Amrozi Cs Syuhada Atau Teroris?
Salah Kaprah Pahami Jihad
Selasa, 04/11/2008 18:37 WIB
Jakarta -
Saban malam warung Teteh Tini selalu ramai didatangi orang. Ada tukang ojek, supir truk, satpam atau tukang parkir. Mereka selama ini menjadi pelanggan tetap warung, yang berlokasi di depan Taman Sari, Jalan Pangeran Tirtayasa, Kota Serang, Banten.
Selain ngopi dan merokok mereka menjadikan warung tersebut sebagai tempat ngobrol. Tema obrolannya bervariasi, kadang hanya membahas hal-hal ringan kadang hal yang tergolong berat mereka perbincangkan juga. "Kalau seminggu ini yang jadi obrolan soal Iman Samudra dan jihad," jelas Tini kepada detikcom, Sabtu (1/11/2008).
Obrolan tentang Imam Samudra, Amrozi serta Ali Gufron belakangan memang semakin gencar. Terutama dilakukan warga yang tinggal di sekitar kediaman para terpidana mati kasus Bom Bali I tersebut. Misalnya di warung Teh Tini yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah keluarga Imam Samudra di Lopang Gede, Kota Serang.
Dikatakan Tini, para pelanggannya umumnya berpendapat kalau Imam Samudra dan kawan-kawannya adalah pahlawan Islam. Mereka dianggap telah berjihad membela agama. "Saya sering ngotot ma mereka. Saya selalu bilang kalau Imam Samudra cs itu adalah teroris atau pembunuh. Karena Islam itu tidak menyuruh membunuh orang yang tidak berdosa," ujarnya.
Tapi sekalipun Teh Tini berulangkali menjelaskan soal jihad yang salah kaprah dari Imam Samudra dan kawan-kawannya, para pelanggannya tetap dengan pendiriannya dan menganggap eksekusi mati terhadap Imam Samudra tidak tepat.
Pro kontra soal status pahlawan atau teroris bagi tiga terpidana mati Bom Bali I saat ini mulai jadi perdebatan di masyarakat, terutama warga di sekitar tempat tinggal Aamrozi cs.
Di Serang, gabungan ormas Islam se Kecamatan Pontang, Serang yang menamakan diri Jaringan Islam Underground (JIUN) menganggap eksekusi yang dilakukan terhadap Amrozi cs tidak tepat. Untuk itu jaringan ini mengadakan doa bersama menentang eksekusi mati terhadap eksekusi tersebut.
Menurut Molid, salah satu aktivis JIUN, pemerintah wajib mengampuni ketiga mujahid tersebut, bukan malah mengeksekusi. Ia kemudian menuding kalau eksekusi tersebut lantaran adanya campur tangan asing yang sengaja menyudutkan umat Islam.
Puluhan orang yang terdiri dari ulama, santri dan santriwati itu berkumpul untuk doa bersama sambil membaca Surat Yasin, di Majelis Al Huda, Kampung Begog, Desa Tembakang, Kecamatan Pontang, Selasa (4/11/2008)
Sementara di Cilacap, Amrozi cs juga mendapat perhatian khusus di mata Front Pembela Islam (FPI). Bahkan, FPI Cilacap bersedia 'mengawal' Amrozi cs hingga liang lahat.
Ketua DPW FPI Cilacap M Suryo Haryanto mengatakan, kesiapan mengawal Amrozi cs di detik-detik eksekusi dilaksanakan, mengurus, dan mengantarkan jenazahnya hingga ke Lamongan. Tidak hanya itu, Suryo mengatakan pihaknya juga bersedia menampung jenazah ketiga pelaku bom Bali itu. Bahkan tanah pemakaman juga sudah disiapkan bagi mereka di Cilacap.
FPI yang dipimpin Suryo sebelumnya juga telah menggelar doa bersama di Masjid Baetul Mukminin, Jalan Stapelan Kompleks Balai Desa Sidamulya, Kecamatan Sidamulya, Cilacap. Doa tersebut dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas sesama Muslim.
