Sidang Kasus Kecelakaan Garuda

Saksi: Pesawat Mendarat Dalam Kecepatan yang Tidak Biasa foto

Bagus Kurniawan - detikNews
Senin, 20/10/2008 15:28 WIB
(foto: Bagus K)
Yogyakarta - Sidang lanjutan kasus kecelakaan Garuda dengan terdakwa pilot Marwoto Komar menghadirkan saksi petugas Air Traffic Control (ATC). Saksi mengatakan, saat mendarat kecepatan pesawat terlihat lebih dari biasanya. Badan pesawat juga memantul 3 kali.

"Saya melihat saat mendarat, kondisi pesawat tidak seperti biasanya. Saat mendarat, menyentuh landasan, pesawat masih kencang dan tidak mengurangi kecepatan serta ada bouncing (pantulan)," kata anggota TNI AU Serma Yudi Inarayani (34), petugas di ATC Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta, di PN Sleman, Senin (20/10/2008).

Yudi menambahkan, pada pantulan kedua terlihat ada percikan api dan ban pesawat seperti lepas. Menurut Yudi, dia dan sejumlah petugas ATC lainnya dapat melihat dengan jelas kejadian itu dari menara setinggi 15 meter tempat mereka bertugas.

"Ban menempel, tapi tak ada pengurangan kecepatan. Pesawat seperti mau melayang, naik lagi. Itu terlihat dari depan tower," ungkap Yudi.

Melihat kejadian itu, sambung Yudi, dirinya kemudian memencet crash alarm sebagai tanda peringatan. Dia juga berkoordinasi dengan unit-unit lain terkait dengan staus bandara saat itu. Petugas lain di ATC juga memberitahukan kepada pesawat lain yang mau mendarat di Adi Sutjipto untuk dialihkan ke bandara lain seperti Adi Sumarmo Solo.

Yudi juga menjelaskan, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang diterimanya setiap 30 menit sekali, cuaca saat itu dalam keadaan normal. Jarak pandang pesawat cukup baik yakni hingga 5 km. "Landasan aman dan atitude juga normal," katanya.

Saat sidang majelis hakim disaksikan penasehat hukum terdakwa dan jaksa penuntut penuntut umum (JPU) juga menunjukkan beberapa barang bukti berupa ban pesawat dan shokbreaker pesawat kepada saksi. Hakim menanyakan apakah karet ban pesawat yang ada di depan sidang itu sama persis yang dlihat saat pesawat mengalami kecelakaan.

"Saya kurang yakin apakah itu atau bukan. Yang saya lihat adalah karet seperti ban pesawat," kata Yudi.

(bgs/djo)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel