Ribuan Ikan Mati Tiap Bulan
Walhi Tak Heran Ada Monster Air di Ancol
Kamis, 13/11/2008 13:19 WIB
Foto: YouTube
Jakarta -
Pantai Ancol, Jakarta Utara dihebohkan dengan adanya monster air. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) memperkirakan monster air itu merupakan binatang yang berubah wujud karena tercemar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
"Monster itu bisa saja kiasan yaitu tercemar limbah B3. Sama saja kayak manusia yang kelebihan zat," ujar Direktur Walhi Jakarta Slamet Daroyni kepada detikcom, Kamis (13/11/2008).
Menurut Slamet, kemungkinan juga monster air tersebut binatang pemakan bangkai yang berubah wujud karena buruknya kualitas lingkungan di Pantai Ancol.
Slamet mengaku tidak heran karena Pantai Ancol merupakan 1 dari 9 muara di Jakarta yang kualitas airnya tercemar berat. Data tersebut merupakan hasil penelitian Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLHD) DKI Jakarta pada 2005.
"Pihak Ancol selalu berkilah dan tidak mau bertanggung jawab karena mereka sudah mengelola limbahnya. Tapi mereka tidak pernah memberikan laporan rencana pengelolaannya," jelas dia.
Slamet menuturkan, data BPLHD DKI Jakarta diperkuat dengan sering matinya ribuan ikan setiap bulan di pantai Ancol.
"Kata nelayan di sana hampir tiap bulan ribuan ikan mati. Bahkan dalam waktu tertentu nelayan tidak bisa melaut," tandas Slamet.
Kabar monster di Ancol beredar di internet. Kabar ini muncul di YouTube dengan title Waspada Ancol! Ada Monster Air. Di video itu terlihat sang monster merayah ikan segar yang dilemparkan ke dalam air hingga cuma tinggal tulang. (nik/iy)
"Monster itu bisa saja kiasan yaitu tercemar limbah B3. Sama saja kayak manusia yang kelebihan zat," ujar Direktur Walhi Jakarta Slamet Daroyni kepada detikcom, Kamis (13/11/2008).
Menurut Slamet, kemungkinan juga monster air tersebut binatang pemakan bangkai yang berubah wujud karena buruknya kualitas lingkungan di Pantai Ancol.
Slamet mengaku tidak heran karena Pantai Ancol merupakan 1 dari 9 muara di Jakarta yang kualitas airnya tercemar berat. Data tersebut merupakan hasil penelitian Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLHD) DKI Jakarta pada 2005.
"Pihak Ancol selalu berkilah dan tidak mau bertanggung jawab karena mereka sudah mengelola limbahnya. Tapi mereka tidak pernah memberikan laporan rencana pengelolaannya," jelas dia.
Slamet menuturkan, data BPLHD DKI Jakarta diperkuat dengan sering matinya ribuan ikan setiap bulan di pantai Ancol.
"Kata nelayan di sana hampir tiap bulan ribuan ikan mati. Bahkan dalam waktu tertentu nelayan tidak bisa melaut," tandas Slamet.
Kabar monster di Ancol beredar di internet. Kabar ini muncul di YouTube dengan title Waspada Ancol! Ada Monster Air. Di video itu terlihat sang monster merayah ikan segar yang dilemparkan ke dalam air hingga cuma tinggal tulang. (nik/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 07/02/2012 12:51 WIB
Gunung Padang & Misteri 2500 SM
-
Selasa, 07/02/2012 12:43 WIB
Berulang Kali Diperdengarkan Rekaman, Bupati Seluma Tak Akui Suaranya
-
Selasa, 07/02/2012 12:41 WIB
Cegah Pilot Nyabu, Pendidikan Kru Pesawat Harus Dievaluasi
-
Selasa, 07/02/2012 12:27 WIB
Cuaca Buruk, Batavia Air Nyaris Celaka di Bandara Sentani
-
Selasa, 07/02/2012 12:19 WIB
Ruhut Berkali-kali Minta Anas Mundur, Saan: Itu Kelainan
-
Selasa, 07/02/2012 11:22 WIB
Ini Cara 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih Kabur
-
Selasa, 07/02/2012 11:25 WIB
Rekening Dibobol Rp 7,9 Juta Lewat ATM, Agus Lapor Polisi
-
Selasa, 07/02/2012 07:48 WIB
Jadi Tersangka, Angie Curahkan Perasaannya di Blog Pribadinya
-
Selasa, 07/02/2012 11:15 WIB
Resign Sebelum Kontrak Habis, Pilot Lion Air Didenda US$ 49 Ribu
-
225 Komentar
-
202 Komentar
-
178 Komentar
-
165 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,418.000
- Rp 604.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

