Hati-hati Lewat 'Kampung Sadis' di Papua
Senin, 27/10/2008 12:56 WIB
Kampung Nafri (Irwan Nugroho/detikcom)
Jayapura -
Kampung satu ini mempunyai julukan yang membuat bulu kuduk berdiri, 'kampung sadis'. Jangan berbuat kesalahan di kampung tersebut bila tidak ingin wajah atau tubuh memar.
Kampung itu bernama asli Nafri, terletak sekitar 30 km dari kota Jayapura, Papua, dan berdekatan dengan kampung Koya Koso. Nafri dibelah oleh jalan beraspal selebar 4 meter, yang menghubungkan distrik-distrik di Jayapura.
Saat detikcom melintas beberapa waktu lalu, kampung tersebut tampak lengang. Hanya ada satu-dua penduduk yang berdiri di tepi jalan hendak pergi ke ladang.
Rumah-rumah di kampung yang tak terlalu luas itu terletak di kanan dan kiri jalan dengan hutan di belakangnya. Jarak antar rumah terbilang dekat.
Sepintas, kehidupan di Nafri terasa adem ayem saja. Namun, jangan kaget bila yang dijumpai pertama kali saat masuk kampung itu adalah pos polisi. Sekitar 5 orang polisi tampak berjaga di pos yang baru dibangun itu.
Jimmy, salah seorang pegawai Pemprov Papua menuturkan, pos itu dibangun pasca keributan antara penduduk Nafri dengan penduduk asal Wamena. Peristiwa itu dikabarkan sampai menelan korban.
Awalnya, penduduk Wamena yang hendak mengambil makanan ternak lewat di Nafri. Mereka dihadang oleh penduduk Nafri dan hendak dirampok. Karena melawan, akhirnya terjadilah perkelahian.
Menurut Jimmy, kampung Nafri terkenal sebagai 'kampung sadis' karena penduduknya yang sering melakukan kekerasan. Tak hanya karena ego kesukuan, kekerasan juga dilakukan terhadap orang luar yang dianggap bersalah di kampung itu.
Misalnya, kata Jimmy, bila menabrak binatang babi atau anjing di kampung tersebut, dia menyarankan sebaiknya cepat-cepat melarikan diri. Sebab, penduduk Nafri akan memukuli penabrak binatang itu.
"Kalau menabrak babi mending lari saja, daripada dianiaya," kata Jimmy.
Tak hanya memukuli, lanjut Jimmy, penabrak akan dimintai ganti rugi atas binatang yang menjadi korban.
"Untuk babi dan anjing yang masih kecil, ganti ruginya Rp 250-an ribu. Nah bila menabrak yang dewasa, ganti rugi akan dihitung dari berapa jumlah susunya," jelas Jimmy.
Menurut Jimmy, perilaku penduduk Nafri itu sebagian besar dipengaruhi oleh minuman keras (miras). Minum minuman memabukkan itu memang menjadi budaya orang Papua, seperti halnya di Nafri.
(irw/nrl)
Kampung itu bernama asli Nafri, terletak sekitar 30 km dari kota Jayapura, Papua, dan berdekatan dengan kampung Koya Koso. Nafri dibelah oleh jalan beraspal selebar 4 meter, yang menghubungkan distrik-distrik di Jayapura.
Saat detikcom melintas beberapa waktu lalu, kampung tersebut tampak lengang. Hanya ada satu-dua penduduk yang berdiri di tepi jalan hendak pergi ke ladang.
Rumah-rumah di kampung yang tak terlalu luas itu terletak di kanan dan kiri jalan dengan hutan di belakangnya. Jarak antar rumah terbilang dekat.
Sepintas, kehidupan di Nafri terasa adem ayem saja. Namun, jangan kaget bila yang dijumpai pertama kali saat masuk kampung itu adalah pos polisi. Sekitar 5 orang polisi tampak berjaga di pos yang baru dibangun itu.
Jimmy, salah seorang pegawai Pemprov Papua menuturkan, pos itu dibangun pasca keributan antara penduduk Nafri dengan penduduk asal Wamena. Peristiwa itu dikabarkan sampai menelan korban.
Awalnya, penduduk Wamena yang hendak mengambil makanan ternak lewat di Nafri. Mereka dihadang oleh penduduk Nafri dan hendak dirampok. Karena melawan, akhirnya terjadilah perkelahian.
Menurut Jimmy, kampung Nafri terkenal sebagai 'kampung sadis' karena penduduknya yang sering melakukan kekerasan. Tak hanya karena ego kesukuan, kekerasan juga dilakukan terhadap orang luar yang dianggap bersalah di kampung itu.
Misalnya, kata Jimmy, bila menabrak binatang babi atau anjing di kampung tersebut, dia menyarankan sebaiknya cepat-cepat melarikan diri. Sebab, penduduk Nafri akan memukuli penabrak binatang itu.
"Kalau menabrak babi mending lari saja, daripada dianiaya," kata Jimmy.
Tak hanya memukuli, lanjut Jimmy, penabrak akan dimintai ganti rugi atas binatang yang menjadi korban.
"Untuk babi dan anjing yang masih kecil, ganti ruginya Rp 250-an ribu. Nah bila menabrak yang dewasa, ganti rugi akan dihitung dari berapa jumlah susunya," jelas Jimmy.
Menurut Jimmy, perilaku penduduk Nafri itu sebagian besar dipengaruhi oleh minuman keras (miras). Minum minuman memabukkan itu memang menjadi budaya orang Papua, seperti halnya di Nafri.
(irw/nrl)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 12:38 WIB
Ditanya Money Politic Kongres PD, Ketua DPC Bengkalis Berang
-
Sabtu, 11/02/2012 12:18 WIB
Puncak Macet, Lokasi Kecelakaan Bus Maut Jadi Tontonan
-
Sabtu, 11/02/2012 12:07 WIB
Kemenhub Bekukan Izin Trayek Bus Karunia Bakti
-
Sabtu, 11/02/2012 11:53 WIB
Takut Diamuk Massa, Armada Karunia Bakti Hari Ini Stop Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 11:18 WIB
Terseret Kasus Munir, Doktor HC Undip pada Mantan Waka BIN Disesalkan
-
Sabtu, 11/02/2012 05:44 WIB
Foto-foto Kecelakaan Maut di Cisarua
-
Sabtu, 11/02/2012 10:29 WIB
Miliki Payudara Alami Ukuran 30L, Wanita Inggris Merana
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 11:53 WIB
Takut Diamuk Massa, Armada Karunia Bakti Hari Ini Stop Beroperasi
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
-
160 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

