Penemu Kapal Berisi Emas & Uang Cemas Temuannya Diklaim Orang
Selasa, 18/11/2008 12:10 WIB
Jakarta -
Menemukan kapal berisi emas dan uang seharusnya membuat para nelayan gembira. Namun kegembiraan itu segera berlalu. Kecemasan kini melanda para nelayan. Mereka takut temuannya diklaim orang lain.
Taryono, tokoh nelayan yang menjadi bos penemu kapal berisi harta karun itu mengaku sudah melaporkan temuan anak buahnya ke Panitia Nasional tentang Benda Berharga Muatan Kapal Tenggelam (BBMKT) atau Panitia Nasional Harta Karun.
Menurut Taryono, anak buahnya, Wacas cs, telah mendapat surat pernyataan sebagai penemu pertama. Namun kini, Wacas cs belum bisa melakukan survei lanjutan karena belum mendapat izin dari pemerintah.
"Ternyata ada perusahaan lain yang juga mengajukan izin survei. Kita nggak mau nelayan dipinggirkan. Kan kita yang nemuin, masak mau diambil orang lain," kata Taryono kepada detikcom, Selasa (18/11/2008).
Taryono curiga, perusahaan baru itu telah main mata dengan pemerintah setempat. "Kayaknya ada oknum yang 'bermain' di sini. Kita cuma ingin supaya kita tetap diakui sebagai penemu pertama," lanjutnya.
Kapal yang diduga berisi berpeti-peti emas dan uang koin itu ditemukan di perairan Subang, Jawa Barat, oleh Wacas 18 Agustus lalu. Wacas telah mengambil 8 koin uang sebagai bukti temuan tersebut.
Kapal karam itu diduga berasal dari zaman kolonial. Kapal itu ditemukan 11 mil dari daratan itu berisi peti-peti. Di dalam peti itu diduga terdapat uang logam dan emas batangan. (ken/iy)
Taryono, tokoh nelayan yang menjadi bos penemu kapal berisi harta karun itu mengaku sudah melaporkan temuan anak buahnya ke Panitia Nasional tentang Benda Berharga Muatan Kapal Tenggelam (BBMKT) atau Panitia Nasional Harta Karun.
Menurut Taryono, anak buahnya, Wacas cs, telah mendapat surat pernyataan sebagai penemu pertama. Namun kini, Wacas cs belum bisa melakukan survei lanjutan karena belum mendapat izin dari pemerintah.
"Ternyata ada perusahaan lain yang juga mengajukan izin survei. Kita nggak mau nelayan dipinggirkan. Kan kita yang nemuin, masak mau diambil orang lain," kata Taryono kepada detikcom, Selasa (18/11/2008).
Taryono curiga, perusahaan baru itu telah main mata dengan pemerintah setempat. "Kayaknya ada oknum yang 'bermain' di sini. Kita cuma ingin supaya kita tetap diakui sebagai penemu pertama," lanjutnya.
Kapal yang diduga berisi berpeti-peti emas dan uang koin itu ditemukan di perairan Subang, Jawa Barat, oleh Wacas 18 Agustus lalu. Wacas telah mengambil 8 koin uang sebagai bukti temuan tersebut.
Kapal karam itu diduga berasal dari zaman kolonial. Kapal itu ditemukan 11 mil dari daratan itu berisi peti-peti. Di dalam peti itu diduga terdapat uang logam dan emas batangan. (ken/iy)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 01:38 WIB
TB Silalahi Akan Panggil Diana untuk Buktikan Politik Uang di Kongres PD
-
Sabtu, 11/02/2012 01:36 WIB
Rampungkan Penggeledahan, KPK Sita Sejumlah Dokumen & Komputer Wa Ode
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

