PKS: Beda dengan Konsep, Iklan Soeharto Pahlawan Salah
Rabu, 12/11/2008 10:29 WIB
Terkait
Jakarta -
PKS meluruskan kontroversi iklan Hari Pahlawan yang menampilkan mantan Presiden Soeharto. Iklan yang menempatkan Soeharto sebagai pahlawan dan guru bangsa itu disebut salah. Iklan itu berbeda dengan konsep yang disodorkan ke Presiden PKS Tifatul Sembiring.
"Waktu saya pertama kali ditanya detikcom (Senin 10/11), bayangan saya iklan itu sesuai dengan konsep yang ditunjukkan di awal," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring saat dihubungi detikcom, Rabu (12/11/2008).
Menurut Tifatul, konsep awal yang disodorkan kepadanya oleh pihak kesekjenan PKS tidak seperti yang ditayangkan di televisi. Tifatul lantas menjelaskan konsep awal iklan Hari Pahlawan PKS yang diingatnya.
Dalam konsep itu, saat scene awal, tokoh yang muncul pertama kali adalah Soekarno dan Soeharto. Kedua tokoh ini dikuti tulisan berbunyi 'mereka sudah memberikan apa yang mereka bisa.' Lalu dalam scene berikutnya muncul tokoh Jenderal Soedirman dan Bung Tomo yang diberi komentar 'mereka telah memberikan apa yang mereka punya.'
Gambar berikutnya adalah KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan yang disusul tulisan 'mereka adalah guru bangsa.' Terakhir barulah tokoh Mohammad Hatta dan Moh Natsir dengan komentar 'mereka adalah pahlawan kita.'
"Kalau 'mereka sudah memberikan apa yang mereka bisa' itu kan pernyataan yang umum. Soal benar atau salah apa yang mereka lakukan, itu silakan masyarakat yang menilai," papar Tifatul.
Tak Pernah Akui Soeharto Pahlawan
Tifatul menegaskan, PKS tidak pernah mengakui Soeharto sebagai pahlawan maupun guru bangsa. "Perlu saya luruskan, itu tidak benar. Apa hak kita mengakui Soeharto sebagai pahlawan, wong pemerintah saja belum mengakui? Bung Tomo saja baru diakui tahun ini. Mengapa kita jadi genit-genitan mengakui Soeharto sebagai pahlawan?" tandasnya panjang lebar.
Di internal PKS juga tidak pernah ada wacana pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto. Tokoh ini, menurut Tifatul, masih kontroversial sehingga belum bisa diputuskan apakah dia layak menerima gelar pahlawan atau tidak.
"Kalau pinjam bahasanya Gus Dur, Soeharto itu besar jasanya, tapi dosanya juga banyak," ucapnya.
Yang jelas, akunya, secara pribadi dia tidak setuju mantan penguasa Orde Baru itu dianugerahi gelar pahlawan.
"Kita partai reformis. Dulu kita kan ikut menumbangkan Soeharto. Kalau saya pribadi tidak setuju," tegasnya. (sho/iy)
"Waktu saya pertama kali ditanya detikcom (Senin 10/11), bayangan saya iklan itu sesuai dengan konsep yang ditunjukkan di awal," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring saat dihubungi detikcom, Rabu (12/11/2008).
Menurut Tifatul, konsep awal yang disodorkan kepadanya oleh pihak kesekjenan PKS tidak seperti yang ditayangkan di televisi. Tifatul lantas menjelaskan konsep awal iklan Hari Pahlawan PKS yang diingatnya.
Dalam konsep itu, saat scene awal, tokoh yang muncul pertama kali adalah Soekarno dan Soeharto. Kedua tokoh ini dikuti tulisan berbunyi 'mereka sudah memberikan apa yang mereka bisa.' Lalu dalam scene berikutnya muncul tokoh Jenderal Soedirman dan Bung Tomo yang diberi komentar 'mereka telah memberikan apa yang mereka punya.'
Gambar berikutnya adalah KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan yang disusul tulisan 'mereka adalah guru bangsa.' Terakhir barulah tokoh Mohammad Hatta dan Moh Natsir dengan komentar 'mereka adalah pahlawan kita.'
"Kalau 'mereka sudah memberikan apa yang mereka bisa' itu kan pernyataan yang umum. Soal benar atau salah apa yang mereka lakukan, itu silakan masyarakat yang menilai," papar Tifatul.
Tak Pernah Akui Soeharto Pahlawan
Tifatul menegaskan, PKS tidak pernah mengakui Soeharto sebagai pahlawan maupun guru bangsa. "Perlu saya luruskan, itu tidak benar. Apa hak kita mengakui Soeharto sebagai pahlawan, wong pemerintah saja belum mengakui? Bung Tomo saja baru diakui tahun ini. Mengapa kita jadi genit-genitan mengakui Soeharto sebagai pahlawan?" tandasnya panjang lebar.
Di internal PKS juga tidak pernah ada wacana pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto. Tokoh ini, menurut Tifatul, masih kontroversial sehingga belum bisa diputuskan apakah dia layak menerima gelar pahlawan atau tidak.
"Kalau pinjam bahasanya Gus Dur, Soeharto itu besar jasanya, tapi dosanya juga banyak," ucapnya.
Yang jelas, akunya, secara pribadi dia tidak setuju mantan penguasa Orde Baru itu dianugerahi gelar pahlawan.
"Kita partai reformis. Dulu kita kan ikut menumbangkan Soeharto. Kalau saya pribadi tidak setuju," tegasnya. (sho/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 11:02 WIB
Dua Ormas di Bali Bentrok, Mobil dan Rumah Dirusak
-
Minggu, 12/02/2012 10:52 WIB
Korban Kecelakaan Bus Karunia Bakti Sempat Minta Minuman ke Indomaret
-
Minggu, 12/02/2012 10:44 WIB
Penjambret BB Diringkus Warga di Stasiun Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 10:35 WIB
Anggota DPR: Harus Ada Audit Kelayakan Angkutan Umum
-
Minggu, 12/02/2012 10:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Sempat Kabur, Polisi Belum Temukan Unsur Kesengajaan
-
Minggu, 12/02/2012 09:20 WIB
CCTV Indomaret Merekam Detik-detik Bus Karunia Bakti Nyungsep
-
Minggu, 12/02/2012 10:30 WIB
Harakiri Ala Demokrat
-
Minggu, 12/02/2012 10:52 WIB
Korban Kecelakaan Bus Karunia Bakti Sempat Minta Minuman ke Indomaret
-
Minggu, 12/02/2012 10:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Sempat Kabur, Polisi Belum Temukan Unsur Kesengajaan
-
479 Komentar
-
434 Komentar
-
372 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

