Lobi RUU Pilpres
Forum Tegang, Gus Choi Nilai FPG dan FPDIP Main-main
Rabu, 15/10/2008 22:44 WIB
Jakarta -
Akibat alotnya lobi RUU Pilpres, sempat terjadi ketegangan dalam forum yang dihadiri para pimpinan fraksi dan utusan pemerintah itu. Ketegangan berawal saat utusan FPG Hardi Soesilo menyampaikan argumentasi partainya yang tetap ngotot di angka 30 persen. Karena merasa terlalu lama menyampaikan argumentasi, Ketua FKB Effendi Choirie menginterupsinya.
FKB berpendapat forum lobi ini bukan saatnya lagi untuk berargumentasi. Yang diharapkan dari forum ini adalah kemauan FPG dan FPDIP untuk menurunkan patokan angkanya dari 30 persen dengan kompensasi partai-partai menengah juga menaikkannya di kisaran 20 persen.
"Tadi ada sedikit ketegangan antara Pak Hardi dengan Gus Choi. Ketegangan itu terjadi karena Pak Hardi dinilai terlalu berbelit-belit dalam berargumen. Padahal forumnya sudah bukan lagi untuk berargumen karena semua sudah saling memahami usulan masing-masing fraksi di daftar inventarisasi masalah (DIM). Sekarang saatnya untuk menyamakan persepsi di angka-angka itu," kata sumber detikcom yang merupakan salah pimpinan fraksi di Hotel Santika, Jl KS Tubun, Jakarta, Rabu (15/10/2008).
Saat dikonfirmasi, Gus Choi mengiyakan adanya ketegangan tersebut.
"Iya. Itu biasa dalam demokrasi. Nggak masalah," ujarnya.
Karena FPG dan FPDIP masih kekeuh di angka tinggi, Gus Choi merasa lobi itu tidak ada artinya sehingga dia meninggalkan forum. Dia yakin forum itu tidak akan menghasilkan titik temu. Karena itu dia menilai langkah voting lebih tepat diambil jika Golkar dan PDIP tetap ngotot dengan angka usulannya. Gus Choi merasa FPG dan FPDIP sengaja mempermainkan fraksi-fraksi yang lain.
"Kalau mereka hanya turun 0,1 persen, itu namanya main-main. Kita dipermainkan Golkar dan PDIP. Kita sudah mau naik turun dari 2,5 persen ke 30 persen, lalu karena 30 persen terlalu besar turun ke 15 persen. Ini Golkar dan PDIP dari lobi pertama sampai sekarang nggak ada perubahan. Perubahannya 0,1 persen. Ini apa-apaan?" kata Gus Choi dengan nada kesal.
Gus Choi menilai forum lobi tidak akan kondusif untuk mencapai kesepakatan di kisaran angka 20 persen sehingga ia merasa tidak perlu lagi mengikutinya lebih jauh. Namun meski sudah ditinggalkan Gus Choi, FKB tetap mengirim anggota pansus lainnya, yakni Helmi Faishal Zaini, untuk mewakili FKB mengikuti lobi setelah skors.
Gus Choi menyayangkan arogansi FPG dan FPDIP yang merasa akan menjadi pemenang pemilu sehingga mengusulkan angka tinggi sebagai syarat pengajuan capres. Begitu juga dengan PKS yang mengusulkan 25 persen.
"Saya heran itu partai-partai yang merasa sok besar. Padahal nanti belum tentu semua loh. Kenapa tidak menggunakan angka yang bisa mengakomodir semuanya? Kan lebih enak," ujarnya sambil berlalu dari Hotel Santika. (sho/mok)
FKB berpendapat forum lobi ini bukan saatnya lagi untuk berargumentasi. Yang diharapkan dari forum ini adalah kemauan FPG dan FPDIP untuk menurunkan patokan angkanya dari 30 persen dengan kompensasi partai-partai menengah juga menaikkannya di kisaran 20 persen.
"Tadi ada sedikit ketegangan antara Pak Hardi dengan Gus Choi. Ketegangan itu terjadi karena Pak Hardi dinilai terlalu berbelit-belit dalam berargumen. Padahal forumnya sudah bukan lagi untuk berargumen karena semua sudah saling memahami usulan masing-masing fraksi di daftar inventarisasi masalah (DIM). Sekarang saatnya untuk menyamakan persepsi di angka-angka itu," kata sumber detikcom yang merupakan salah pimpinan fraksi di Hotel Santika, Jl KS Tubun, Jakarta, Rabu (15/10/2008).
Saat dikonfirmasi, Gus Choi mengiyakan adanya ketegangan tersebut.
"Iya. Itu biasa dalam demokrasi. Nggak masalah," ujarnya.
Karena FPG dan FPDIP masih kekeuh di angka tinggi, Gus Choi merasa lobi itu tidak ada artinya sehingga dia meninggalkan forum. Dia yakin forum itu tidak akan menghasilkan titik temu. Karena itu dia menilai langkah voting lebih tepat diambil jika Golkar dan PDIP tetap ngotot dengan angka usulannya. Gus Choi merasa FPG dan FPDIP sengaja mempermainkan fraksi-fraksi yang lain.
"Kalau mereka hanya turun 0,1 persen, itu namanya main-main. Kita dipermainkan Golkar dan PDIP. Kita sudah mau naik turun dari 2,5 persen ke 30 persen, lalu karena 30 persen terlalu besar turun ke 15 persen. Ini Golkar dan PDIP dari lobi pertama sampai sekarang nggak ada perubahan. Perubahannya 0,1 persen. Ini apa-apaan?" kata Gus Choi dengan nada kesal.
Gus Choi menilai forum lobi tidak akan kondusif untuk mencapai kesepakatan di kisaran angka 20 persen sehingga ia merasa tidak perlu lagi mengikutinya lebih jauh. Namun meski sudah ditinggalkan Gus Choi, FKB tetap mengirim anggota pansus lainnya, yakni Helmi Faishal Zaini, untuk mewakili FKB mengikuti lobi setelah skors.
Gus Choi menyayangkan arogansi FPG dan FPDIP yang merasa akan menjadi pemenang pemilu sehingga mengusulkan angka tinggi sebagai syarat pengajuan capres. Begitu juga dengan PKS yang mengusulkan 25 persen.
"Saya heran itu partai-partai yang merasa sok besar. Padahal nanti belum tentu semua loh. Kenapa tidak menggunakan angka yang bisa mengakomodir semuanya? Kan lebih enak," ujarnya sambil berlalu dari Hotel Santika. (sho/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 04:22 WIB
Pabrik Plastik Terbakar di Cengkareng
-
Senin, 13/02/2012 03:56 WIB
Kecelakaan Bus di Jalur Ngawi-Madiun, 14 Orang Luka-Luka
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 04:26 WIB
2 Kecelakaan Terjadi di Ruas Tol Dalam Kota Jakarta
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Senin, 13/02/2012 03:56 WIB
Kecelakaan Bus di Jalur Ngawi-Madiun, 14 Orang Luka-Luka
-
594 Komentar
-
501 Komentar
-
384 Komentar
-
209 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

