Laporan Anggarannya Disclaimer, Dephan Sempurnakan
Sabtu, 11/10/2008 01:10 WIB
Jakarta -
Laporan keuangan anggaran pertahanan tahun 2006-2007 Departemen Pertahanan (Dephan) dan TNI dianggap disclaimer atau tidak sesuai sasaran oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dephan akan segera menyempurnakan dengan melakukan pencerahan kepada para komandan pemegang keuangan.
"Latar belakang penilaian opini dari BPK terhadap laporan keuangan Dephan dan TNI sudah dua tahun belakang ini disclaimer. Jadi opini ini sangat tidak enak, oleh karenanya Menhan selaku pengguna anggaran bertekad segera menyempurnakan laporan keuangan kita," kata Inspektur Jenderal (Irjen) Departemen Pertahanan Letjen TNI Syafzen Noerdin yang ditemui di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (10/10/2008).
Menhan Juwono Sudarsono, lanjut Syafzen, telah mengeluarkan petunjuk perencanaannya. Saat ini tinggal penjabarannya, salah satu melakukan pencerahan kepada seluruh pemegang otoritas anggaran.
"Memang nanti kepada para pelakunya (pemegang kas) itu juga akan diberikan penataran khusus, tapi yang penting lagi adalah para komandannya," jelasnya.
Pencerahan kepada para komandan pemegang otoritas keuangan di lingkungan TNI dan Dephan ini akan dilakukan di lima kota, salah satunya di Surabaya, Jawa Timur dan kota lainnya di Jawa Tengah dan Bali.
Rencananya, dalam pertemuan itu akan dihadiri oleh Ketua BPK Anwar Nasution.
"Beliau sendiri akan memimpin pencerahan tersebut kepada komandan," imbuh mantan Komandan Korps Marinir ini.
Pencerahan yang dilakukan ini, lanjut Syafzen, untuk mengetahui bagaimana membuat laporan keuangan sempurna oleh Dephan dan TNI.
"Karena terus terang, di antara departemen-departemen lain, Dephan TNI adalah yang paling unik. Kita bertekad betul bagaimana bisa keluar dari disclaimer pada tahun 2008. Kita ingin mendapatkan opini yang lebih baik, syukur-syukur kalau bisa opini wajar tanpa pengecualian dari BPK," ujarnya lagi.
Syafzen menjelaskan masalah utama kenapa anggaran dinilai disclimer itu, di mana begitu banyak barang, aset barang tidak bergerak masih banyak yang bermasalah, kemudian penilaian harganya belum ada sehingga sekarang disempurnakan.
"Masih ada masalah PNBP, seperti rumah sakit, itu juga kita akan sempurnakan. Yang terpenting bagaimana para pelaksana anggaran di bawah itu benar-benar disiplin untuk melakukan pencatatan. Jadi kalau ada uang yang keluar Rp 1.000 mestinya kelihatan untuk apanya. Kalau jadi barang, itu juga harus kelihatan barang tersebut," jelasnya.
Langkas pertama yang dilakukan saat ini oleh Dephan, kata Syafzen, untuk barang tidak bergerak yang ternyata cukup besar asetnya itu bisa disempurnakan mungkin 1/3 kekayaan TNI naik. Selain itu, aset-aset tanah yang disewakan pihak swasta akan ditertibkan, contoh Aldiron.
Termasuk aset yang sudah beralih ke pihak ketiga juga akan ditertibkan dan diperbaiki kontraknya.
"Diinventarisir, dihitung kembali jangan sampai terjadi kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. Barang-barang yang tidak bergerak seperti bangunan dan tanah menjadi prioritas utama penertiban diharapkan tahun 2008 clear dan selesai," pungkasnya.
(zal/mok)
"Latar belakang penilaian opini dari BPK terhadap laporan keuangan Dephan dan TNI sudah dua tahun belakang ini disclaimer. Jadi opini ini sangat tidak enak, oleh karenanya Menhan selaku pengguna anggaran bertekad segera menyempurnakan laporan keuangan kita," kata Inspektur Jenderal (Irjen) Departemen Pertahanan Letjen TNI Syafzen Noerdin yang ditemui di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (10/10/2008).
