anak yang kehilangan kesempatan bekerja atau bersekolah setelah gempa bumi di Klaten, 26/5/2006 lalu.
“Anak-anak muda itu saya kumpulkan dan saya beri pengarahan. Mulai dari jenis tanaman apa saja yang bisa dibudidayakan, hingga bagaimana cara menjualnya,” terang Daryono.
Partisipasi para pemuda tersebut semakin menggembirakan dari waktu ke waktu. Mereka kian mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Daryono selanjutnya juga mengumpulkan petani-petani di lingkungannya. Dengan bendera Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), dia mengorganisir kegiatan-kegiatan pertanian di desanya, dari penyuluhan, pembuatan pupuk organik, hingga penyusunan pola distribusi hasil sawah.
Selain itu dia juga membangun jaringan produktif. Antara lain membuka komunikasi dengan kalangan kampus, LSM, hingga konsumen produk pertaniannya. Demikian pula dengan kelompok tani dari kabupaten lainnya, seperti Salatiga dan Wonogiri.
"Tidak perlu menunggu uluran tangan pemerintah. Setiap warga desa semestinya memiliki kepedulian untuk membangun desanya," demikian Daryono, seraya mengutip slogan bali deso, mbangun deso (pulang ke desa, membangun desa).
Kerja keras dan perjuangan Daryono membangun desanya itu mendapat perhatian dari sebuah LSM di Prancis. Selain mendapat penghargaan, Daryono juga berkesempatan terbang jalan-jalan ke Eropa.
(es/es)
"Anak-anak muda di desa tidak perlu ikut-ikutan untuk hijrah ke kota. Penghidupan yang baik sebenarnya juga tersedia di desa," ujar dalam pertemuan dengan mahasiswa Leiden di rumah seorang sesepuh, Mintardjo, di Korenbloemlaan 59, Sabtu (20/9/2008) lalu.
Syaratnya, kata Daryono, sebenarnya mudah saja, yakni bagaimana membuat desa menjadi tempat yang menarik bagi mereka yang menjelang dewasa tersebut. "Desa harus menyediakan lapangan pekerjaan serta menjanjikan masa depan yang cerah," tandasnya dalam pertemuan yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Leiden.
Daryono lalu mengambil inisiatif untuk mengubah keadaan. Dia mengajak anak-anak muda di desanya untuk aktif bertani. Selain sebagai antisipasi terhadap urbanisasi, upaya ini juga merupakan respon terhadap banyaknya anak-anak yang kehilangan kesempatan bekerja atau bersekolah setelah gempa bumi di Klaten, 26/5/2006 lalu.
“Anak-anak muda itu saya kumpulkan dan saya beri pengarahan. Mulai dari jenis tanaman apa saja yang bisa dibudidayakan, hingga bagaimana cara menjualnya,” terang Daryono.
Partisipasi para pemuda tersebut semakin menggembirakan dari waktu ke waktu. Mereka kian mandiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Daryono selanjutnya juga mengumpulkan petani-petani di lingkungannya. Dengan bendera Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), dia mengorganisir kegiatan-kegiatan pertanian di desanya, dari penyuluhan, pembuatan pupuk organik, hingga penyusunan pola distribusi hasil sawah.
Selain itu dia juga membangun jaringan produktif. Antara lain membuka komunikasi dengan kalangan kampus, LSM, hingga konsumen produk pertaniannya. Demikian pula dengan kelompok tani dari kabupaten lainnya, seperti Salatiga dan Wonogiri.
"Tidak perlu menunggu uluran tangan pemerintah. Setiap warga desa semestinya memiliki kepedulian untuk membangun desanya," demikian Daryono, seraya mengutip slogan bali deso, mbangun deso (pulang ke desa, membangun desa).
Kerja keras dan perjuangan Daryono membangun desanya itu mendapat perhatian dari sebuah LSM di Prancis. Selain mendapat penghargaan, Daryono juga berkesempatan terbang jalan-jalan ke Eropa.
(es/es)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

