Kantor PM Thailand Dihantam Granat, Demonstran Jadi Korban
Kamis, 20/11/2008 15:25 WIB
AFP
Bangkok -
Kantor Perdana Menteri (PM) Thailand dihantam ledakan granat. Akibatnya, seorang tewas dan 29 lainnya luka-luka. Para korban adalah demonstran yang menduduki kantor PM tersebut.
Ini merupakan serangan mematikan pertama di areal tersebut sejak dikuasai para pendemo anti-pemerintah.
Para demonstran yang menyebut diri mereka kelompok Aliansi Rakyat untuk Demokrasi atau People's Alliance for Democracy (PAD), bersumpah tak akan meninggalkan gedung kantor PM sebelum sekutu-sekutu mantan PM Thaksin Shinawatra digeser dari pemerintahan. Aksi ini telah berlangsung sejak Agustus lalu.
Akibat aksi para pendemo, PM Thailand saat ini Somchai Wongsawat terpaksa berkantor di bandara internasional lama di Bangkok. Di sanalah, ipar Thaksin itu menggelar rapat kabinet tiap minggunya.
Kepala kepolisian Bangkok, Jenderal Jongrak Jutanond mengaku tidak tahu siapa dalang di balik serangan granat itu.
Jongkrak mengimbau warga untuk tetap tenang. "Polisi akan melakukan segala upaya untuk mencegah kekerasan," katanya kepada wartawan di Bangkok seperti dilansir News.com.au, Kamis (20/11/2008).
"Thailand bukan Irak. Saya menyerukan semua orang untuk tidak melakukan kekerasan dan menggunakan cara-cara damai untuk menyelesaikan masalah," pungkasnya.
Menurut saksi mata, serangan tersebut terjadi saat sebuah kelompok band sedang tampil di atas panggung yang didirikan di areal kantor PM. Granat mendarat di sebuah tenda besar yang menampung lusinan orang.
Korban tewas adalah seorang pria berusia 48 tahun. Dari 29 korban luka, 4 di antaranya harus dirawat di rumah sakit.
(ita/iy)
Ini merupakan serangan mematikan pertama di areal tersebut sejak dikuasai para pendemo anti-pemerintah.
Para demonstran yang menyebut diri mereka kelompok Aliansi Rakyat untuk Demokrasi atau People's Alliance for Democracy (PAD), bersumpah tak akan meninggalkan gedung kantor PM sebelum sekutu-sekutu mantan PM Thaksin Shinawatra digeser dari pemerintahan. Aksi ini telah berlangsung sejak Agustus lalu.
Akibat aksi para pendemo, PM Thailand saat ini Somchai Wongsawat terpaksa berkantor di bandara internasional lama di Bangkok. Di sanalah, ipar Thaksin itu menggelar rapat kabinet tiap minggunya.
Kepala kepolisian Bangkok, Jenderal Jongrak Jutanond mengaku tidak tahu siapa dalang di balik serangan granat itu.
Jongkrak mengimbau warga untuk tetap tenang. "Polisi akan melakukan segala upaya untuk mencegah kekerasan," katanya kepada wartawan di Bangkok seperti dilansir News.com.au, Kamis (20/11/2008).
"Thailand bukan Irak. Saya menyerukan semua orang untuk tidak melakukan kekerasan dan menggunakan cara-cara damai untuk menyelesaikan masalah," pungkasnya.
Menurut saksi mata, serangan tersebut terjadi saat sebuah kelompok band sedang tampil di atas panggung yang didirikan di areal kantor PM. Granat mendarat di sebuah tenda besar yang menampung lusinan orang.
Korban tewas adalah seorang pria berusia 48 tahun. Dari 29 korban luka, 4 di antaranya harus dirawat di rumah sakit.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 13:57 WIB
Sutan: Bersih-bersih Internal PD Bisa Makan 'Anak Kandung'!
-
Senin, 13/02/2012 13:52 WIB
Rapat dengan Menkum Distop, Golkar Cs Ajukan Interpelasi Remisi Koruptor
-
Senin, 13/02/2012 13:51 WIB
MA Bacakan Putusan PK Antasari Pukul 16.00 WIB
-
Senin, 13/02/2012 13:48 WIB
Kuasa Hukum Nazaruddin Tak Tahu Djufri Taufik Jadi Anggotanya
-
Senin, 13/02/2012 13:42 WIB
Kasus Terorisme, Eks Kameramen Global TV Dituntut 5 Tahun Bui
-
Senin, 13/02/2012 12:46 WIB
Duh! Istri Majukan Persalinan Demi Suami yang Sekarat
-
Senin, 13/02/2012 10:29 WIB
Jenderal Tersodok Shinta Bachir
-
Senin, 13/02/2012 11:45 WIB
Beli Saham Garuda Rp 300 M, Nazaruddin Putar Uang Wisma Atlet
-
Senin, 13/02/2012 12:49 WIB
Cuci Uang Beli Saham Garuda, Nazaruddin Terancam 20 Tahun Bui
-
641 Komentar
-
515 Komentar
-
425 Komentar
-
385 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