Bentuk dukungan terhadap Amrozi cs yang lebih ekstrem bahkan muncul di Surabaya, Jawa Timur. Sejumlah poster bernada provokatif sempat tertempel di sejumlah titik di wilayah Jambangan dan Kertajaya, Sabtu (1/11/2008). Poster itu berisi kata-kata dukungan terhadap Amrozi cs dan menganggap Amrozi cs sebagai syuhada.
Dengan bermunculannya dukungan terhadap Amrozi cs apakah pemboman yang dikategorikan Amrozi cs merupakan upaya jihad? Abu Rusdan, petinggi Jamaah Islamiyah (JI) mengatakan, Islam tidak mengenal aksi kekerasan. Sebab Islam justru menghendaki adanya kemakmuran buat semua orang. Karena itu, tindak kekerasan tidaklah dibenarkan dalam Islam.
"Apapun bentuk yang mengaitkan Islam dengan kejahatan kemanusiaan merupakan tindak aniaya terhadap kaum muslimin," tegas Rusdan kepada detikcom.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Shihab mengatakan, setiap orang bisa berbeda pendapat soal jihad. Tapi menurutnya, jika Amrozi cs dikatakan telah berjihad dengan melakukan pengeboman itu merupakan pemahaman yang sangat keliru.
"Dalam Alquran maupun hadis disebutkan kalau jihad tidak selalu harus membunuh. Malah lebih banyak ditekankan untuk berjihad melalui harta bukan nyawa," jelas Umar Shihab kepada detikcom.
Umar Shihab juga menegaskan, MUI sudah berulang kali menegaskan kalau tindakan Amrozi cs adalah teroris bukan dalam rangka jihad. Jadi MUI menghimbau kepada pihak yang menganggap Amrozi sebagai suhada agar bertanya kepada ulama yang ahli ilmu. Supaya pemahamannya soal jihad tidak salah kaprah.
(ddg/iy)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda



Selain ngopi dan merokok mereka menjadikan warung tersebut sebagai tempat ngobrol. Tema obrolannya bervariasi, kadang hanya membahas hal-hal ringan kadang hal yang tergolong berat mereka perbincangkan juga. "Kalau seminggu ini yang jadi obrolan soal Iman Samudra dan jihad," jelas Tini kepada detikcom, Sabtu (1/11/2008).
Obrolan tentang Imam Samudra, Amrozi serta Ali Gufron belakangan memang semakin gencar. Terutama dilakukan warga yang tinggal di sekitar kediaman para terpidana mati kasus Bom Bali I tersebut. Misalnya di warung Teh Tini yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah keluarga Imam Samudra di Lopang Gede, Kota Serang.
Dikatakan Tini, para pelanggannya umumnya berpendapat kalau Imam Samudra dan kawan-kawannya adalah pahlawan Islam. Mereka dianggap telah berjihad membela agama. "Saya sering ngotot ma mereka. Saya selalu bilang kalau Imam Samudra cs itu adalah teroris atau pembunuh. Karena Islam itu tidak menyuruh membunuh orang yang tidak berdosa," ujarnya.
Tapi sekalipun Teh Tini berulangkali menjelaskan soal jihad yang salah kaprah dari Imam Samudra dan kawan-kawannya, para pelanggannya tetap dengan pendiriannya dan menganggap eksekusi mati terhadap Imam Samudra tidak tepat.
Pro kontra soal status pahlawan atau teroris bagi tiga terpidana mati Bom Bali I saat ini mulai jadi perdebatan di masyarakat, terutama warga di sekitar tempat tinggal Aamrozi cs.
Di Serang, gabungan ormas Islam se Kecamatan Pontang, Serang yang menamakan diri Jaringan Islam Underground (JIUN) menganggap eksekusi yang dilakukan terhadap Amrozi cs tidak tepat. Untuk itu jaringan ini mengadakan doa bersama menentang eksekusi mati terhadap eksekusi tersebut.
