Patrialis: Jimly Tidak Bisa Jadi Ketua MA
Selasa, 07/10/2008 08:23 WIB
(Foto: Dok. detikcom)
Jakarta -
Setelah Jimly mundur dari MK, ICW mendukungnya sebagai calon Ketua MA. Namun dukungan ini dianggap mengada-ada karena undang-undang tidak memungkinkannya.
"Ya nggak bisa dong. Karena ketua MA kan dipilih dari dan oleh hakim agung, sedangkan Pak Jimly kan bukan dari hakim agung, jadi itu mengada-ada. Itu di luar konteks," kata anggota Komisi III DPR RI Patrialis Akbar kepada detikcom, Selasa (7/10/2008).
Patrialis bisa memahami jika Jimly memutuskan mundur dari MK. Dia menduga, Jimly berpikir dirinya bisa berkiprah lebih maksimal di luar MK.
"Kalau kami ya bisa memahami. Mungkin Pak Jimly berpikir bisa berkiprah maksimal lagi dengan keluar dari MK. Mungkin beliau sudah merasa meletakkan sendi-sendi dasar MK," ujar politisi Partai Amanat Nasional ini.
Patrialis juga mengakui jika Jimly telah memiliki jasa besar terhadap MK. Jimly telah membawa MK menjadi sebuah lembaga yang baik.
"Memang ternyata MK sudah berposisi pada lembaga yang cukup baik. Meskipun ada pro kontra terhadap putusan yang dikeluarkannya itu adalah hal yang wajar," lanjutnya.
Meski PAN termasuk fraksi yang mendukung terpilihnya Jimly sebagai anggota MK, namun Patrialis tidak menyayangkan pengunduran diri Jimly. Baginya yang penting bukanlah menyayangkan, melainkan mengambil langkah ke depan guna menindaklanjuti pengunduran diri Jimly.
"Saya kira nggak perlu kita menyayangkan. Kita sayangkan juga nggak ada gunanya. Yang penting adalah bagaimana melangkah ke depan. DPR harus segera memilih kembali hakim konstitusi yang cocok. Dan tidak boleh terlalu lama," pungkasnya.
(sho/nrl)
"Ya nggak bisa dong. Karena ketua MA kan dipilih dari dan oleh hakim agung, sedangkan Pak Jimly kan bukan dari hakim agung, jadi itu mengada-ada. Itu di luar konteks," kata anggota Komisi III DPR RI Patrialis Akbar kepada detikcom, Selasa (7/10/2008).
Patrialis bisa memahami jika Jimly memutuskan mundur dari MK. Dia menduga, Jimly berpikir dirinya bisa berkiprah lebih maksimal di luar MK.
"Kalau kami ya bisa memahami. Mungkin Pak Jimly berpikir bisa berkiprah maksimal lagi dengan keluar dari MK. Mungkin beliau sudah merasa meletakkan sendi-sendi dasar MK," ujar politisi Partai Amanat Nasional ini.
Patrialis juga mengakui jika Jimly telah memiliki jasa besar terhadap MK. Jimly telah membawa MK menjadi sebuah lembaga yang baik.
"Memang ternyata MK sudah berposisi pada lembaga yang cukup baik. Meskipun ada pro kontra terhadap putusan yang dikeluarkannya itu adalah hal yang wajar," lanjutnya.
Meski PAN termasuk fraksi yang mendukung terpilihnya Jimly sebagai anggota MK, namun Patrialis tidak menyayangkan pengunduran diri Jimly. Baginya yang penting bukanlah menyayangkan, melainkan mengambil langkah ke depan guna menindaklanjuti pengunduran diri Jimly.
"Saya kira nggak perlu kita menyayangkan. Kita sayangkan juga nggak ada gunanya. Yang penting adalah bagaimana melangkah ke depan. DPR harus segera memilih kembali hakim konstitusi yang cocok. Dan tidak boleh terlalu lama," pungkasnya.
(sho/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 06:13 WIB
Kenali Kondisi Bus, Pengemudi Harus Kuasai Kemampuan Montir
-
Minggu, 12/02/2012 05:40 WIB
Truk Tronton Terperosok Gorong-gorong di Jl Raya Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
444 Komentar
-
391 Komentar
-
358 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

