Rabu, 12/11/2008 08:48 WIB
Marissa Haque Kalah Rp 500 Juta
Istana: Nggak Ada Hubungannya Sama Presiden
Shohib Masykur - detikNews
(Foto: Dok. detikcom)
Jakarta -
Marissa Haque menuding Presiden SBY berada di balik kekalahannya dalam Pilkada Banten yang akhirnya merembet pada konflik di pengadilan. Marissa diwajibkan membayar Rp 500 juta karena telah mencemarkan nama baik Universitas Borobudur dengan menuding institusi pendidikan tersebut telah megeluarkan ijazah palsu untuk Ratu Atut.
Tidak hanya sampai di situ, Marissa pada akhirnya menuding Presiden SBY yang berada di balik majunya Raut Atut pada Pilkada Banten. Padahal, menurut Marissa Ratut Atut tidak layak maju karena bermodal ijazah palsu.
Pihak Istana pun membantah tudingan tersebut.
"Kalau itu saya nggak melihat hubungannya. Semua warga negara berhak untuk ikut Pilkada. Selama syarat-syaratnya mencukupi dan diloloskan KPUD, semua bisa ikut," kata Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng saat dihubungi
detikcom, Rabu (12/11/2008).
Andi justru keheranan dengan tudingan Marissa. Dia tidak melihat ada kaitan antara kekalahan Marissa dengan Presiden SBY sebagaimana ditudingkan Marissa.
Namun jika memang Marissa bertekad melakukan aksi demonstrasi di depan Istana seperti diungkapkannya, Andi mempersilakan saja. Seperti Pilkada, demo di depan Istana juga merupakan hak setiap warga negara asal dilakukan dengan cara-cara yang benar.
"Sehari tiga kali demo di depan Istana. Biasa saja," ujarnya santai.
(sho/gah)
GRATIS kaos cantik dan voucher pulsa! ikuti sms berlangganannya, ktk REG DETIK kirim ke 3845 (Telkomsel, Indosat, Three) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Nuniek di nuniek[at]detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.526).