Mantan Presiden Taiwan Dijebloskan ke Penjara
Rabu, 12/11/2008 16:50 WIB
AFP
Taipei -
Pengadilan Taiwan memerintahkan mantan Presiden Taiwan Chen Shui-bian ditahan dalam kasus korupsi. Perintah penahanan ini melengkapi drama politik besar di pulau kecil itu dalam 24 jam terakhir.
Pada Selasa, 11 November, Chen dengan tangan diborgol dibawa ke kantor polisi. Namun dia kemudian dibawa ke rumah sakit setelah mengklaim dipukuli oleh polisi. Tapi akhirnya mantan pemimpin Taiwan itu dijebloskan ke penjara.
Chen akan dipenjara sementara menunggu penyelidikan kasusnya selesai. Chen dituduh menggelapkan dana sekitar 15 juta dolar Taiwan, pencucian uang, menerima sogokan dan pemalsuan dokumen.
Chen menyebut dirinya menjadi korban pemerintahan Taiwan yang pro-China. Chen sebelumnya telah memimpin Taiwan selama 8 tahun. Selama kepemimpinannya, dia kerap membuat geram pemerintah China sebab dianggap sebagai penghalang kembalinya Taiwan ke dalam kedaulatan China.
Partai oposisi Taiwan pro-kemerdekaan, Democratic Progressive Party (DPP) juga mengkritik penahanan Chen. "Para penuntut tidak punya bukti yang cukup untuk menahan mantan presiden," cetus juru bicara partai Cheng Wen-tsang seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (12/11/2008).
Pengganti Chen, Presiden Ma Ying-jeou menyatakan tidak akan ikut campur dalam kasus Chen. "Saya tidak mengintervensi dalam kasus ini. Saya menghormati sistem peradilan," kata presiden Taiwan itu.
Pemerintah China bersikeras menganggap Taiwan sebagai wilayahnya. China bahkan telah mengancam akan menginvasi Taiwan jika sampai mengumumkan kemerdekaan. (ita/iy)
Pada Selasa, 11 November, Chen dengan tangan diborgol dibawa ke kantor polisi. Namun dia kemudian dibawa ke rumah sakit setelah mengklaim dipukuli oleh polisi. Tapi akhirnya mantan pemimpin Taiwan itu dijebloskan ke penjara.
Chen akan dipenjara sementara menunggu penyelidikan kasusnya selesai. Chen dituduh menggelapkan dana sekitar 15 juta dolar Taiwan, pencucian uang, menerima sogokan dan pemalsuan dokumen.
Chen menyebut dirinya menjadi korban pemerintahan Taiwan yang pro-China. Chen sebelumnya telah memimpin Taiwan selama 8 tahun. Selama kepemimpinannya, dia kerap membuat geram pemerintah China sebab dianggap sebagai penghalang kembalinya Taiwan ke dalam kedaulatan China.
Partai oposisi Taiwan pro-kemerdekaan, Democratic Progressive Party (DPP) juga mengkritik penahanan Chen. "Para penuntut tidak punya bukti yang cukup untuk menahan mantan presiden," cetus juru bicara partai Cheng Wen-tsang seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (12/11/2008).
Pengganti Chen, Presiden Ma Ying-jeou menyatakan tidak akan ikut campur dalam kasus Chen. "Saya tidak mengintervensi dalam kasus ini. Saya menghormati sistem peradilan," kata presiden Taiwan itu.
Pemerintah China bersikeras menganggap Taiwan sebagai wilayahnya. China bahkan telah mengancam akan menginvasi Taiwan jika sampai mengumumkan kemerdekaan. (ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 13:56 WIB
Gonta-ganti Klien, Djufri Taufik Dinilai Langgar Kode Etik Advokat
-
Sabtu, 11/02/2012 13:37 WIB
Serahkan Dukungan ke KPUD, Faisal-Biem Diarak Ondel-ondel
-
Sabtu, 11/02/2012 13:29 WIB
Mengenal Artidjo, Hakim Agung Yang Siap Hukum Mati Koruptor
-
Sabtu, 11/02/2012 13:15 WIB
Restoran di Mal Artha Gading Terbakar
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 10:29 WIB
Miliki Payudara Alami Ukuran 30L, Wanita Inggris Merana
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
Sabtu, 11/02/2012 05:44 WIB
Foto-foto Kecelakaan Maut di Cisarua
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
-
160 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

