
Kalapas Tangerang: Napi Tewas Bukan Dihajar Sipir, Tapi Kena HIV
Selasa, 21/10/2008 16:51 WIB
Jakarta -
Dua napi di Lembaga Pemasyarakatan kelas 1 Tangerang, Banten, dikabarkan tewas gara-gara dihajar sipir. Kalapas LP kelas 1 Tangerang Wawan Hendrawan membenarkan ada napi tewas. Tapi disebabkan HIV bukan dihajar.
"Bohong itu semua. Tidak ada binaan saya yang dipukuli oleh sipir di sini," kata Wawan kepada detikcom per telepon, Selasa (21/10/2008).
Pria yang sudah 3 kali menjabat sebagai kepala lapas kelas 1 ini menuturkan, banyak napi yang masuk LP kelas 1 Tangerang telah membawa penyakit dari luar dan sempat dirawat di rumah sakit Lapas.
Menurut Wawan, salah satu contohnya adalah napi yang bernama Yudi. Yudi akhirnya meninggal beberapa hari lalu karena disebabkan penyakit HIV AIDS .
"Mereka membawa penyakit itu dari luar dan sempat dirawat selama berbulan-bulan di rumah sakit Lapas sebelum akhirnya meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Polri," kata Wawan.
Wawan menerangkan, kalau pihak keluarga dari napi yang meninggal telah diberitahu, dan pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas.
Kabar napi meninggal gara-gara dihajar sipir disampaikan oleh John, salah seorang napi di LP kelas 1 Tangerang. Menurut John, 2 napi yakni Beni dan Wawan meninggal setelah dimasukkan ke menara gara-gara membawa HP.
Menara adalah ruang tahanan untuk napi yang bermasalah. Ruang tahanan itu berukuran 8x6 meter dengan diisi oleh 25 orang napi. Di ruangan inilah, kedua napi itu dihajar.
(ron/iy)
"Bohong itu semua. Tidak ada binaan saya yang dipukuli oleh sipir di sini," kata Wawan kepada detikcom per telepon, Selasa (21/10/2008).
Pria yang sudah 3 kali menjabat sebagai kepala lapas kelas 1 ini menuturkan, banyak napi yang masuk LP kelas 1 Tangerang telah membawa penyakit dari luar dan sempat dirawat di rumah sakit Lapas.
Menurut Wawan, salah satu contohnya adalah napi yang bernama Yudi. Yudi akhirnya meninggal beberapa hari lalu karena disebabkan penyakit HIV AIDS .
"Mereka membawa penyakit itu dari luar dan sempat dirawat selama berbulan-bulan di rumah sakit Lapas sebelum akhirnya meninggal dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Polri," kata Wawan.
Wawan menerangkan, kalau pihak keluarga dari napi yang meninggal telah diberitahu, dan pihak keluarga telah menerima dengan ikhlas.
Kabar napi meninggal gara-gara dihajar sipir disampaikan oleh John, salah seorang napi di LP kelas 1 Tangerang. Menurut John, 2 napi yakni Beni dan Wawan meninggal setelah dimasukkan ke menara gara-gara membawa HP.
Menara adalah ruang tahanan untuk napi yang bermasalah. Ruang tahanan itu berukuran 8x6 meter dengan diisi oleh 25 orang napi. Di ruangan inilah, kedua napi itu dihajar.
(ron/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 14/02/2012 05:02 WIB
8 Poin Kode Etik Dihapus MA, KY Harus Optimalkan Hak Sadap Telepon Hakim
-
Selasa, 14/02/2012 04:17 WIB
Dua Bayi Tanpa Dinding Perut Dirawat di RSUP Adam Malik Medan
-
Selasa, 14/02/2012 04:06 WIB
Pria Diduga Bandar Narkoba Terjaring Razia Kumpul Kebo di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 02:00 WIB
Wah! Gunung Dempo Diperkirakan Tambah Tinggi 23 Meter
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 04:06 WIB
Pria Diduga Bandar Narkoba Terjaring Razia Kumpul Kebo di Depok
-
Senin, 13/02/2012 22:45 WIB
Rosa 'Bernyanyi' Berbagai Macam Proyek Nazaruddin
-
Selasa, 14/02/2012 02:00 WIB
Wah! Gunung Dempo Diperkirakan Tambah Tinggi 23 Meter
-
614 Komentar
-
505 Komentar
-
452 Komentar
-
386 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,404.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

