AS Kemungkinan Segera Hapus Korut dari Daftar Hitam Terorisme
Sabtu, 11/10/2008 04:25 WIB
(news.bbc.co.uk)
Washington -
Amerika Serikat kemungkinan akan segera menghapus Korea Utara (Korut) dari daftar hitam terorisme guna menyelamatkan perundingan nuklir dengan negeri komunis tersebut. Namun AS menghadapi kendala berupa resistensi dari Jepang.
"Hal itu mungkin saja akan terjadi," kata sebuah sumber yang dekat dengan perundingan seperti dikutip Reuters, Jumat (10/10/2008).
Namun para pejabat AS mengaku belum memutuskan hal tersebut. Mereka harus membicarakannya terlebih dulu dengan empat negara lain yang terlibat dalam perundingan untuk memperoleh 'konsensus,' yakni Jepang, China, Rusia, dan Korea Selatan.
Pemerintahan Presiden Bush dalam beberapa bulan terakhir berupaya keras untuk menyelamatkan perjanjian bantuan-untuk-pelucutan (aid-for-disarmament agreement) dengan Korut. Bush berharap perjanjian itu akan menjadi sebuah kesuksesan kebijakan luar negeri AS yang tergolong langka.
Dorongan untuk membangkitkan kembali perjanjian itu juga dipengaruhi oleh sikap Korea Utara yang memutuskan untuk memulai kembali program nuklirnya di Yongbyon dan menolak pengawasan PBB.
Di bawah sebuah kesepakatan dengan kelima negara di tahun 2005, sebelumnya Korut telah setuju menutup program nuklirnya dengan imbalan keuntungan ekonomi dan diplomatik. AS berjanji akan menghapus Korut dari daftar hitam terorisme jika Korut bersedia mengumumkan secara 'lengkap dan benar' seluruh program nuklirnya.
Perjanjian itu terganggu karena Korut enggan menerima mekanisme yang memungkinkan AS dan keempat negara lainnya memverifikasi pengumuman itu. Keadaan diperparah dengan adanya keberatan dari Jepang untuk menghapus Korut dari datar hitam terorisme sebelum isu penculikan warga negara Jepang oleh agen-agen Korut beberapa dekade yang lalu diselesaikan.
(sho/sho)
"Hal itu mungkin saja akan terjadi," kata sebuah sumber yang dekat dengan perundingan seperti dikutip Reuters, Jumat (10/10/2008).
Namun para pejabat AS mengaku belum memutuskan hal tersebut. Mereka harus membicarakannya terlebih dulu dengan empat negara lain yang terlibat dalam perundingan untuk memperoleh 'konsensus,' yakni Jepang, China, Rusia, dan Korea Selatan.
Pemerintahan Presiden Bush dalam beberapa bulan terakhir berupaya keras untuk menyelamatkan perjanjian bantuan-untuk-pelucutan (aid-for-disarmament agreement) dengan Korut. Bush berharap perjanjian itu akan menjadi sebuah kesuksesan kebijakan luar negeri AS yang tergolong langka.
Dorongan untuk membangkitkan kembali perjanjian itu juga dipengaruhi oleh sikap Korea Utara yang memutuskan untuk memulai kembali program nuklirnya di Yongbyon dan menolak pengawasan PBB.
Di bawah sebuah kesepakatan dengan kelima negara di tahun 2005, sebelumnya Korut telah setuju menutup program nuklirnya dengan imbalan keuntungan ekonomi dan diplomatik. AS berjanji akan menghapus Korut dari daftar hitam terorisme jika Korut bersedia mengumumkan secara 'lengkap dan benar' seluruh program nuklirnya.
Perjanjian itu terganggu karena Korut enggan menerima mekanisme yang memungkinkan AS dan keempat negara lainnya memverifikasi pengumuman itu. Keadaan diperparah dengan adanya keberatan dari Jepang untuk menghapus Korut dari datar hitam terorisme sebelum isu penculikan warga negara Jepang oleh agen-agen Korut beberapa dekade yang lalu diselesaikan.
(sho/sho)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 11:38 WIB
Bus Tabrak Delman, Motor dan Truk di Majalengka, 3 Orang Tewas
-
Minggu, 12/02/2012 11:22 WIB
Melarikan Diri, Hukuman Sopir Karunia Bakti Harus Lebih Berat
-
Minggu, 12/02/2012 11:02 WIB
Dua Ormas di Bali Bentrok, Mobil dan Rumah Dirusak
-
Minggu, 12/02/2012 11:01 WIB
Garis Polisi Dibuka, TKP Kecelakaan Bus Karunia Bakti Dibersihkan
-
Minggu, 12/02/2012 10:52 WIB
Korban Kecelakaan Bus Karunia Bakti Sempat Minta Minuman ke Indomaret
-
Minggu, 12/02/2012 10:52 WIB
Korban Kecelakaan Bus Karunia Bakti Sempat Minta Minuman ke Indomaret
-
Minggu, 12/02/2012 09:20 WIB
CCTV Indomaret Merekam Detik-detik Bus Karunia Bakti Nyungsep
-
Minggu, 12/02/2012 11:02 WIB
Dua Ormas di Bali Bentrok, Mobil dan Rumah Dirusak
-
Minggu, 12/02/2012 10:30 WIB
Harakiri Ala Demokrat
-
488 Komentar
-
435 Komentar
-
372 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

