Laporan dari Den Haag
Soal Hilal, Sampai Kapan Elite Bodohi Umat?
Rabu, 01/10/2008 03:29 WIB
The Science of Moon Sighting (fatwa.org.za)
Den Haag -
Apa sebenarnya obyek observasi yang ditargetkan Depag dan ormas Islam dalam melakukan ru'yah hari Senin? Hilal? Menteri Agama gegabah menuding salah kepada masyarakat yang beridul Fitri Selasa.
Hal itu dikemukakan Direktur ICCN, ISR dan Ketua ICMI Orwil Eropa Dr. Sofyan Sururi Siregar, MA kepada detikcom Selasa malam atau Rabu (1/10/2008) WIB, menanggapi pernyataan Menteri Agama (Menag: Yang Lebaran Lebih Dahulu Itu Salah).
"Jika berita itu benar bahwa Menteri Agama menyatakan orang yang berhari raya pada Selasa (30/9/2008) salah, sungguh ucapan itu merupakan blunder dan pelecehan Depag terhadap umat beragama," kata Sofyan.
Disebutkan bahwa hampir semua KBRI di Eropa berhari raya pada Selasa, kecuali KBRI Den Haag. Apa alasan dan argumentasi Depag dan lembaga lainnya berhari raya Rabu (1/10/2008) itu tidak jelas.
Dijelaskan Sofyan bahwa keadaan ini dikenal dengan ikhtilaful matoli' (perbedaan dalam soal hilal menghilal, red). Mereka yang beridul fitri pada Selasa (30/9/2008) itu menganut free horizon, yakni jika di suatu horizon hilal telah ada dan bisa diru'yah, maka ru'yah itu berlaku untuk beberapa negara yang belum masuk waktu fajar.
Sebagian lainnya memakai lokal horizon seperti Lajnatul Isbat Depag, di mana jika hilal tidak ada di atas horizon lokal Indonesia pada 29 Ramadan, maka mereka akan menggenapkan bilangan Ramadan 30 hari.
"Anehnya mengapa Menteri Agama ngawur dan gegabah menafikan kenyataan khazanah yurisprudensi ini?" tanya Sofyan.
Menurut Sofyan, masalah penetapan hilal dalam hal ini terkait Idul Fitri jatuh pada Selasa (30/9/2008) atau Rabu (1/10/2008) sebenarnya adalah masalah klasik yang selalu jadi topik diskusi rutin bagi elite umat dan pemerintah di tanah air.
"Yang tidak klasik dan sangat aneh adalah upaya pembodohan umat Islam, yang dilakukan oleh elite tersebut berkelanjutan dan sangat menjijikkan dari tahun ke tahun," ujar Sofyan.
Pembelajaran dalam bentuk pembodohan itu nampak dari manuver elite umat yang mengumumkan akan melakukan ru'yatul hilal seperti pada Senin 29 Sya'ban (29/9/2008) di 7 titik pemantauan di Indonesia.
"Upaya Lajnatul Istbat Depag dan ormas Islam yang berlagak berusaha melakukan ru'yah pada Senin itu tidak bisa ditafsirkan lain kecuali pembodohan umat," tandas Sofyan.
Sofyan mempertanyakan apa sebenarnya objek observasi atau ru'yah yang ditargetkan dalam melakukan ru'yah pada Senin? Hilal? "Tentu tidak mungkin bahkan mustahil. Padahal Lajnatul Isbat Depag sendiri sudah tahu bahwa posisi hilal pada Senin itu di Indonesia masih berada dibawah horizon," beber Sofyan.
Lalu kenapa harus meru'yah segala? Apakah ada kaitannya dengan anggaran ru'yatul hilal yang sudah di-APBN-kan dan harus dihabiskan? "Ataukah Depag melakukan terobosan baru dengan meru'yah matahari pada 29 Ramadan?" gurau Sofyan menyindir, seraya meminta agar Lajnatul Isbat Depag mempertanggungjawabkan keabsahan 'merukyah matahari' pada 29 Ramadan 1429 H.