Menhan Juwono Sudarsono, lanjut Syafzen, telah mengeluarkan petunjuk perencanaannya. Saat ini tinggal penjabarannya, salah satu melakukan pencerahan kepada seluruh pemegang otoritas anggaran.
"Memang nanti kepada para pelakunya (pemegang kas) itu juga akan diberikan penataran khusus, tapi yang penting lagi adalah para komandannya," jelasnya.
Pencerahan kepada para komandan pemegang otoritas keuangan di lingkungan TNI dan Dephan ini akan dilakukan di lima kota, salah satunya di Surabaya, Jawa Timur dan kota lainnya di Jawa Tengah dan Bali.
Rencananya, dalam pertemuan itu akan dihadiri oleh Ketua BPK Anwar Nasution.
"Beliau sendiri akan memimpin pencerahan tersebut kepada komandan," imbuh mantan Komandan Korps Marinir ini.
Pencerahan yang dilakukan ini, lanjut Syafzen, untuk mengetahui bagaimana membuat laporan keuangan sempurna oleh Dephan dan TNI.
"Karena terus terang, di antara departemen-departemen lain, Dephan TNI adalah yang paling unik. Kita bertekad betul bagaimana bisa keluar dari disclaimer pada tahun 2008. Kita ingin mendapatkan opini yang lebih baik, syukur-syukur kalau bisa opini wajar tanpa pengecualian dari BPK," ujarnya lagi.
Syafzen menjelaskan masalah utama kenapa anggaran dinilai disclimer itu, di mana begitu banyak barang, aset barang tidak bergerak masih banyak yang bermasalah, kemudian penilaian harganya belum ada sehingga sekarang disempurnakan.
"Masih ada masalah PNBP, seperti rumah sakit, itu juga kita akan sempurnakan. Yang terpenting bagaimana para pelaksana anggaran di bawah itu benar-benar disiplin untuk melakukan pencatatan. Jadi kalau ada uang yang keluar Rp 1.000 mestinya kelihatan untuk apanya. Kalau jadi barang, itu juga harus kelihatan barang tersebut," jelasnya.
Langkas pertama yang dilakukan saat ini oleh Dephan, kata Syafzen, untuk barang tidak bergerak yang ternyata cukup besar asetnya itu bisa disempurnakan mungkin 1/3 kekayaan TNI naik. Selain itu, aset-aset tanah yang disewakan pihak swasta akan ditertibkan, contoh Aldiron.
Termasuk aset yang sudah beralih ke pihak ketiga juga akan ditertibkan dan diperbaiki kontraknya.
"Diinventarisir, dihitung kembali jangan sampai terjadi kembali seperti tahun-tahun sebelumnya. Barang-barang yang tidak bergerak seperti bangunan dan tanah menjadi prioritas utama penertiban diharapkan tahun 2008 clear dan selesai," pungkasnya.
(zal/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 10:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Sempat Kabur, Polisi Belum Temukan Unsur Kesengajaan
-
Minggu, 12/02/2012 10:09 WIB
Maling Motor Ditembak Polisi di Kukusan di Dekat UI
-
Minggu, 12/02/2012 10:02 WIB
Nasir Salah Gunakan Wewenang Komisi III untuk Jenguk Nazaruddin
-
Minggu, 12/02/2012 09:27 WIB
Pejabat Negara atau Bukan, Penerima Duit Wisma Atlet Bisa Dijerat KPK
-
Minggu, 12/02/2012 09:20 WIB
CCTV Indomaret Merekam Detik-detik Bus Karunia Bakti Nyungsep
-
Minggu, 12/02/2012 09:20 WIB
CCTV Indomaret Merekam Detik-detik Bus Karunia Bakti Nyungsep
-
Minggu, 12/02/2012 09:27 WIB
Pejabat Negara atau Bukan, Penerima Duit Wisma Atlet Bisa Dijerat KPK
-
Minggu, 12/02/2012 10:02 WIB
Nasir Salah Gunakan Wewenang Komisi III untuk Jenguk Nazaruddin
-
Minggu, 12/02/2012 08:50 WIB
Lokasi Kecelakaan Bus Maut Dipadati Warga, Lalin ke Puncak Tersendat
-
471 Komentar
-
420 Komentar
-
371 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