Menurut Molid, salah satu aktivis JIUN, pemerintah wajib mengampuni ketiga mujahid tersebut, bukan malah mengeksekusi. Ia kemudian menuding kalau eksekusi tersebut lantaran adanya campur tangan asing yang sengaja menyudutkan umat Islam.
Puluhan orang yang terdiri dari ulama, santri dan santriwati itu berkumpul untuk doa bersama sambil membaca Surat Yasin, di Majelis Al Huda, Kampung Begog, Desa Tembakang, Kecamatan Pontang, Selasa (4/11/2008)
Sementara di Cilacap, Amrozi cs juga mendapat perhatian khusus di mata Front Pembela Islam (FPI). Bahkan, FPI Cilacap bersedia 'mengawal' Amrozi cs hingga liang lahat.
Ketua DPW FPI Cilacap M Suryo Haryanto mengatakan, kesiapan mengawal Amrozi cs di detik-detik eksekusi dilaksanakan, mengurus, dan mengantarkan jenazahnya hingga ke Lamongan. Tidak hanya itu, Suryo mengatakan pihaknya juga bersedia menampung jenazah ketiga pelaku bom Bali itu. Bahkan tanah pemakaman juga sudah disiapkan bagi mereka di Cilacap.
FPI yang dipimpin Suryo sebelumnya juga telah menggelar doa bersama di Masjid Baetul Mukminin, Jalan Stapelan Kompleks Balai Desa Sidamulya, Kecamatan Sidamulya, Cilacap. Doa tersebut dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas sesama Muslim.
Bentuk dukungan terhadap Amrozi cs yang lebih ekstrem bahkan muncul di Surabaya, Jawa Timur. Sejumlah poster bernada provokatif sempat tertempel di sejumlah titik di wilayah Jambangan dan Kertajaya, Sabtu (1/11/2008). Poster itu berisi kata-kata dukungan terhadap Amrozi cs dan menganggap Amrozi cs sebagai syuhada.
Dengan bermunculannya dukungan terhadap Amrozi cs apakah pemboman yang dikategorikan Amrozi cs merupakan upaya jihad? Abu Rusdan, petinggi Jamaah Islamiyah (JI) mengatakan, Islam tidak mengenal aksi kekerasan. Sebab Islam justru menghendaki adanya kemakmuran buat semua orang. Karena itu, tindak kekerasan tidaklah dibenarkan dalam Islam.
"Apapun bentuk yang mengaitkan Islam dengan kejahatan kemanusiaan merupakan tindak aniaya terhadap kaum muslimin," tegas Rusdan kepada detikcom.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Shihab mengatakan, setiap orang bisa berbeda pendapat soal jihad. Tapi menurutnya, jika Amrozi cs dikatakan telah berjihad dengan melakukan pengeboman itu merupakan pemahaman yang sangat keliru.
"Dalam Alquran maupun hadis disebutkan kalau jihad tidak selalu harus membunuh. Malah lebih banyak ditekankan untuk berjihad melalui harta bukan nyawa," jelas Umar Shihab kepada detikcom.
Umar Shihab juga menegaskan, MUI sudah berulang kali menegaskan kalau tindakan Amrozi cs adalah teroris bukan dalam rangka jihad. Jadi MUI menghimbau kepada pihak yang menganggap Amrozi sebagai suhada agar bertanya kepada ulama yang ahli ilmu. Supaya pemahamannya soal jihad tidak salah kaprah.
(ddg/iy)
Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan KhususTerbaru
Indeks Laporan Khusus »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 10:22 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Menyeret Siapa?
-
Senin, 06/02/2012 10:19 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Siasat Judi Sponsor Miranda
-
Senin, 30/01/2012 09:47 WIB
Hantu Rp 500 M Proyek DPR (4)
Marzuki Alie: Silakan Proyek DPR Dibuka Semua
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 19:21 WIB
Prof. Sofjan: Prestasi Anggota DPR Nol
-
398 Komentar
-
320 Komentar
-
258 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