Dikatakan, bahwa Depag mestinya meru'yah bulan, bukan matahari. "Upaya meru'yah bulan pada Senin itu sebenarnya sama dengan upaya meru'yah matahari saat matahari itu sendiri sudah berada di bawah horizon," demikian Sofyan. (es/es)
Hal itu dikemukakan Direktur ICCN, ISR dan Ketua ICMI Orwil Eropa Dr. Sofyan Sururi Siregar, MA kepada detikcom Selasa malam atau Rabu (1/10/2008) WIB, menanggapi pernyataan Menteri Agama (Menag: Yang Lebaran Lebih Dahulu Itu Salah).
"Jika berita itu benar bahwa Menteri Agama menyatakan orang yang berhari raya pada Selasa (30/9/2008) salah, sungguh ucapan itu merupakan blunder dan pelecehan Depag terhadap umat beragama," kata Sofyan.
Disebutkan bahwa hampir semua KBRI di Eropa berhari raya pada Selasa, kecuali KBRI Den Haag. Apa alasan dan argumentasi Depag dan lembaga lainnya berhari raya Rabu (1/10/2008) itu tidak jelas.
Dijelaskan Sofyan bahwa keadaan ini dikenal dengan ikhtilaful matoli' (perbedaan dalam soal hilal menghilal, red). Mereka yang beridul fitri pada Selasa (30/9/2008) itu menganut free horizon, yakni jika di suatu horizon hilal telah ada dan bisa diru'yah, maka ru'yah itu berlaku untuk beberapa negara yang belum masuk waktu fajar.
Sebagian lainnya memakai lokal horizon seperti Lajnatul Isbat Depag, di mana jika hilal tidak ada di atas horizon lokal Indonesia pada 29 Ramadan, maka mereka akan menggenapkan bilangan Ramadan 30 hari.
"Anehnya mengapa Menteri Agama ngawur dan gegabah menafikan kenyataan khazanah yurisprudensi ini?" tanya Sofyan.
Menurut Sofyan, masalah penetapan hilal dalam hal ini terkait Idul Fitri jatuh pada Selasa (30/9/2008) atau Rabu (1/10/2008) sebenarnya adalah masalah klasik yang selalu jadi topik diskusi rutin bagi elite umat dan pemerintah di tanah air.
"Yang tidak klasik dan sangat aneh adalah upaya pembodohan umat Islam, yang dilakukan oleh elite tersebut berkelanjutan dan sangat menjijikkan dari tahun ke tahun," ujar Sofyan.
Pembelajaran dalam bentuk pembodohan itu nampak dari manuver elite umat yang mengumumkan akan melakukan ru'yatul hilal seperti pada Senin 29 Sya'ban (29/9/2008) di 7 titik pemantauan di Indonesia.
"Upaya Lajnatul Istbat Depag dan ormas Islam yang berlagak berusaha melakukan ru'yah pada Senin itu tidak bisa ditafsirkan lain kecuali pembodohan umat," tandas Sofyan.
Sofyan mempertanyakan apa sebenarnya objek observasi atau ru'yah yang ditargetkan dalam melakukan ru'yah pada Senin? Hilal? "Tentu tidak mungkin bahkan mustahil. Padahal Lajnatul Isbat Depag sendiri sudah tahu bahwa posisi hilal pada Senin itu di Indonesia masih berada dibawah horizon," beber Sofyan.
Lalu kenapa harus meru'yah segala? Apakah ada kaitannya dengan anggaran ru'yatul hilal yang sudah di-APBN-kan dan harus dihabiskan? "Ataukah Depag melakukan terobosan baru dengan meru'yah matahari pada 29 Ramadan?" gurau Sofyan menyindir, seraya meminta agar Lajnatul Isbat Depag mempertanggungjawabkan keabsahan 'merukyah matahari' pada 29 Ramadan 1429 H.
Dikatakan, bahwa Depag mestinya meru'yah bulan, bukan matahari. "Upaya meru'yah bulan pada Senin itu sebenarnya sama dengan upaya meru'yah matahari saat matahari itu sendiri sudah berada di bawah horizon," demikian Sofyan. (es/es)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
437 Komentar
-
375 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

