Kasus Kecelakaan Garuda
Saksi: Pesawat Memantul Saat Mendarat
Senin, 13/10/2008 14:24 WIB
(foto: Bagus K)
Terkait
Yogyakarta -
Asap tebal masuk ke dalam kabin saat pesawat Garuda GA 200 mendarat dan terbakar di Bandara Adi Sucipto pada Maret 2007 lalu. Badan pesawat juga terasa memantul beberapa kali saat mendarat.
Hal tersebut diungkapkan Imam Arif Iskandar, pramugara Garuda saat bersaksi dalam sidang kasus kecelakaan pesawat Garuda GA 200 dengan terdakwa Pilot Marwoto Komar di PN Sleman, Yogyakarta, Senin (13/10/2008).
Menurut Imam, tak lama setelah badan pesawat berhenti di areal persawahan di ujung landasan, kabin dipenuhi asap tebal. Jarak pandang hanya sekitar 6 hingga 7 kursi ke depan.
"Awak kabin Ratna sempat berteriak ada fire (api). Setelah membuka pintu darurat bagian tengah, saya juga membantu penumpang yang terluka agar menjauh dari pesawat. Saya juga melihat pesawat sudah tidak utuh,
bagian kanan terbakar. Tapi saya tidak bisa melihat kokpit pesawat yang ada di depan," ungkap Imam.
Majelis Hakim yang diketuai Sri Andini SH juga sempat menanyakan kondisi pesawat sebelum berangkat. Menurut Imam, tidak ada keanehan yang terjadi. Seperti biasa, Imam bersama awak kabin yang lain yakni Pramugari Irawati, Ratna Budiharti dan Maryati melakukan pengecekan sebelum pesawat berangkat pada pukul 06.00 WIB.
Setelah penumpang siap sesuai prosedur pengamanan, pesawat dengan pilot Marwoto Komar dan kopilot Gagam Saman Rohmana kemudian terbang menuju Yogyakarta. Sekitar 10 menit setelah take off, Imam mendapat informasi dari supervisor bila cuaca kurang baik. Supervisor menerima informasi itu dari pilot sehingga lampu di kabin masih menyala dan penumpang belum diperbolehkan melepas sabuk pengaman.
"Itu sekitar pukul 06.10 WIB. Saat itu saya berada di kabin bagian belakang bersama kru Maryati," kata Imam.
Namun tidak lama berselang, kondisi cuaca baik sehingga penumpang diizinkan melepas sabuk pengaman dan lampu di kabin juga sudah dimatikan. Imam bersama awak kabin lain pun kemudian bersiap memberikan makan dan minuman ringan.
"Setelah itu, baru sekitar pukul 06.45-06.50 WIB, awak kabin Irawati memberikan info (kondisi pesawat) sebelum landing di Yogyakarta," katanya.
Sekadar diketahui, Pilot Marwoto Komar ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus musibah terperosoknya pesawat Garuda di sisi timur Bandara Adisutjipto 7 Maret 2007 lalu. Peristiwa tersebut mengakibatkan 21 penumpang tewas termasuk lima di antaranya warga Australia. (bgs/djo)
Hal tersebut diungkapkan Imam Arif Iskandar, pramugara Garuda saat bersaksi dalam sidang kasus kecelakaan pesawat Garuda GA 200 dengan terdakwa Pilot Marwoto Komar di PN Sleman, Yogyakarta, Senin (13/10/2008).
Menurut Imam, tak lama setelah badan pesawat berhenti di areal persawahan di ujung landasan, kabin dipenuhi asap tebal. Jarak pandang hanya sekitar 6 hingga 7 kursi ke depan.
"Awak kabin Ratna sempat berteriak ada fire (api). Setelah membuka pintu darurat bagian tengah, saya juga membantu penumpang yang terluka agar menjauh dari pesawat. Saya juga melihat pesawat sudah tidak utuh,
bagian kanan terbakar. Tapi saya tidak bisa melihat kokpit pesawat yang ada di depan," ungkap Imam.
Majelis Hakim yang diketuai Sri Andini SH juga sempat menanyakan kondisi pesawat sebelum berangkat. Menurut Imam, tidak ada keanehan yang terjadi. Seperti biasa, Imam bersama awak kabin yang lain yakni Pramugari Irawati, Ratna Budiharti dan Maryati melakukan pengecekan sebelum pesawat berangkat pada pukul 06.00 WIB.
Setelah penumpang siap sesuai prosedur pengamanan, pesawat dengan pilot Marwoto Komar dan kopilot Gagam Saman Rohmana kemudian terbang menuju Yogyakarta. Sekitar 10 menit setelah take off, Imam mendapat informasi dari supervisor bila cuaca kurang baik. Supervisor menerima informasi itu dari pilot sehingga lampu di kabin masih menyala dan penumpang belum diperbolehkan melepas sabuk pengaman.
"Itu sekitar pukul 06.10 WIB. Saat itu saya berada di kabin bagian belakang bersama kru Maryati," kata Imam.
Namun tidak lama berselang, kondisi cuaca baik sehingga penumpang diizinkan melepas sabuk pengaman dan lampu di kabin juga sudah dimatikan. Imam bersama awak kabin lain pun kemudian bersiap memberikan makan dan minuman ringan.
"Setelah itu, baru sekitar pukul 06.45-06.50 WIB, awak kabin Irawati memberikan info (kondisi pesawat) sebelum landing di Yogyakarta," katanya.
Sekadar diketahui, Pilot Marwoto Komar ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus musibah terperosoknya pesawat Garuda di sisi timur Bandara Adisutjipto 7 Maret 2007 lalu. Peristiwa tersebut mengakibatkan 21 penumpang tewas termasuk lima di antaranya warga Australia. (bgs/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita Ā»
-
Minggu, 12/02/2012 17:31 WIB
Hendardji Tahu Bakal Cagubnya Pernah Terseret Kasus Korupsi
-
Minggu, 12/02/2012 17:28 WIB
Amir Pastikan Nasir Tak Punya Kartu Akses Tahanan Kemenkum
-
Minggu, 12/02/2012 17:20 WIB
Amir Copot Kakanwil Kemenkum Jakarta Hingga Karutan Cipinang
-
Minggu, 12/02/2012 16:54 WIB
Kecelakaan Beruntun di Majalengka Diduga karena Kaki Sopir Bus Terjepit
-
Minggu, 12/02/2012 16:48 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Majalengka Bertambah Jadi 3 Orang
-
Minggu, 12/02/2012 16:54 WIB
Kecelakaan Beruntun di Majalengka Diduga karena Kaki Sopir Bus Terjepit
-
Minggu, 12/02/2012 16:15 WIB
Malaysia Deportasi Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
-
Minggu, 12/02/2012 17:20 WIB
Amir Copot Kakanwil Kemenkum Jakarta Hingga Karutan Cipinang
-
Minggu, 12/02/2012 13:54 WIB
Bentrok Ormas di Bali Dipicu Miras
-
579 Komentar
-
462 Komentar
-
376 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index Ā»
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

